Menu Sahur dan Buka Puasa untuk Pasien Diabetes, Bantu Jaga Gula Darah Terkontrol

1 day ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Menu sahur bagi pasien diabetes membutuhkan perhatian khusus. Pemilihan makanan yang tepat tidak hanya membantu menjaga energi sepanjang hari, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil. 

Menu sahur sebaiknya disusun dengan komposisi gizi seimbang, rendah indeks glikemik, serta kaya serat dan protein. 

Mengutip laman News18 berikut menu sahur yang dianjurkan untuk pasien diabetes. 

1. Nasi Merah

Nasi merah mengandung indeks glikemik rendah, sehingga tidak menyebabkan kenaikan gula darah secara langsung. Nasi merah juga tinggi serat dan selenium yang berperan dalam mencegah lonjakan gula darah serta menjaga keseimbangan gula darah.

Nasi merah dianjurkan untuk sahur atau berbuka puasa karena jenis karbohidrat kompleks untuk dikonsumsi.

2. Telur Rebus

Telur rebus mengandung protein tinggi, namun tetap rendah kalori. Protein berperan dalam menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. Dan memberikan rasa kenyang lebih lama. 

Bisa tambahkan sayur rebus seperti brokoli, bayam, atau kale. Jenis sayur ini mengandung serat, mineral, dan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan.

3. Seafood

Kandungan asam lemak omega-3 dalam seafood dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Makanan laut juga rendah karbohidrat, sehingga membantu mengontrol gula darah. Seafood yang baik seperti, salmon, ikan, tuna, udang, cumi-cumi dan kerang.

Seafood bisa Anda konsumsi saat sahur atau berbuka. Namun, tetap dalam batas yang wajar.

4. Oatmel dengan buah-buahan

Oatmeal bisa mengontrol gula darah dengan memperlambat penyerapan glukosa. Sementara serat dalam buah memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga bisa mengontrol berat badan.

5. Roti Gandum

Roti gandum memiliki karbohidrat kompleks sehingga menghindari lonjakan gula darah yang tajam. Kandungan seratnya juga mengontrol penyerapan glukosa.

Anda bisa tambahkan alpukat yang mengandung lemak sehat. Alpukat juga mengandung protein sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama saat puasa.

6. Kurma

Kurma jadi buah yang identik dengan bulan Ramadan dan sering dikonsumsi saat buka puasa maupun sahur.

Meski rasanya manis, namun buah ini memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga aman dikonsumsi bagi pasien diabetes. Agar menjaga gula darah tetap stabil, cukup makan 1-3 buah kurma saja.

Menu-menu tersebut mengandung kombinasi karbohidrat kompleks, protein, serta serat yang membantu tubuh mempertahankan energi sekaligus menjaga kestabilan gula darah.

Sumber Protein untuk Mengontrol Gula Darah

Protein berperan penting dalam menghambat kenaikan gula darah secara cepat setelah makan. Oleh karena itu, menu sahur sebaiknya selalu mengandung sumber protein seperti telur, yogurt tanpa gula, susu rendah lemak, atau kacang-kacangan.

Omelet sayur menjadi salah satu menu sahur yang dianjurkan karena memadukan protein dari telur dengan serat dari sayuran. 

Yogurt dengan tambahan buah segar dan kacang juga dapat menjadi pilihan praktis yang membantu mempertahankan rasa kenyang sekaligus menjaga metabolisme tetap stabil.

Karbohidrat Kompleks untuk Energi Tahan Lama

Karbohidrat tetap diperlukan saat sahur, tetapi jenisnya harus dipilih dengan cermat. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, dan roti gandum lebih dianjurkan karena dicerna lebih lambat oleh tubuh. 

Proses pencernaan yang lebih lama membantu menjaga kestabilan gula darah sekaligus membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

Nasi merah, oatmeal, atau hidangan berbahan biji-bijian disebut sebagai pilihan yang membantu menjaga energi tanpa memicu lonjakan gula darah.

Pentingnya Hidrasi

Pasien diabetes dianjurkan makan dalam porsi cukup, tidak berlebihan, serta minum air yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi.

Selain itu, pasien diabetes juga dianjurkan berkonsultasi dengan dokter mengenai penyesuaian obat dan jadwal makan agar puasa dapat dijalankan dengan aman.

Makanan yang Dihindari Pasien Diabetes

a. Minuman manis dan kalori tinggi seperti, minuman bersoda, dan jus buah kalengan.

b. Lemak berlebih seperti, gorengan, kentang goreng, dan keripik kemasan.

c. Makan siap saji seperti, pizza, burger, dan hotdog.

d. Makanan berbahan pengawet, seperti buah kaleng, minuman kaleng dan lainnya.

e. Produk susu tinggi lemak seperti, susu full cream,es krim, dan keju.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |