Tren Baju Lebaran 2026, Gamis Berompi hingga Gamis Gacor

1 month ago 52

Liputan6.com, Jakarta - Lebaran bakal dirayakan kurang dari dua bulan mulai diantisipasi pedagang dengan menawarkan beragam model baju lebaran. Salah satu tren baju lebaran 2026 yang naik daun adalah gamis dengan aksen rompi atau vest yang terinspirasi dari media sosial, khususnya TikTok.

Selain itu, model Maroko dengan potongan seperti sayap kelelawar juga menjadi primadona karena fleksibilitasnya yang bisa dipakai oleh berbagai usia. Angli, karyawan toko Noni Butiq menjelaskan laris manisnya model ini.

"Di tempat kita yang paling laku itu model Maroko... banyak diminati mulai dari kalangan ibu-ibu sampai anak muda karena modelnya bagus, motifnya menarik," katanya pada Lifestyle Liputan6.com, ditemui di Thamrin City, Selasa, 13 Januari 2026.

Kreativitas produsen dalam memodifikasi model lama menjadi sesuatu yang segar sangat menentukan daya saing mereka di pasar. Selain model Maroko, muncul istilah unik "Gamis Gacor" yang sangat populer di kalangan Gen Z.

Berbeda dengan selera orang tua yang konsisten dengan model konvensional, anak muda cenderung menyukai gamis yang memiliki banyak lapisan atau layering. "Selera orang tua beda dengan anak muda atau Gen Z sekarang yang sukanya lebih ribet atau berlapis-lapis. Di kita ada namanya Gamis Gacor," tuturnya.

Untuk konsumen yang lebih dewasa, model "tumpak" atau gamis dengan potongan dua tingkat menyerupai rok di bagian bawah menjadi pilihan yang beda tapi tetap berkelas. Kehadiran tunik juga melengkapi tren ini karena sifatnya yang multifungsi untuk acara formal lain.

Dinamika Tren Lebaran 2026: Antara Kemewahan "Wah" dan Gaya Minimalis

Pasar busana Muslim di Thamrin City bergeliat dengan tren baju lebaran 2026. Secara umum, ada dua tren yang naik dan saling bertolak belakang, yakni busana yang memberi kesan mewah dengan detail ramai dan busana berpotongan minimalis.

Mimin, karyawan dari Toko Madami mencatat, "Hingga saat ini belum ada pergeseran gaya yang terlalu radikal dibanding tahun sebelumnya, namun fokus utama pelanggan adalah pada detail yang mencolok."

Koleksi yang dianggap unik dan tidak "pasaran" menjadi komoditas yang paling dicari karena setiap pembeli ingin merasa istimewa di hari raya. Meskipun ada keinginan untuk tampil simpel, detail pakaian tetap memegang peranan kunci.

Di Toko Madami, pelanggan justru menjauhi gaya minimalis dan lebih memilih busana dengan detail yang ramai. Sebaliknya, pelanggan toko Noni Butiq justru mulai beralih ke gaya sederhana. "Kalau 2026 lebih ke minimalis. Kebanyakan orang tidak mau yang terlalu ribet, jadi kebanyakan pilih yang minimalis," jelas Angli.

Palet Warna: Dominasi Burgundy, Mahogani, dan Pastel

Tahun 2026 menyaksikan pergeseran palet warna yang cukup kontras antara warna gelap yang elegan dan warna pastel yang ceria. Di satu sisi, warna burgundy dan cokelat mahogani diprediksi menjadi tren utama bagi mereka yang mengejar kesan mewah dan berani.

Warna-warna ini memberikan aura eksklusif yang sangat cocok dipadukan dengan aksen "bling-bling" atau payet. Di sisi lain, warna-warna lembut tetap memiliki basis penggemar yang kuat. Angli mengungkapkan permintaan tertinggi jatuh pada warna yang lebih terang.

"Kebanyakan lagi meminati warna baby pink dan baby blue. Warna itu lebih cocok ke semua warna kulit dan terlihat lebih terang kalau difoto," ujarnya.

Pemilihan warna ini tidak lepas dari motif yang menyertainya. Motif floral dan detail bordir tetap menjadi pilihan favorit konsumen karena memberikan sentuhan estetis yang mendalam. Bordir, khususnya, dianggap lebih unggul dibandingkan motif etnik karena efeknya yang timbul dan memberikan tekstur nyata pada kain. Kombinasi antara warna berani seperti burgundy dengan bordir yang rumit, atau warna pastel dengan potongan minimalis, menciptakan spektrum pilihan yang luas bagi masyarakat.

Prioritas Bahan, Kenyamanan di Atas Segalanya

Di balik estetika model dan warna, kualitas bahan tetap menjadi pondasi utama bagi pembeli busana Lebaran 2026. Bahan seperti katun, sutra, dan katun bordir katbol (katun bolong) menjadi material yang paling mendominasi pasar.

Konsumen saat ini jauh lebih selektif dan berani membayar lebih mahal demi mendapatkan kenyamanan ekstra. Hal ini sangat krusial mengingat aktivitas Lebaran yang melibatkan banyak kunjungan ke rumah kerabat.

Angli menekankan pentingnya hal ini. "Kalau harga murah tapi bahannya tidak bagus, mereka tidak mau. Jadi lebih mementingkan kenyamanan dan kualitas... kita sudah lapisi dengan furing yang bagus supaya tidak gerah," jelasnya.

Bahan katbol yang memiliki karakteristik berlubang menjadi favorit orang dewasa karena memberikan sirkulasi udara yang baik. Harga yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari Rp200.000 hingga mencapai Rp800.000 untuk kualitas impor terbaik.

Sebagai penutup, Mimin dan Angli menyarankan agar pembeli tidak hanya terpaku pada tren semata, tetapi juga mempertimbangkan ketahanan bahan. Mimin dari Toko Madami memberikan tips singkat namun padat bagi konsumen.

"Dalam memilih busana Lebaran, disarankan untuk mengutamakan kenyamanan bahan... pilihlah bahan yang enak dipakai dan nyaman untuk bergerak,” katanya. Dengan pemilihan bahan yang tepat, penampilan yang "wah" akan tetap terasa menyenangkan sepanjang hari.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |