Resep Kue Apem Tanpa Tape yang Empuk dan Mengembang Sempurna

4 hours ago 8

Liputan6.com, Jakarta - Kue apem adalah jajanan tradisional Indonesia yang kaya sejarah dan makna budaya, sering hadir dalam acara adat atau keagamaan. Kudapan manis ini juga menjadi teman minum teh dengan tekstur lembut, empuk, sedikit kenyal, serta aroma khas yang disukai banyak orang.

Secara tradisional, kue apem menggunakan tape singkong sebagai agen fermentasi alami untuk membantu adonan mengembang. Bahan ini juga memberikan aroma serta rasa asam manis yang menjadi ciri khasnya.

Namun, tidak semua orang menyukai atau memiliki akses ke tape singkong sehingga muncul resep kue apem tanpa tape sebagai alternatif. Resep ini tetap menghasilkan kue yang empuk dan mengembang, sekaligus membuka peluang variasi rasa dan bahan. Berikut resepnya, dihadirkan Liputan6.com, Rabu (6/5).

Mengenal Kue Apem dan Variasinya

Kue apem adalah jajanan tradisional Indonesia yang dibuat dari tepung beras, gula, ragi, dan santan kelapa. Adonannya difermentasi agar lembut dan berongga, lalu dikukus hingga matang dengan bentuk bulat atau cekung dan permukaan kecokelatan.

Kue ini biasa disajikan sebagai hidangan penutup atau camilan dalam acara tradisional dan upacara adat. Asal-usulnya dapat ditelusuri ke Kota Cirebon, meskipun kini telah berkembang dan dikenal di berbagai daerah di Indonesia.

Di Sulawesi Selatan, kue apem atau apang merupakan kue khas Bugis-Makassar dengan bentuk bulat lonjong atau kerucut yang dikukus. Kue ini memiliki tekstur kenyal dan rasa manis legit, serta paling nikmat disantap dalam kondisi hangat.

Meskipun tape singkong sering digunakan dalam resep tradisional, terdapat banyak variasi apem seperti apem kukus dengan kinca, apem selong, apem bersarang, dan apem pisang. Variasi tanpa tape juga semakin populer karena tetap menghasilkan kue empuk, sehingga bisa jjadi alternatif menarik.

Resep Kue Apem Tanpa Tape

Membuat kue apem tanpa tape tetap dapat menghasilkan tekstur yang empuk, lentur, dan berserat dengan pemilihan bahan yang tepat. Kunci keberhasilan terletak pada kualitas tepung, ragi yang aktif, dan proporsi santan yang pas agar adonan tidak terlalu cair. Resep ini cocok bagi Anda yang ingin menikmati kue apem dengan rasa manis gurih tanpa sentuhan asam dari tape. 

Bahan-bahan:

  • Tepung beras: 250 gram 
  • Tepung terigu: 100-130 gram 
  • Gula pasir: 150-250 gram (sesuai selera) 
  • Santan kental sedang: 500-600 ml (bisa dari santan instan + air) 
  • Ragi instan (fermipan): 1 - 1½ sendok teh 
  • Baking powder: ½ - 1 sendok teh 
  • Garam: ¼ - ½ sendok teh 
  • Daun pandan: 1-2 lembar (untuk aroma) 
  • Vanili bubuk/essence: ½ sendok teh (opsional) 
  • Pewarna makanan (opsional): sesuai selera 

Cara Membuat:

  1. Rebus Santan dan Gula: Masak santan bersama gula pasir, garam, dan daun pandan hingga gula larut dan santan hangat (jangan sampai mendidih). Aduk terus agar santan tidak pecah. Angkat dan biarkan hingga hangat kuku. 
  2. Campur Bahan Kering: Dalam wadah terpisah, campurkan tepung beras, tepung terigu, ragi instan, baking powder, dan vanili bubuk (jika menggunakan). Aduk rata semua bahan kering ini. 
  3. Satukan Adonan dan Fermentasi: Tuang larutan santan yang sudah hangat kuku sedikit demi sedikit ke dalam campuran tepung sambil terus diaduk menggunakan whisk hingga adonan licin dan tidak bergerindil. Jika ingin menambahkan pewarna makanan, masukkan pada tahap ini. Tutup wadah dengan serbet bersih atau plastik wrap, lalu diamkan adonan selama kurang lebih 30 menit hingga 1 jam atau sampai mengembang dan muncul gelembung-gelembung kecil. 
  4. Kukus Kue Apem: Setelah adonan mengembang, aduk kembali sebentar untuk menghilangkan gelembung udara yang terlalu besar. Panaskan kukusan hingga air mendidih dan beruap banyak. Olesi cetakan kue apem dengan sedikit minyak goreng agar tidak lengket. Tuang adonan ke dalam cetakan hingga ¾ penuh. Kukus selama 20-25 menit dengan api sedang hingga kue matang dan mengembang sempurna. Pastikan penutup kukusan dilapisi kain agar uap air tidak menetes ke kue. 
  5. Penyelesaian: Angkat kue apem yang sudah matang, biarkan sedikit dingin sebelum dikeluarkan dari cetakan. Resep Kue Apem Tanpa Tape siap disajikan. 

Tips untuk Kue Apem yang Mengembang Sempurna

Untuk menghasilkan kue apem yang empuk, lembut, dan mengembang tanpa tape, kualitas bahan baku sangat menentukan. Gunakan tepung beras yang baik dan ragi instan yang masih aktif, yang dapat diuji dengan air hangat dan gula hingga berbusa.

Konsistensi adonan dan proses fermentasi juga perlu diperhatikan dengan cermat. Adonan tidak boleh terlalu encer, lalu didiamkan di tempat hangat sekitar 30 menit hingga 1 jam sampai mengembang dan muncul gelembung udara.

Teknik pengukusan turut memengaruhi hasil akhir kue apem. Pastikan kukusan sudah panas, tutup dilapisi kain, dan hindari sering membuka kukusan agar kue dapat mengembang sempurna.

Penyajian dan Variasi Rasa

Kue apem tanpa tape yang baru matang memiliki aroma menggugah selera dan paling nikmat disajikan hangat. Penyajian umum dapat ditambah taburan kelapa parut yang telah dikukus dengan sedikit garam untuk memberi rasa gurih.

Kue ini cocok dinikmati bersama teh atau kopi hangat sebagai camilan sore atau hidangan penutup. Perpaduan rasa manis dan pahit menciptakan pengalaman bersantap yang lebih menyenangkan serta mempererat suasana kebersamaan.

Untuk variasi, adonan dapat diberi pasta pandan atau pewarna makanan agar lebih menarik. Penambahan topping seperti potongan nangka serta eksplorasi perisa lain dapat menciptakan kreasi unik, dan kue apem juga bisa dibekukan hingga 1 bulan untuk penyimpanan.

Pertanyaan dan Jawaban Resep Kue Apem Tanpa Tape

1. Apakah tape singkong bisa diganti dalam resep apem?

Ya, tape singkong berfungsi sebagai bahan fermentasi alami dan pemberi aroma khas. Jika tidak tersedia, Anda bisa menambahkan ragi instan sedikit lebih banyak, atau beberapa resep alternatif menggunakan yogurt atau kefir sebagai pengganti.

2. Apa perbedaan antara apem kukus dan apem panggang?

Perbedaan utama terletak pada metode memasak dan konsistensi adonan. Apem kukus dimasak dengan uap air, menghasilkan tekstur lembut dan lembap, sementara apem panggang dimasak di atas cetakan dengan api, seringkali menghasilkan bagian bawah yang lebih renyah dan bersarang. Adonan apem panggang umumnya juga lebih kental.

3. Mengapa adonan apem tidak mengembang?

Adonan apem mungkin tidak mengembang karena ragi yang tidak aktif atau sudah kadaluarsa, suhu air atau santan yang terlalu panas saat mencampur ragi, waktu fermentasi yang kurang optimal, atau adonan yang terlalu kental maupun terlalu encer.

4. Berapa lama kue apem bisa disimpan?

Kue apem umumnya dapat bertahan selama 1-2 hari pada suhu ruang. Jika disimpan dalam kulkas, daya tahannya bisa mencapai 3-5 hari.

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |