Liputan6.com, Jakarta - Apem kukus merupakan salah satu kue tradisional yang digemari karena teksturnya yang lembut dan cita rasanya yang manis legit. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang gagal membuat apem kukus karena hasilnya bantat, padat, atau terasa kecut. Masalah ini biasanya muncul akibat kesalahan dalam proses fermentasi, takaran bahan yang kurang tepat, atau teknik mengukus yang belum sesuai. Padahal, jika dibuat dengan cara yang benar, apem kukus bisa mengembang sempurna dengan aroma yang harum dan rasa yang pas.
Berikut tips penting membuat apem kukus mulai dari pemilihan bahan, cara mengaktifkan ragi, hingga teknik mengukus yang benar agar hasil apem empuk dan bersarang cantik. Dengan memahami langkah-langkah kuncinya, siapa pun—termasuk pemula—bisa membuat apem kukus yang lezat, mengembang sempurna, dan bebas rasa asam yang mengganggu.
1. Pemilihan Bahan yang Tepat
Kunci pertama untuk membuat apem kukus yang empuk adalah memilih bahan berkualitas. Tepung terigu sebaiknya yang serbaguna atau protein sedang agar teksturnya pas saat dicampur dengan ragi dan santan. Santan segar yang kental juga lebih disarankan dibanding santan instan, karena memberikan aroma harum alami dan membuat adonan lebih lembut. Selain itu, gula yang digunakan harus larut sempurna sehingga tidak menimbulkan rasa pahit atau kecut pada adonan.
Bahan-bahan tambahan seperti tape singkong atau ragi instan juga harus diperhatikan kualitasnya. Tape yang sudah terlalu asam atau ragi yang sudah kadaluarsa dapat membuat apem terasa kecut atau gagal mengembang. Oleh karena itu, selalu gunakan bahan segar, periksa tanggal kadaluarsa, dan pastikan semua bahan berada dalam kondisi baik sebelum dicampur.
2. Takaran Bahan yang Akurat
Kesalahan umum membuat apem bantat adalah takaran bahan yang tidak tepat. Terlalu banyak tepung dapat membuat adonan berat dan sulit mengembang, sementara terlalu banyak cairan bisa membuat adonan terlalu encer sehingga susah mengembang. Gunakan timbangan atau gelas ukur untuk mendapatkan proporsi tepung, santan, gula, dan tape yang seimbang.
Selain itu, perhatikan juga takaran ragi. Jumlah ragi yang terlalu sedikit akan membuat adonan lambat mengembang, sedangkan terlalu banyak dapat menghasilkan rasa kecut yang kuat. Dengan takaran yang pas, adonan apem memiliki konsistensi yang ideal: cukup kental untuk menahan udara dari fermentasi, tapi cukup ringan agar mudah mengembang saat dikukus.
3. Teknik Mengaktifkan Ragi yang Benar
Ragi harus diaktifkan sebelum dicampurkan ke adonan utama. Caranya, larutkan ragi dalam sedikit air hangat atau santan hangat dengan gula, kemudian biarkan selama 5–10 menit hingga berbuih. Proses ini memastikan ragi aktif dan siap menghasilkan gas yang akan membuat apem mengembang sempurna.
Jika ragi langsung dicampur ke adonan tanpa diaktifkan, kemungkinan besar apem akan bantat dan padat. Selain itu, penggunaan air atau santan yang terlalu panas dapat membunuh ragi, sehingga adonan gagal mengembang. Teknik mengaktifkan ragi ini menjadi salah satu kunci rahasia untuk mendapatkan apem kukus yang empuk dan bersarang cantik.
4. Fermentasi Adonan yang Cukup
Setelah semua bahan tercampur rata, biarkan adonan fermentasi selama 30–60 menit atau hingga mengembang dua kali lipat. Proses fermentasi yang cukup membantu terbentuknya rongga udara dalam adonan, sehingga apem menjadi ringan dan tidak bantat. Pastikan adonan ditempatkan di tempat hangat, bebas dari angin atau suhu dingin yang dapat memperlambat fermentasi.
Fermentasi yang terlalu lama juga harus dihindari, karena akan membuat adonan terlalu asam dan apem menjadi kecut. Oleh karena itu, perhatikan waktu dan suhu fermentasi agar adonan mencapai kondisi ideal — cukup mengembang, harum, dan siap dikukus untuk menghasilkan tekstur apem yang lembut.
5. Teknik Mengukus yang Tepat
Proses pengukusan juga menentukan hasil akhir apem. Pastikan kukusan sudah dipanaskan terlebih dahulu dan air mendidih sebelum adonan dimasukkan. Jangan membuka tutup kukusan terlalu sering, karena uap panas yang keluar dapat membuat apem gagal mengembang dan bantat.
Gunakan api sedang agar panas merata dan adonan matang secara perlahan. Setelah matang, biarkan apem sedikit dingin sebelum diangkat agar teksturnya stabil dan tidak kempis. Teknik mengukus yang tepat menjadi langkah terakhir namun sangat penting untuk memastikan apem kukus empuk, bersarang cantik, dan bebas rasa kecut.
Pertanyaan Umum Seputar Topik
1. Mengapa apem kukus sering bantat?
Biasanya karena takaran bahan tidak tepat, ragi tidak aktif, atau proses fermentasi dan pengukusan kurang optimal.
2. Bagaimana cara agar apem kukus tidak kecut?
Gunakan bahan segar, periksa kualitas tape atau ragi, dan jangan biarkan fermentasi terlalu lama agar rasa tetap manis dan ringan.
3. Berapa lama adonan apem harus difermentasi?
Idealnya sekitar 30–60 menit atau hingga adonan mengembang dua kali lipat, tergantung suhu ruangan.
4. Apakah boleh membuka tutup kukusan saat apem dikukus?
Sebaiknya tidak, karena uap panas keluar dapat membuat apem gagal mengembang dan bantat.
5. Bahan apa saja yang paling memengaruhi tekstur apem?
Tepung, santan, tape, dan ragi — kualitas dan proporsinya menentukan apem lembut, bersarang, dan bebas kecut.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4738398/original/020078100_1707408683-photo__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510843/original/056004200_1771840658-unnamed__40_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511957/original/024038900_1771921564-029562400_1459142452-gpkoner.blgspt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511418/original/091460800_1771908931-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_10.25.08.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2245764/original/016454800_1528682890-resep-sajian-lebaran-kacang-bawang-gurih-renyah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511514/original/054638900_1771911407-Gemini_Generated_Image_rs1qzars1qzars1q_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511593/original/049957300_1771913773-kuker_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511442/original/034571700_1771909343-unnamed__50_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500436/original/032525300_1770865507-gambar__39_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451990/original/029203300_1766381780-000_33E94V7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466498/original/025557700_1767846169-kue_sus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510238/original/099026900_1771823188-Untitled_design__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4040914/original/012982000_1654183386-Susu_pada_Makanan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511414/original/007391200_1771908561-cropped-a22d6a28-37f5-4dfd-8587-e755d804a17b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1205357/original/088400800_1460803843-bersihin_lantai2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3593035/original/057198900_1633420080-Delima.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5505843/original/034549200_1771397895-telur_tahu_kukus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5322728/original/006784700_1755753794-kue_cubit_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511242/original/012021200_1771902699-BAFTA.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404922/original/033017100_1762419560-Depositphotos_609549356_L.jpg)