Tingkat Pemesanan ke Beach Club di Bali Mulai Terimbas Perang di Timur Tengah

8 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Beach club menjadi salah satu elemen pariwisata di Bali yang mulai terpengaruh konflik di Timur Tengah. Salah satu pengelola mengaku meski tingkat kunjungan masih normal, tingkat pemesanan untuk datang ke beach club mereka mulai menurun.

"Untuk saat ini, tingkat kunjungan ke Le Bleu by K Club masih normal. Namun ada pengaruhnya ke booking untuk events dan acara, dikarenakan ada kekhawatiran dan kendala penerbangan yang di-cancel," kata Alban Kibarer, pendiri K Club Group, menanggapi pertanyaan Lifestyle Liputan6.com, secara tertulis, beberapa waktu lalu.

Sejauh ini, sejumlah maskapai internasional yang berbasis di Timur Tengah sudah kembali beroperasi meski kapasitasnya belum kembali normal. Emirates kembali melayani dua jadwal penerbangan nonstop ke Denpasar dari Dubai, selain juga menyediakan opsi penerbangan transit yang bekerja sama dengan maskapai lokal.

Di sisi lain, penerbangan maskapai internasional lainnya masih tersedia dengan menghindari transit di Timur Tengah, melainkan di Singapura, Kuala Lumpur, dan di Istanbul. Sementara, mengutip Gulf News, Selasa (14/4/2026), bandara di Dubai dan Abu Dhabi tetap menyiapkan diri untuk kembali beroperasi penuh jika situasi keamanan sudah terkendali.

Meski diwarnai ketidakpastian, Kibarer menyatakan optimisme terkait operasional beach club saat ini. Terlebih, klub pantai yang didirikannya, Le Bleu by K Club, berlokasi di Kompleks ITDC, Nusa Dua, Bali, yang terkenal dengan suasana tenang dan pemandangan pantai serta matahari terbenam yang indah. 

"Pengunjung dapat masuk tanpa cover charge, hanya dengan pemesanan makanan saja," imbuhnya.

Perayaan Ulang Tahun Beach Club ke-2

Khusus 19 April 2026, klub pantai di Nusa Dua itu akan merayakan hari jadi kedua dengan menggelar pesta tepi pantai. Target pengunjungnya bukan hanya anak muda, tetapi juga keluarga, bahkan yang membawa si kecil, untuk bersenang-senang di pesta bertema bahari dan kostum bernuanca biru putih. Saat ini, pengunjung beach club tersebut didominasi turis asal Australia dan Eropa.

Para tamu akan dimanjakan dengan permainan apik DJ, penari, dan pertunjukan live music, di samping aktivitas lain seperti tato henna, pembacaan tarot, dibalut dekorasi yang imersif. Pengunjung dapat menjelajahi berbagai pilihan minuman dan es krim untuk menikmati suasana dengan santai. Sementara, anak-anak akan dihibur dengan berbagai aktivitas pantai, menghadirkan nuansa rekreasi pesisir yang berbeda.

Saat matahari terbenam, akan digelar seremonial ulang tahun, disambung dengan pertunjukan kembang api pada pukul 8 malam dan penampilan spesial untuk menandai momen istimewa ini. "Dengan kehadiran tamu VIP, sahabat dekat, dan komunitas K Club Group, acara Le Bleu 2nd Anniversary ini menjanjikan perayaan yang semarak dan elegan," ujar Kibarer lagi.

Kemenpar Tanggapi Travel Warning Korea Selatan ke Bali

Sementara, pemerintah memastikan kunjungan wisatawan asal Korea Selatan ke Indonesia, khususnya Bali, tetap stabil meski muncul peringatan perjalanan alias travel warning. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa, menyebut, data terbaru menunjukkan bahwa jumlah wisatawan Negeri Ginseng masih berada dalam tren positif.

"Sampai saat ini, dari data yang kami lihat, kunjungan dari Korea Selatan ke Indonesia masih terus berlangsung," ujarnya saat menghadiri Saka Yoga Festival dalam rangka perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 di Lapangan Aldiron, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu, 11 April 2026.

Namun, pemerintah mengaku terus memantau situasi dan berkoordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu). Wamenpar menegaskan, pendekatan diplomatik menjadi langkah utama dalam merespons isu ini.

Melalui Kemlu sebagai leading sector hubungan luar negeri, pemerintah terus menjalin komunikasi dengan otoritas Korea Selatan untuk menjaga kepercayaan wisatawan. Pihaknya juga akan mengikuti arahan resmi Kemlu terkait perkembangan kebijakan perjalanan tersebut.

Peringatan Perjalanan ke Bali dari Otoritas Korea Selatan

Korea Selatan merupakan salah satu pasar utama pariwisata Indonesia yang konsisten masuk dalam 10 besar penyumbang wisatawan. Karena itu, pemerintah berharap hubungan pariwisata kedua negara tetap terjaga dan semakin kuat, agar sektor pariwisata nasional tetap stabil dan kompetitif di tingkat global.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia mengeluarkan imbauan pada warganya yang berencana berkunjung ke Bali untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan. Imbauan ini muncul setelah adanya sejumlah kasus kriminal serius yang menargetkan wisatawan asing di beberapa kawasan wisata populer di Pulau Dewata.

Kedutaan Besar Korea Selatan menerbitkan "Pemberitahuan Keamanan tentang Pencegahan Kejahatan Serius" pada 1 April 2026. Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa terjadi peningkatan kasus kejahatan yang menyasar warga asing di sejumlah destinasi wisata seperti Jimbaran, Seminyak, dan Canggu, mengutip The Chosun Daily, Rabu, 8 April 2026).

"Kami meminta warga yang berkunjung ke Bali untuk lebih memperhatikan keselamatan pribadi mereka," demikian bunyi imbauan tersebut.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |