Liputan6.com, Jakarta - Guinness World Records memverifikasi cap tangan yang diperkirakan berusia 67.800 tahun di Gua Liang Metanduno, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia sebagai lukisan tertua di dunia untuk kategori seni nonfiguratif.
Dikutip dari laman Guinness World Records pada Jumat (29/5/2026), lukisan tersebut merupakan salah satu dari sejumlah karya seni Paleolitik yang diteliti di lokasi itu. Detail penemuan dari para ahli arkeologi dan arkeometri ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature pada 21 Januari 2026.
Guinness World Records mewawancarai tiga peneliti utama dalam studi tersebut yakni Dr Adhi Agus Oktaviana, peneliti dan ahli arkeometri dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, yang meneliti secara mendalam seni gua dari era Pleistosen Akhir, lalu Adam Brumm dan Maxime Aubert, keduanya profesor arkeologi dari Griffith University, Australia.
Mereka menyampaikan bahwa penelitian untuk menentukan usia seni gua di Sulawesi dimulai sejak 2012, meski saat itu fokus penelitian berada di wilayah semenanjung barat daya pulau tersebut. Baru beberapa tahun kemudian tim peneliti memulai kerja lapangan di semenanjung tenggara yang berdekatan, termasuk di Pulau Muna, tempat mereka akhirnya menemukan seni cadas tertua di kawasan itu sejauh ini.
Adhi Agus bergabung dengan tim pada 2013 sebagai peneliti utama seni cadas di lapangan. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka mulai bekerja sama dengan para ahli lain seperti geokronolog Renaud Joannes-Boyau untuk mengembangkan metode baru yang lebih efisien dalam menentukan usia karya seni tersebut.
Tantangan saat Penelitian
Tim peneliti mengaku sebenarnya sudah tidak asing lagi dengan penemuan arkeologi yang luar biasa. Sebelumnya, beberapa seri lukisan gua sangat tua di Sulawesi juga telah beberapa kali dipublikasikan dalam jurnal Nature. Namun, belum pernah ditemukan karya yang setua ini.
Ketika ditanya mengenai tantangan dalam melakukan penelitian, Adam Brumm dan Adhi Agus menyebut kesulitan logistik serta tantangan pribadi kerap muncul saat kerja lapangan di lokasi terpencil. Meski demikian, Brumm mengatakan pengalaman tersebut sebagian besar sangat mendebarkan dan mampu mengubah hidup.
Menurutnya, tantangan terbesar justru terletak pada upaya mencari pendanaan untuk mendukung penelitian, serta lamanya proses teknis di laboratorium untuk mengembangkan dan menguji metode penanggalan baru yang digunakan guna menentukan usia seni cadas tersebut.
"Kerja sama tim sangat penting dalam penelitian seperti ini karena sifatnya multidisipliner. Dibutuhkan keterampilan dan keahlian dari banyak ilmuwan berbeda, mulai dari arkeolog lapangan hingga spesialis penanggalan, untuk mengungkap data arkeologi baru dan memecahkan misteri masa lalu kuno," kata Brumm.
Harapan Peneliti
Adhi pun mengungkapkan rasa bangganya sebagai peneliti karena hasil penelitian ini tidak hanya diakui komunitas arkeologi Indonesia, tetapi juga secara global, termasuk melalui pengakuan dari Guinness World Records. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam studi tersebut, seraya menegaskan bahwa penelitian ini merupakan hasil sinergi banyak individu, ahli, dan institusi, termasuk arkeolog lokal dan universitas.
Seluruh peneliti utama sepakat bahwa penelitian ini membuka wawasan baru mengenai akar mendalam budaya seni dalam spesies manusia. Adhi secara khusus menyoroti bahwa temuan ini memberi petunjuk mengenai migrasi manusia modern awal ke kawasan tersebut serta menggambarkan tingkat kognitif mereka yang memungkinkan mereka merekam aktivitas sehari-hari di dalam gua melalui lukisan nonfiguratif maupun figuratif.
Ke depan, tim peneliti berharap dapat menemukan lebih banyak contoh seni kuno semacam ini di Sulawesi dan memahami lebih jauh kehidupan budaya serta pengalaman masyarakat yang menciptakannya. Mereka juga berharap dapat melestarikan situs-situs tersebut secara digital melalui kerja sama dengan berbagai institusi, mengingat banyak situs purba kini terancam kerusakan akibat pengelupasan permukaan maupun vandalisme oleh sebagian pengunjung.
Indonesia Banyak Situs Kuno
Dalam pesan mereka kepada para peneliti muda yang bercita-cita menjadi arkeolog, Brumm dan Aubert mendorong generasi muda untuk selalu mengingat bahwa dunia masa lalu manusia adalah tempat yang luar biasa. Kisah-kisah arkeologi, menurut mereka, sering kali lebih aneh daripada fiksi dan jauh lebih menarik, serta masih menyimpan begitu banyak misteri yang belum terungkap.
Sementara itu, Adhi mengatakan bahwa para calon arkeolog lokal di Indonesia patut merasa bangga karena kawasan ini memiliki begitu banyak situs kuno dan warisan budaya yang luar biasa. Menurutnya, masih dibutuhkan lebih banyak penelitian dan publikasi untuk memperdalam pemahaman terhadap kekayaan tersebut.
"Luangkan waktu sesering mungkin untuk membaca atau merenungkan betapa menakjubkannya menjadi manusia dan perjalanan luar biasa kita, dari nenek moyang kera yang mulai berjalan tegak hingga menjadi makhluk luar biasa seperti sekarang ini," kata Adhi.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7238087/original/062035900_1780022837-Screenshot_2026-05-29_094123.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7259239/original/017157900_1780045382-Twin_House_di_Kawasan_Blok_M.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4543791/original/077857500_1692435089-Snapseed_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5328593/original/032650200_1756261730-063_2196122888.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7252439/original/025786000_1780038650-4512004751297990195.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4802010/original/004623100_1713173463-IMG_2018.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7242772/original/006397700_1780028121-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_10.42.52__1_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7148470/original/006359800_1779936747-daging_kurban.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7249294/original/091065000_1780035178-6664491335230151661.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7240882/original/015071600_1780025977-Prol_Tape_Ubi_Ungu_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7239876/original/022356400_1780024780-15132255560848003884.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/7160220/original/057659700_1779949591-daging_kurban__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406426/original/081149500_1762572222-Sepiring_sate_klatak_Jogja__Wikimedia_Commons_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4869029/original/070482300_1718869107-Satu_panci_sop_tulang_sapi._Liputan6.comWikimedia_CommonsTaman_Renyah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4046666/original/080599800_1654684610-candi_borobudur.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7241806/original/052566800_1780027005-Bread_Puding_Roti_Tawar_Kukus_yang_Lembut.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7240439/original/066749000_1780025473-13750472683816358230.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4953321/original/095071700_1727316540-Sajian_daging_sapi_lada_hitam_yang_empuk_dan_pedas.__Liputan6.comIGlayla.ayesha_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7240355/original/036132600_1780025215-Kambing_Kecap_Tanpa_Nanas_yang_Empuk_dan_Tidak_Bau_Prengus.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484152/original/054897800_1769414667-Gemini_Generated_Image_px7w5npx7w5npx7w.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498890/original/093027800_1770725754-image__57_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5516283/original/012128900_1772274598-WhatsApp_Image_2026-02-27_at_19.33.04.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490055/original/041786300_1769987581-Matera_Reside.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518622/original/086723800_1772514079-cropped-4c856ac0-ea24-40bb-a37b-540c0d601eeb.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533834/original/068860100_1773784980-WhatsApp_Image_2026-03-18_at_03.05.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490070/original/049147700_1769994542-AP26032840374760.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494624/original/004797900_1770301548-000_33YZ6V9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489247/original/062304300_1769833156-dada_ayam_kukus4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485209/original/002570800_1769498234-nipah_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500323/original/022128900_1770860747-cumi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5354370/original/022354000_1758247499-mj-tangonan-CAUgg2lxRk0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338217/original/075517700_1756967700-ss.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291958/original/097840200_1753237315-nasgor_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5180934/original/084797400_1743849572-20250405-Monas-HER_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490297/original/019286600_1770006932-ikan_kembung__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496077/original/078576300_1770463228-042749200_1609160437-agto-nugroho-NYMRvWePmn8-unsplash.jpg)