Liputan6.com, Jakarta - Kue dongkal merupakan jajanan tradisional khas Betawi yang dikenal dengan rasa gurih dari kelapa dan manis alami gula aren. Teksturnya empuk dan sedikit kenyal, paling nikmat disantap saat masih hangat. Proses pembuatannya cukup sederhana dan bisa dilakukan di dapur rumah tanpa peralatan khusus.
Hasil kue yang lembut sangat dipengaruhi oleh takaran bahan dan cara mengolah tepung beras agar tidak mengeras setelah dingin. Pemilihan kelapa parut segar dan gula merah yang berkualitas akan menghasilkan aroma yang harum dan rasa yang lebih enak. Resep kue dongkal Betawi antigagal berikut dapat dijadikan panduan untuk menyajikan camilan tradisional di rumah.
Resep Kue Dongkal
Bahan-Bahan:
- 500 gram tepung beras
- 500 gram kelapa parut
- 200 gram gula merah/aren (sisir halus untuk isian)
- 1 sdt garam
- 100 ml air
- 3-4 lembar daun pandan
- ½ sdt vanili bubuk (opsional, untuk menambah aroma)
Cara Membuat Kue Dongkal:
- Kukus tepung beras selama kurang lebih 15 menit menggunakan wadah yang dialasi kain bersih agar uap tidak langsung mengenai bahan. Proses ini membantu membuat tepung lebih lembut sehingga kue tidak mudah keras saat sudah dingin.
- Masukkan tepung beras kukus yang sudah hangat kuku ke dalam wadah besar bersama kelapa parut, garam, dan vanili. Aduk seluruh bahan menggunakan tangan hingga tercampur rata dan membentuk tekstur berbutir kasar.
- Percikkan air sedikit demi sedikit sambil adonan diaduk perlahan agar kelembapannya merata. Pastikan adonan terasa lembap dan gembur, tidak menggumpal, serta tidak menjadi padat atau kalis.
- Siapkan cetakan yang sudah diolesi minyak atau dialasi daun pisang agar adonan tidak lengket. Masukkan adonan putih setebal 2–3 cm, lalu taburi gula merah sisir secara merata dan ulangi hingga cetakan penuh tanpa ditekan.
- Tambahkan daun pandan ke dalam air kukusan agar uap yang dihasilkan lebih harum. Kukus adonan selama 30–45 menit dengan api sedang hingga kue matang dan gula merah meleleh sempurna.
- Angkat kue dari kukusan dan keluarkan dari cetakan secara perlahan agar bentuknya tetap rapi. Kue dongkal paling nikmat disajikan dalam keadaan hangat dengan tekstur yang masih empuk.
Kesalahan Umum yang Membuat Kue Dongkal Gagal
Menekan Adonan Terlalu Padat
Kesalahan paling sering adalah menekan adonan di dalam cetakan agar muat banyak. Hal ini menyebabkan uap panas terhambat masuk ke sela-sela tepung, sehingga kue menjadi bantat, keras, atau tidak matang secara merata di bagian tengah.
Adonan Terlalu Kering atau Kurang Air
Jika takaran air terlalu sedikit, maka adonan tidak akan menyatu sempurna. Hasilnya, kue akan menjadi sangat rapuh, ambyar, dan terasa seret saat dimakan.
Melewatkan Proses Pengukusan Tepung Beras
Menggunakan tepung beras mentah langsung dari kemasan tanpa dikukus terlebih dahulu seringkali membuat hasil akhir kue menjadi kaku dan cepat mengeras setelah suhu ruang.
Sisiran Gula Merah Terlalu Tebal di Tepi
Jika gula merah diletakkan terlalu menempel ke pinggir cetakan dalam jumlah banyak, gula yang mencair akan merembes keluar dan membuat kue sulit dilepaskan dari cetakan atau terlihat berantakan.
Sejarah Kue Dongkal
Kue dongkal memiliki akar sejarah yang kuat dalam budaya kuliner masyarakat Betawi, terutama yang bermukim di pinggiran Jakarta seperti Bekasi dan Tangerang. Dahulu, kue ini sering dihidangkan pada acara adat, syukuran, atau hajatan sebagai sajian istimewa. Kehadirannya menjadi simbol kebersamaan dan ungkapan rasa syukur dalam kehidupan masyarakat pada masa itu.
Asal-usul nama "dongkal" berasal dari teknik penyajiannya yang dilakukan dengan cara dicungkil atau didongkal dari cetak kukusan berbentuk kerucut. Secara visual dan bahan, kue ini memiliki kemiripan dengan kue awug di Jawa Barat karena keduanya sama-sama memanfaatkan tepung beras dan gula merah sebagai bahan utama.
Meskipun saat ini pedagang kue dongkal mulai jarang ditemui, eksistensinya tetap terjaga sebagai warisan kuliner yang sarat akan nilai tradisional. Dahulu, kue ini sering dinikmati sebagai menu sarapan atau teman minum teh di pagi dan sore hari. Berbagai kegiatan kuliner tradisional terus diadakan untuk mengenalkan kembali kue dongkal kepada generasi yang lebih muda.
Apakah Kue Dongkal Sama dengan Kue Putu?
Secara mendasar, kue dongkal dan kue putu memiliki kemiripan karena keduanya merupakan penganan tradisional berbahan dasar tepung beras, kelapa parut, dan gula aren. Perbedaan mencolok terletak pada bentuk dan cara pengukusannya. Kue dongkal dikukus dalam cetakan besar berbentuk kerucut (tumpeng) lalu dipotong-potong, sementara kue putu dicetak secara individu menggunakan potongan bambu kecil.
Selain itu, tekstur dan warna keduanya juga berbeda karena kue putu umumnya ditambahkan ekstrak daun pandan sehingga berwarna hijau dan beraroma wangi daun suji. Sebaliknya, kue dongkal biasanya mempertahankan warna putih alami dari tepung beras yang dikukus berlapis-lapis dengan gula merah di dalamnya. Meskipun berbeda secara visual, kedua kudapan ini sama-sama menawarkan perpaduan rasa gurih dan manis yang autentik.
Pertanyaan Tentang Cara Membuat Kue Dongkal
1. Mengapa kue dongkal buatan sendiri hasilnya keras?
Hal ini biasanya terjadi karena adonan terlalu ditekan saat dimasukkan ke cetakan atau tepung beras tidak dikukus terlebih dahulu sebelum dicampur dengan kelapa.
2. Berapa perbandingan ideal antara tepung beras dan kelapa parut?
Gunakan perbandingan 1:1 (misalnya 500 gram tepung dan 500 gram kelapa) agar tekstur kue tetap lembut dan terasa gurih.
3. Kenapa adonan kue dongkal jadi hancur setelah matang?
Penyebab utamanya adalah adonan terlalu kering.pastikan memercikan sedikit air agar adonan le,bap sebelum dikukus agar bahan saling mengikat.
4. Kelapa parut jenis apa yang paling bagus untuk kue dongkal?
Gunakan kelapa setengah tua yang dikupas kulit arinya agar hasil kue berwarna putih bersih dan memiliki tekstur yang tidak terlalu kasar.
5. Bisa tidak membuat kue dongkal tanpa cetakan bambu (kukusan tumpeng)
Bisa, kue dongkal dapat menggunakan loyang biasa atau cetakan kue. Namun, pastikan untuk tetap menyusun adonan secara berlapis dengan gula merah agar hasilnya otentik.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5130499/original/005554400_1739345568-pexels-nicole-michalou-5779170.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429496/original/011233600_1764589725-ayam_saus_mentai_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511769/original/028505300_1771917729-Screenshot_2026-02-24_142134.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509414/original/041345000_1771703553-Makaka_Jepang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512080/original/016445900_1771923711-kue_lebarann.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511831/original/025134400_1771918493-Untitled_design__24_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4738398/original/020078100_1707408683-photo__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510843/original/056004200_1771840658-unnamed__40_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511957/original/024038900_1771921564-029562400_1459142452-gpkoner.blgspt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511418/original/091460800_1771908931-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_10.25.08.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2245764/original/016454800_1528682890-resep-sajian-lebaran-kacang-bawang-gurih-renyah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511514/original/054638900_1771911407-Gemini_Generated_Image_rs1qzars1qzars1q_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511593/original/049957300_1771913773-kuker_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511442/original/034571700_1771909343-unnamed__50_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500436/original/032525300_1770865507-gambar__39_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451990/original/029203300_1766381780-000_33E94V7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466498/original/025557700_1767846169-kue_sus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510238/original/099026900_1771823188-Untitled_design__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4040914/original/012982000_1654183386-Susu_pada_Makanan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511414/original/007391200_1771908561-cropped-a22d6a28-37f5-4dfd-8587-e755d804a17b.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404922/original/033017100_1762419560-Depositphotos_609549356_L.jpg)