Minggu Pertama Puasa, Maag dan GERD Jadi Keluhan Kesehatan Terbanyak

1 day ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Pada awal puasa, gangguan pencernaan seperti maag dan GERD jadi masalah kesehatan terbanyak berdasarkan data dua tahun terakhir. Puncak keluhan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan berdasarkan laporan dari Halodoc bertajuk Laporan Indonesia Health Insights Report 2026 Q1.

Selain masalah pencernaan, banyak pengguna Halodoc yang melaporkan pusing dan vertigo secara bersamaan di pekan pertama puasa.

"Analisis data Halodoc menunjukkan bahwa vertigo selama Ramadan banyak dipicu oleh perubahan pola tidur, kelelahan, serta dehidrasi saat tubuh menyesuaikan diri dengan ritme biologis yang baru," tulis Halodoc dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu, 22 Februari 2026.

Board of Medical Excellence Halodoc dokter Irwan Heriyanto, MARS mengungkapkan bahwa fase awal Ramadan merupakan periode adaptasi biologis yang krusial. Di fase awal bulan puasa Ramadan terdapat perubahan rutinitas seperti jam makan dan tidur selama Ramadan mempengaruhi keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh.

"Kurang tidur, konsumsi makanan tinggi gula saat berbuka, serta perubahan pola hidrasi dapat memicu peradangan kulit," katanya.

Lalu, sebagian orang yang mengeluhkan pusing bisa jadi efek dari berhenti minum kopi. "Penghentian asupan kafein saat mulai berpuasa juga dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi dan menimbulkan sakit kepala,"ujar Irwan.

Muncul Keluhan Kulit

Di sisi lain, keluhan kulit yang dilaporkan mencakup jerawat meradang, bruntusan, komedo, bekas jerawat yang memburuk, serta rasa gatal dan kemerahan. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan pola tidur, konsumsi makanan manis saat berbuka, dan pergeseran rutinitas harian.

Konsultasi terkait jerawat meningkat sebesar +22% di Halodoc.

"Kurang tidur, konsumsi makanan tinggi gula saat berbuka, serta perubahan pola hidrasi dapat memicu peradangan kulit," katanya.

Gangguan Menstruasi

Selain keluhan tersebut, laporan ini juga menyoroti adanya keluhan gangguan menstruasi meningkat rata-rata 44% dibandingkan rata-rata mingguan sebelum Ramadan 2025.

Sepanjang Ramadan, perempuan paling sering berkonsultasi mengenai telat haid, haid tertunda selama puasa, flek di luar jadwal, hingga nyeri haid yang terasa lebih berat dari biasanya.

Irwan mengatakan hal ini bisa jadi terkait dengan adaptasi tubuh dan tingkat stres selama puasa juga berdampak pada kesehatan reproduksi perempuan.

Tips Jaga Kesehatan Selama Bulan Puasa Ramadan

Supaya badan tetap sehat selama bulan puasa Ramadan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti disampaikan Irwan:

  • Terapkan pola minum bertahap 2–4–2 antara berbuka hingga sahur untuk menjaga hidrasi.
  • Tingkatkan konsumsi serat dan buah, serta batasi makanan tinggi gula dan minuman bersoda.
  • Tetap lakukan aktivitas fisik ringan untuk menjaga metabolisme tubuh.
  • Dukung daya tahan tubuh dengan asupan vitamin C dan Zinc sesuai kebutuhan.

Tips Menjaga Kesehatan Kulit

  • Kurangi konsumsi makanan tinggi gula yang dapat memicu peradangan kulit.
  • Pastikan waktu tidur cukup dan kelola stres selama Ramadan.
  • Gunakan perawatan dasar kulit secara konsisten untuk menjaga skin barrier.
  • Lakukan konsultasi medis apabila jerawat memburuk atau sering kambuh.

Tips Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi.
  • Atur kembali ritme tidur agar keseimbangan hormonal tetap terjaga.
  • Konsultasikan ke dokter jika memiliki riwayat nyeri haid berat, PCOS, atau siklus tidak teratur.
Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |