Perjalanan Restoran Mi Singapura di Jakarta sampai Akhirnya Bersertifikat Halal

2 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Restoran mi Singapura, Little Red Dot, resmi mengantongi sertifikat halal setelah melalui proses panjang dan penuh tantangan. Pencapaian ini menjadi bagian dari kampanye, "Dulu Viral, Sekarang Halal," yang diusung GF Culinary Group untuk memperluas pasar, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen Muslim di Indonesia.

Little Red Dot dikenal lewat menu andalannya, Singapore Fishball Noodle, yang sempat viral. Namun, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kehalalan produk, sertifikasi halal kini menjadi kebutuhan utama, bukan sekadar pelengkap.

Manajemen menyebut keputusan ini didorong rencana ekspansi besar di Indonesia. "Kami ingin semua masyarakat menikmati produk kami tanpa ragu. Sertifikasi halal adalah komitmen kami untuk memberi rasa aman," ujar Ken, perwakilan brand manajemen, di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026. 

Proses sertifikasi halal ini memakan waktu sekitar lima hingga enam bulan, mulai dari pengajuan hingga sertifikat terbit. Tahapannya mencakup verifikasi dokumen, audit oleh lembaga pemeriksa halal, sampai penetapan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tantangan terbesar terletak pada penyesuaian bahan baku, serta kesiapan vendor yang belum seluruhnya bersertifikat halal. Meski begitu, perusahaan melihat langkah ini sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat posisi brand di industri kuliner nasional.

Proses sertifikasi halal di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Regulasi ini mewajibkan produk yang beredar di Indonesia untuk bersertifikat halal, dengan penerapan yang dilakukan secara bertahap dan mulai berlaku luas sejak 2024.

Proses Panjang di Balik Sertifikasi Halal

Dalam sistem tersebut, pelaku usaha mengajukan permohonan melalui BPJPH, dilanjutkan audit oleh LPH, dan penetapan halal oleh MUI sebelum sertifikat diterbitkan.

Direktur Administrasi, Keuangan, dan Digitalisasi LPH-KHT Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rafik Djunaedi, menegaskan bahwa sertifikasi halal tidak hanya memeriksa bahan baku, tapi seluruh rantai produksi. "Kami mengaudit secara menyeluruh, mulai dari bahan, proses produksi, hingga distribusi."

"Semua harus memenuhi standar sistem jaminan produk halal," ujarnya. Ia menambahkan, secara regulasi, proses ini bisa selesai dalam sekitar 21 hari kerja setelah semua syarat terpenuhi. Namun, dalam praktiknya, durasi sangat bergantung pada kesiapan dokumen dan kelengkapan dari pelaku usaha.

Salah satu tantangan terbesar Little Red Dot adalah memastikan seluruh bahan baku berasal dari sumber bersertifikat halal. Tidak semua vendor lama memenuhi standar tersebut, sehingga perusahaan harus menunggu kesiapan masing-masing pihak.

Tantangan Vendor dan Penyesuaian Bahan Baku

Manajemen mengakui proses ini cukup kompleks. "Kami harus memastikan setiap vendor memiliki sertifikasi halal. Itu yang membuat prosesnya lebih lama," ujar Ken.

Selain itu, faktor eksternal seperti libur panjang nasional ikut memperlambat proses. Untuk mengatasinya, Little Red Dot mulai beralih ke bahan baku lokal. Langkah ini mempercepat sertifikasi, sekaligus menyesuaikan cita rasa dengan preferensi konsumen Indonesia yang cenderung menyukai rasa lebih kuat.

Sertifikasi halal tidak hanya mencakup bahan baku, tapi seluruh operasional restoran—mulai dari dapur, penyimpanan, hingga penyajian—harus memenuhi standar yang ditetapkan. "Kami memiliki tim internal untuk pengawasan, serta bekerja sama dengan auditor eksternal agar standar tetap terjaga," sebutnya.

Transformasi Restoran

Kampanye "Dulu Viral, Sekarang Halal" menandai transformasi Little Red Dot dari sekadar tren kuliner menjadi brand yang lebih terpercaya. Sebelumnya, popularitas restoran ini didorong media sosial, tapi tanpa sertifikasi halal, sebagian konsumen masih ragu untuk mencoba.

Manajemen menilai, sertifikasi halal membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak konsumen. "Dulu banyak yang ingin mencoba, tapi masih ragu. Sekarang kami ingin menghilangkan keraguan itu," ucap Ken.

Saat ini, Little Red Dot telah memiliki beberapa gerai di Jabodetabek dan berencana ekspansi ke kota lain, seperti Surabaya dan Semarang. Dengan sertifikasi halal, restoran ini optimistis bisa memperluas pasar, sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan di tengah persaingan industri kuliner yang semakin ketat.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |