Wajah Baru Bandara Narita Jepang, Ada Area Tatami sampai Tempat Merendam Kaki

1 hour ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Bandara Narita di dekat Tokyo, Jepang, membuka kembali sebagian gedung Terminal 1 pada Kamis, 9 April 2026. Wajah barunya menarik pengunjung ke dek observasi yang telah direnovasi dengan tempat merendam kaki dan area tikar tatami bagi para pelancong untuk bersantai.

Proyek renovasi, yang menelan biaya sekitar 2,5 miliar yen (sekitar Rp 268 miliar), melansir Mainichi, Sabtu, 11 April 2026, meliputi lantai lima gedung pusat Terminal 1, dan merupakan bagian dari upaya agar penumpang domestik dan luar negeri dapat merasakan budaya Jepang dan perubahan musim, menurut Narita International Airport Corp.

Area observasi, yang dinamai "Garden Walk," dilengkapi platform pengamatan bertingkat, memungkinkan pengunjung menyaksikan pesawat lepas landas dan mendarat tanpa pagar yang menghalangi pandangan, serta dengan tempat merendam kaki.

Ruang tatami merupakan bagian dari area relaksasi, yang juga menawarkan berbagai jenis tempat duduk termasuk sofa untuk 130 orang. Yuka Sagawa (47) dari Prefektur Chiba, tempat bandara berada, menyambut baik renovasi tersebut saat ia mengunjungi bandara bersama keluarganya untuk menyaksikan pesawat-pesawat.

"Menyenangkan sekali bisa merendam kaki sambil mengambil foto dan menyaksikan pesawat terbang tepat di depan saya," katanya. "Saya ingin kembali berkali-kali lagi."

Renovasi dimulai pada April tahun lalu dengan pekerjaan yang mencakup sekitar 8.000 meter persegi di dalam dan di luar gedung Terminal 1. Operator Bandara Narita Jepang juga mempertimbangkan untuk meningkatkan area Terminal 2.

Proyek Lainnya

Di sisi lain, pembukaan landasan pacu ketiga di Bandara Internasional Narita Jepang diperkirakan akan tertunda melebihi tanggal yang semula dijadwalkan pada Maret 2029, menurut sumber yang mengetahui hal tersebut pada Nippon.

Landasan pacu C sepanjang 3.500 meter yang baru saat ini sedang dibangun di bandara di kota Narita, Prefektur Chiba, dekat Tokyo, tapi pekerjaan tersebut terhambat karena kesulitan dalam memperoleh lokasi yang direncanakan.

Naoki Fujii, presiden Narita International Airport Corp., operator bandara, akan segera melaporkan penundaan tersebut pada Menteri Perhubungan Jepang, Yasushi Kaneko. Pekerjaan peningkatan fungsi juga sedang berlangsung di bandara, termasuk perpanjangan landasan pacu B yang ada sepanjang 2.500 meter.

Setelah selesai, kapasitas lepas landas dan pendaratan tahunan bandara diperkirakan akan meningkat dari 340.000 menjadi 500.000.

Tentang Bandara Narita

Meski sering disebut "bandara Tokyo," Narita sebenarnya berada di Prefektur Chiba, sekitar 60 km dari pusat Tokyo. Perjalanan ke kota bisa memakan waktu 1–1,5 jam, tapi tenang saja, karena Narita terhubung dengan kereta ekspres, seperti Narita Express dan Keisei Skyliner, yang terkenal tepat waktu dan nyaman.

Dari desain interior hingga pelayanan staf, bandara ini menonjolkan keramahan khas Jepang alias omotenashi, lengkap dengan dekorasi budaya dan fasilitas ramah wisatawan. Narita adalah salah satu gerbang internasional terbesar Jepang, terutama untuk penerbangan jarak jauh, meski sekarang berbagi peran dengan Bandara Haneda.

Haneda jauh lebih dekat ke pusat kota—hanya sekitar 20–30 menit—dan terhubung langsung dengan jaringan kereta urban, sehingga lebih praktis, terutama bagi pelancong dengan waktu terbatas.

Bandara Haneda vs Narita

Dari sisi penerbangan, Narita masih menjadi andalan untuk rute internasional jarak jauh, seperti ke Eropa dan Amerika, sementara Haneda yang dulunya berfokus pada penerbangan domestik kini semakin banyak melayani rute internasional.

Dalam hal fasilitas, Narita unggul dengan area yang lebih luas, serta pilihan belanja dan duty free yang beragam, cocok untuk transit lebih lama. Di sisi lain, Haneda menawarkan pengalaman yang lebih ringkas, modern, dan efisien, sehingga ideal untuk transit singkat atau perjalanan bisnis.

Secara keseluruhan, Haneda lebih unggul dalam kepraktisan dan efisiensi waktu, sedangkan Narita lebih cocok bagi penumpang yang memiliki waktu lebih longgar atau mencari pilihan penerbangan internasional yang lebih beragam.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |