Liputan6.com, Jakarta - Pempek dos, varian pempek tanpa ikan, menjadi pilihan favorit banyak orang karena rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal. Namun, seringkali tantangan terbesar dalam membuat pempek dos adalah menghasilkan tekstur yang empuk dan tidak keras atau "bantat".
Membuat pempek dos yang sempurna memang membutuhkan trik khusus dan perhatian pada setiap langkahnya. Mulai dari pemilihan bahan hingga teknik pengolahan, setiap detail memiliki peran penting dalam menentukan hasil akhir.
Liputan6 akan mengupas tuntas lima trik rahasia yang bisa Anda terapkan untuk menciptakan pempek dos anti bantat yang lezat dan menggugah selera. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Rabu (28/1/2026).
1. Perbandingan Tepung Sagu dan Terigu yang Tepat
Salah satu kunci utama untuk menghasilkan pempek dos yang tidak keras atau "bantat" adalah dengan menggunakan perbandingan tepung sagu dan tepung terigu yang pas. Perbandingan yang tidak tepat dapat membuat tekstur pempek menjadi terlalu kenyal seperti cilok atau justru terlalu keras.
Perbandingan optimal yang sering disarankan untuk mencapai tekstur pempek yang tepat adalah 2:1, yaitu dua bagian tepung sagu untuk satu bagian tepung terigu. Sebagai contoh, jika Anda menggunakan 250 gram tepung sagu, maka Anda akan membutuhkan 125 gram tepung terigu.
Meskipun tepung sagu harus mendominasi dalam adonan pempek dos, jumlahnya tidak boleh berlebihan. Penggunaan sagu yang terlalu banyak dapat menyebabkan pempek memiliki tekstur yang terlalu kenyal, mirip dengan cilok, dan kurang empuk.
2. Pembuatan Biang yang Benar
Proses pembuatan pempek dos yang empuk dan tidak bantat dimulai dengan langkah penting, yaitu membuat "biang" atau adonan dasar. Biang ini berfungsi sebagai pengikat dan pemberi tekstur pada adonan pempek secara keseluruhan.
Untuk membuat biang, campurkan tepung terigu dengan air dan bumbu-bumbu seperti garam, kaldu ayam, dan bawang putih halus. Adonan ini kemudian direbus sambil terus diaduk hingga mengental. Setelah mengental, angkat dari api dan biarkan adonan biang menjadi hangat sebelum dipindahkan ke wadah lain.
Setelah adonan biang hangat, barulah tepung sagu ditambahkan. Penting untuk memastikan adonan biang sudah homogen atau tercampur rata sebelum memasukkan tepung sagu agar hasilnya maksimal.
3. Hindari Menguleni Adonan Terlalu Lama
Salah satu kesalahan umum yang dapat membuat pempek dos menjadi keras atau bantat adalah menguleni adonan terlalu lama, terutama setelah tepung sagu ditambahkan. Proses pengulenan yang berlebihan dapat mengembangkan gluten pada tepung terigu dan membuat tekstur pempek menjadi alot.
Setelah tepung sagu dimasukkan ke dalam adonan biang, cukup aduk adonan hingga rata saja. Tidak perlu menguleni adonan hingga kalis seperti membuat roti, karena hal ini justru akan merusak tekstur yang diinginkan.
Jika perbandingan bahan sudah tepat, namun pempek masih terasa keras, kemungkinan besar penyebabnya adalah cara pengadukan adonan yang salah. Mengaduk terlalu lama adalah faktor penting yang perlu dihindari untuk mendapatkan pempek dos yang lembut.
4. Penggunaan Air Panas pada Adonan Biang
Penggunaan air panas merupakan elemen krusial dalam pembuatan adonan biang pempek dos. Air panas membantu melarutkan tepung terigu dan bumbu-bumbu, menciptakan adonan yang kental dan lengket yang menjadi dasar tekstur pempek.
Saat membuat biang, air panas dituang ke dalam campuran tepung terigu, garam, dan kaldu bubuk, lalu diaduk hingga semua bahan tercampur rata dan mengental. Proses ini penting untuk membentuk struktur adonan biang yang akan menopang tepung sagu nantinya.
Selain itu, air panas juga dapat digunakan untuk menyesuaikan konsistensi adonan jika dirasa terlalu keras. Menambahkan sedikit air panas dapat membantu melunakkan adonan dan membuatnya lebih mudah dibentuk, sehingga menghasilkan pempek yang lebih empuk.
5. Penambahan Telur pada Adonan
Penambahan telur ke dalam adonan pempek dos merupakan salah satu trik efektif untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut dan tidak bantat. Telur berfungsi sebagai pengemulsi dan penambah kelembaban, yang berkontribusi pada kekenyalan yang pas.
Banyak resep pempek dos yang berhasil menyertakan telur sebagai salah satu bahan utama. Telur biasanya ditambahkan setelah adonan biang sedikit mendingin dan sebelum tepung sagu dimasukkan sepenuhnya, kemudian dikocok hingga tercampur rata dengan adonan biang.
Dengan menambahkan telur, adonan pempek akan memiliki konsistensi yang lebih baik, lebih mudah dibentuk, dan hasil akhir pempek akan terasa lebih empuk dan kenyal tanpa menjadi keras, bahkan setelah dingin.
People Also Ask
1. Berapa perbandingan tepung sagu dan terigu yang ideal untuk pempek dos?
Jawaban: Perbandingan optimal yang sering disarankan untuk pempek dos adalah 2:1, yaitu dua bagian tepung sagu untuk satu bagian tepung terigu, agar pempek tidak keras atau terlalu kenyal.
2. Mengapa penting membuat biang terlebih dahulu dalam pembuatan pempek dos?
Jawaban: Pembuatan biang merupakan langkah penting karena berfungsi sebagai pengikat dan pemberi tekstur pada adonan pempek secara keseluruhan, memastikan pempek empuk dan tidak bantat.
3. Apakah boleh menguleni adonan pempek dos terlalu lama?
Jawaban: Tidak disarankan menguleni adonan pempek dos terlalu lama setelah tepung sagu ditambahkan, karena dapat mengembangkan gluten dan membuat pempek menjadi keras atau alot.
4. Apa fungsi penambahan telur pada adonan pempek dos?
Jawaban: Penambahan telur berfungsi sebagai pengemulsi dan penambah kelembaban, yang berkontribusi pada tekstur pempek yang lebih lembut, empuk, dan kenyal tanpa menjadi bantat.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489115/original/086729200_1769826254-lalisa3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490635/original/015467000_1770018615-gambar__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490589/original/083243800_1770017053-gambar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490336/original/098086600_1770008327-as.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490227/original/005834600_1770002805-SAM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490637/original/091796900_1770018980-nicola_peltz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338217/original/075517700_1756967700-ss.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490208/original/019300500_1770002523-56fb4f6a-a120-49e4-ac30-9eac256d9a0c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490576/original/000054700_1770016226-menu_makan_anak__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490568/original/097169200_1770016022-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.36.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4984171/original/063267400_1730185598-IMG-20230227-WA0052-617450006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350683/original/045639900_1758005379-Gemini_Generated_Image_v8xji0v8xji0v8xj__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490326/original/015470100_1770007781-Sambal_Matah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490446/original/063175300_1770011701-SnapInsta-Ai_3822142051438394029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490512/original/082894200_1770013698-Gemini_Generated_Image_yg3jxcyg3jxcyg3j.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5261773/original/081492900_1750688155-young-happy-businesswoman-eating-break-office.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490508/original/090232600_1770013669-central_springbed_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490297/original/019286600_1770006932-ikan_kembung__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490177/original/090418100_1770001564-AP26033005917016.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377166/original/066367600_1760078929-MixCollage-10-Oct-2025-01-47-PM-5603.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4197597/original/080031300_1666234834-248444520_240009231493776_5687203792293197714_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5132032/original/043302500_1739436053-WhatsApp_Image_2025-02-13_at_15.07.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2321342/original/006886300_1533604891-098269700_1448861796-gili_trawangan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373638/original/073692000_1759826729-2.jpg)