Trik Mengolah Jeroan Kurban Agar Tidak Bau dan Lebih Nikmat

9 hours ago 8

Sebelum mengetahui trik pengolahannya, penting memahami mengapa jeroan memiliki bau yang berbeda dibanding daging biasa.

Jeroan merupakan bagian organ dalam hewan seperti usus, babat, hati, paru, limpa, dan ginjal. Organ-organ ini memiliki fungsi biologis tertentu di dalam tubuh hewan sehingga aromanya cenderung lebih tajam dibandingkan daging otot biasa.

Selain itu, beberapa bagian jeroan masih menyimpan sisa lemak, darah, lendir, hingga kotoran jika tidak dibersihkan dengan benar. Hal inilah yang menjadi penyebab utama aroma amis atau bau prengus saat dimasak.

Proses penyimpanan yang kurang tepat juga bisa memperparah aroma tersebut. Jeroan yang terlalu lama berada di suhu ruang biasanya akan lebih cepat mengeluarkan bau menyengat dibanding daging biasa.

Karena itu, pengolahan jeroan membutuhkan perhatian lebih agar rasa dan aromanya tetap nikmat saat disantap.

Olahan Jeroan Favorit yang Banyak Disukai

Jika diolah dengan benar, jeroan bisa menjadi bahan utama berbagai hidangan khas Indonesia yang menggugah selera.

Beberapa olahan jeroan yang populer antara lain:

  • Soto babat
  • Gulai paru
  • Sambal goreng ati
  • Sate usus
  • Tongseng jeroan
  • Paru goreng
  • Oseng mercon kikil

Rasa gurih khas jeroan sangat cocok dipadukan dengan bumbu rempah Nusantara yang kaya rasa. Tidak heran jika banyak orang justru menunggu bagian jeroan saat pembagian kurban karena dianggap lebih istimewa.

Mengolah jeroan kurban agar tidak bau dan lebih nikmat sebenarnya tidak terlalu sulit jika mengetahui teknik yang tepat. Mulai dari proses membersihkan, merebus, hingga penggunaan rempah-rempah sangat memengaruhi hasil akhir masakan. Dengan pengolahan yang benar, jeroan tidak hanya bebas bau amis, tetapi juga bisa menjadi hidangan lezat yang disukai seluruh keluarga saat Iduladha.   

Pertanyaan Seputar Mengolah Jeroan Kurban

1. Kenapa jeroan kurban sering berbau amis atau prengus?

Bau amis pada jeroan biasanya berasal dari sisa darah, lemak, dan kotoran yang masih menempel. Jika tidak dibersihkan dengan benar, aroma khas jeroan akan semakin kuat saat dimasak. Karena itu, proses pencucian dan perebusan awal sangat penting sebelum jeroan diolah menjadi masakan.

2. Bagaimana cara membuat jeroan lebih empuk saat dimasak?

Jeroan bisa menjadi lebih empuk dengan cara direbus lebih dulu menggunakan api kecil dalam waktu cukup lama. Beberapa orang juga menambahkan daun salam, jahe, atau serai agar teksturnya lebih lembut sekaligus membantu mengurangi bau tidak sedap. Untuk bagian tertentu seperti babat atau paru, perebusan bertahap bisa membuat hasilnya lebih empuk.

3. Apakah jeroan harus dicuci berkali-kali?

Ya, jeroan sebaiknya dicuci beberapa kali menggunakan air mengalir hingga bersih. Bagian seperti usus bahkan perlu dibalik dan dibersihkan bagian dalamnya agar sisa kotoran benar-benar hilang. Setelah itu, jeroan bisa direndam sebentar dengan jeruk nipis atau cuka untuk membantu mengurangi aroma amis.

4. Bumbu apa yang cocok untuk menghilangkan bau jeroan?

Rempah-rempah seperti jahe, kunyit, lengkuas, serai, daun jeruk, dan daun salam sering digunakan untuk membantu mengurangi bau jeroan. Selain memberi aroma lebih segar, bumbu tersebut juga membuat rasa masakan jadi lebih gurih dan nikmat.

5. Jeroan paling enak dimasak menjadi apa?

Jeroan bisa diolah menjadi berbagai masakan lezat seperti soto, gulai, sambal goreng ati, sate, hingga tumisan pedas. Jika diolah dengan benar, tekstur jeroan bisa terasa empuk dan rasanya tidak kalah nikmat dibanding daging kurban biasa.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |