Tips dan Trik Membuat Bagea Kenari agar Renyah, Kerasnya Pas dan Tetap Enak

1 hour ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Bagea Kenari dikenal sebagai salah satu kue kering khas Maluku Utara yang memiliki karakter unik: teksturnya keras namun tetap renyah dan nikmat saat dikunyah, terutama ketika dipadukan dengan secangkir kopi atau teh hangat. Meski terlihat sederhana, proses pembuatannya membutuhkan teknik yang tepat agar hasil akhirnya tidak terlalu keras atau justru mudah hancur. Karena itu, banyak orang mencari tips agar bagea kenari bisa dibuat dengan tekstur yang pas namun tetap enak dinikmati di berbagai suasana.

Dalam wawancara daring yang dilakukan pada Senin (4/5/2026), Masita M. Said (34) ibu rumah tangga asal Ternate yang berpengalaman membuat berbagai jajanan tradisional Maluku Utara ini membagikan sejumlah tips penting dalam proses pembuatan bagea kenari. Ia mengolah resep bagea kenari dengan resep yang ia pelajari secara turun-temurun dari keluarganya.

Berikut beberapa tips dan trik dalam menghasilkan bagea kenari dengan tekstur yang renyah, kerasnya pas, namun tetap enak dan tidak sulit dikunyah.

1. Takaran Pas Tepung Sagu dan Kenari dalam Adonan

Keseimbangan bahan menjadi faktor paling penting dalam membuat bagea kenari yang hasilnya tidak terlalu keras maupun mudah hancur. Tepung sagu sebagai bahan utama harus digunakan dengan takaran yang tepat agar struktur kue tetap kokoh, sementara kenari berfungsi memberi rasa gurih sekaligus sedikit minyak alami yang mempengaruhi tekstur akhir. 

Jika sagu terlalu dominan, bagea akan menjadi terlalu keras, sedangkan jika kenari terlalu banyak, adonan bisa mudah rapuh dan sulit dibentuk. Masita menekankan bahwa proporsi bahan adalah dasar dari keberhasilan bagea kenari.

“Bikin bagea itu semuanya harus seimbang, sagunya jangan berlebihan. Kenari itu bukan cuma rasa, tapi juga bantu tekstur supaya tidak terlalu kaku,” ujarnya.

Penting untuk selalu menakar bahan dengan konsisten setiap kali membuat adonan agar hasil akhir tidak berubah-ubah. Konsistensi takaran juga membantu menjaga standar rasa, terutama jika bagea kenari dibuat dalam jumlah banyak atau untuk dijual.

2. Pelajari Teknik Menyangrai Tepung Sagu dengan Benar

Proses menyangrai tepung sagu sering dianggap sepele, padahal justru sangat berpengaruh pada hasil akhir bagea kenari. Tepung yang sudah disangrai akan memiliki aroma lebih wangi, tidak langu, dan teksturnya menjadi lebih ringan saat dipanggang. Jika tahap ini dilewatkan atau dilakukan asal-asalan, bagea bisa terasa berat dan kurang enak saat dikunyah. Menyangrai tepung sagu harus dilakukan dengan api kecil dan kesabaran ekstra. 

“Tepung sagu harus disangrai pelan, jangan sampai gosong. Kalau sudah wangi dan ringan, baru bisa dipakai,” jelasnya. Proses ini juga membantu bagea lebih tahan lama tanpa mengubah rasa aslinya.

3. Mengatur Suhu dan Waktu Pemanggangan dengan Cermat

Pemanggangan adalah tahap krusial yang menentukan apakah bagea kenari akan renyah sempurna atau justru terlalu keras. Suhu oven yang terlalu tinggi akan membuat bagian luar cepat kering sementara bagian dalam belum matang sempurna. Sebaliknya, suhu rendah dengan waktu cukup lama akan menghasilkan tekstur yang lebih merata dan tidak mudah gosong. Masita menyarankan untuk selalu memperhatikan kondisi oven saat memanggang. 

Kalau memanggang bagea, jangan terlalu cepat dinaikkan suhunya. Api kecil dulu supaya dalamnya matang merata, jadi tidak keras banget di luar saja,” katanya. Ia juga menekankan pentingnya mengawasi proses panggang agar tidak terlalu lama yang bisa membuat tekstur menjadi terlalu keras.

4. Pengolahan Gula dan Telur agar Adonan Stabil

Gula dan telur berperan penting sebagai pengikat dalam adonan bagea kenari sehingga proses pengolahannya harus dilakukan dengan tepat. Telur yang dikocok hingga mengembang akan membantu menciptakan tekstur adonan yang lebih ringan dan berpori, sementara gula tidak hanya memberi rasa manis tetapi juga membantu membentuk struktur kue. Jika proses pengocokan dilakukan kurang maksimal, adonan bisa menjadi terlalu padat sehingga hasil akhir bagea terasa keras dan kurang renyah.

Tahap pengocokan sebaiknya dilakukan dengan sabar hingga adonan benar-benar mengembang dan berwarna lebih pucat. Penggunaan mixer dengan kecepatan stabil dapat membantu menghasilkan adonan yang lebih konsisten dibandingkan pengocokan manual. Dengan teknik yang tepat, adonan akan lebih stabil dan menghasilkan bagea kenari dengan tekstur yang ringan namun tetap kokoh setelah dipanggang.

5. Penyimpanan agar Bagea Tetap Renyah Lebih Lama

Setelah matang, cara penyimpanan juga sangat menentukan kualitas bagea kenari. Kue ini harus benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam wadah agar tidak menghasilkan uap yang membuatnya melempem. Wadah kedap udara sangat disarankan untuk menjaga kerenyahan dan mencegah kelembapan masuk. 

Masita menegaskan bahwa kesalahan penyimpanan sering membuat bagea cepat berubah tekstur. “Harus benar-benar dingin dulu baru disimpan,” jelasnya. Dengan cara penyimpanan yang tepat, bagea kenari bisa bertahan renyah lebih lama tanpa kehilangan rasa khasnya.

Pertanyaan Umum Seputar Tips dan Trik Membuat Bagea Kenari

1. Apa itu Bagea Kenari?

Bagea Kenari adalah kue kering tradisional Indonesia, khususnya dari Maluku, Maluku Utara, dan Sulawesi Selatan, yang dikenal dengan teksturnya yang keras dan renyah, sering disajikan sebagai teman minum kopi atau teh.

2. Mengapa tepung sagu perlu disangrai sebelum membuat Bagea Kenari?

Tepung sagu perlu disangrai untuk mengurangi kadar kelembaban, sehingga menghasilkan kerenyahan yang sempurna pada Bagea Kenari dan membuat tepung terasa lebih ringan serta halus.

3. Bagaimana cara mendapatkan tekstur Bagea Kenari yang renyah dan kerasnya pas?

Untuk mendapatkan tekstur yang renyah dan kerasnya pas, sangrai tepung sagu, pastikan soda kue aktif, kocok telur dan gula hingga kental, uleni adonan hingga kalis, dan panggang bertahap pada suhu yang tepat.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |