Liputan6.com, Jakarta - Jumlah turis asing yang berkunjung ke Amerika Serikat (AS) sepanjang 2025 menurun hingga enam persen. World Travel and Tourism Council (WTTC) menyebut salah salah satu penyebabnya adalah kebijakan anti-imigrasi AS.
Presiden dan CEO sementara WTTC, Gloria Guevara menyatakan banyak pelancong yang didominasi generasi muda mencari alternatif destinasi lain untuk dikunjungi selain AS yang dianggap tak lagi ramah pada turis. Mereka beralih ke negara-negara Eropa, seperti Spanyol dan Prancis, serta Jepang.
Warga Amerika Latin yang terhitung sebagai tetangga dekat AS, termasuk Kolombia dan Meksiko, kini juga lebih jarang bepergian ke AS. Kalau pun ada warga Meksiko yang pergi ke AS, durasi perjalanan mereka lebih singkat, kata Guevara dalam sebuah wawancara di Madrid, dikutip dari VN Express, Rabu (21/1/2026).
Penurunan minat mengunjungi AS juga tampak dari wisatawan Kanada, Meksiko, dan Eropa. Seiring dengan penurunan jumlah kunjungan wisatawan asing ke AS, negara ketiga yang paling banyak dikunjungi di dunia itu diperkirakan mengalami penurunan pendapatan dari pengeluaran wisatawan asing sebesar tujuh persen, menurut WTTC.
Namun, WTTC menyebut bahwa pengeluaran wisatawan domestik mengimbangi hal ini. AS adalah ekonomi pariwisata dan perjalanan terbesar di dunia.
Namun secara global, WTTC mencatat kontribusi industri pariwisata masih positif, menyumbang sekitar 10,3 persen dari produk domestik bruto global. Pengeluaran pariwisata tumbuh dua kali lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekonomi global.
Proyeksi Pertumbuhan Industri Pariwisata
WTTC menyatakan bahwa tingkat pengeluaran wisatawan meningkat 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lebih dari 1,5 miliar wisatawan menghabiskan USD 11,7 triliun untuk hotel, kapal pesiar, dan penerbangan tahun lalu, menurut data WTTC.
"Industri pariwisata terus tumbuh meskipun ada reaksi negatif dari beberapa penduduk lokal di tempat-tempat wisata populer," kata Guevara. "Kita belum melihat dampak pariwisata berlebihan, dan contoh terbaiknya justru di tempat-tempat di mana pariwisata berlebihan terjadi, khususnya di Eropa dan Jepang, di mana kita melihat rekor baru," sambungnya.
Industri pariwisata global diperkirakan akan tumbuh 4,5 persen pada 2026, sekali lagi melampaui pertumbuhan ekonomi global, menurut WTTC. Prancis menerima 105 juta pengunjung pada tahun 2025, sementara lebih dari 96,5 juta wisatawan tiba di Spanyol, menurut perkiraan WTTC, jauh di atas 68 juta yang mengunjungi AS tahun lalu.
Sementara, angka kunjungan turis asing ke Jepang pada 2025 diperkirakan akan kembali memecahkan rekor. Pemerintah setempat pada Selasa, 20 Januari 2026, memperkirakan angkanya akan menembus 42,7 juta orang.
Tren Pertumbuhan Positif Sektor Pariwisata Jepang
Seiring peningkatan itu, tingkat pengeluaran turis asing di Jepang juga mencapai rekor tertinggi baru sepanjang masa, yakni sebesar 9,5 triliun yen (sekitar Rp1.020 triliun). Pencapaian itu didorong oleh pelemahan yen dan peningkatan penerbangan ke Jepang.
Di sisi lain, jumlah wisatawan China yang berkunjung ke Jepang menunjukkan penurunan 45 persen pada Desember 2024 menjadi 330 ribu orang, kata Menteri Pariwisata Jepang Yasushi Kaneko dalam jumpa pers. Penurunan ini menunjukkan aksi boikot China terhadap Jepang berdampak nyata.
Seruan boikot itu menyusul konflik yang sedang berlangsung antara Jepang dan Tiongkok. Mengutip Kyodo News, Selasa (20/1/2026), hal itu diyakini masih akan terus berlangsung dan membebani tren perjalanan masuk pada 2026.
Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata menyatakan bahwa penurunan jumlah wisatawan China itu adalah penurunan pertama sejak Januari 2022 selama pandemi COVID-19. Hingga kini, sambung dia, pemerintah masih memantau situasi seputar wisatawan Tiongkok.
Analisis Kondisi Pariwisata Indonesia
Di sisi lain, meski mengalami peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 10,44 persen pada 2025, kondisi pariwisata Indonesia dinilai tak baik-baik saja. Hal itu didasarkan data ASEAN Statistics Division (ASEANStats) 2024 yang menempatkan Indonesia di posisi kelima dalam hal jumlah kunjungan wisman.
"Posisi pariwisata Indonesia kini tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga, terutama Vietnam yang telah berhasil menyalip posisi Indonesia selama dua tahun berturut-turut," ujar Senior Analyst NEXT Indonesia Center, Sandy Pramuji, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026, dikutip dari laman nextindonesia.id, Selasa (20/1/2026).
Dibandingkan Indonesia, Vietnam dinilai sangat agresif membangun ekosistem wisatanya. Hasilnya, Vietnam yang pada 2021 hanya mencatat 4.000 wisman, melonjak drastis hingga mencapai 17,6 juta pada 2024. Sementara, Indonesia hanya mampu mendatangkan 14,3 juta wisman pada periode yang sama.
Pangsa pasar Indonesia di ASEAN pun terus menciut, dari 13,51 persen pada 2022 menjadi hanya 11,28 persen pada 2024. Ketergantungan yang terlalu besar pada Pulau Bali juga dianggap sebagai risiko fatal bagi masa depan sektor ini.
"Kita tidak bisa lagi hanya sekadar merayakan angka pemulihan pariwisata jika pada saat yang sama pangsa pasar kita justru menciut," ujar Sandy.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5130499/original/005554400_1739345568-pexels-nicole-michalou-5779170.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429496/original/011233600_1764589725-ayam_saus_mentai_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511769/original/028505300_1771917729-Screenshot_2026-02-24_142134.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509414/original/041345000_1771703553-Makaka_Jepang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512080/original/016445900_1771923711-kue_lebarann.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511831/original/025134400_1771918493-Untitled_design__24_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4738398/original/020078100_1707408683-photo__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510843/original/056004200_1771840658-unnamed__40_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511957/original/024038900_1771921564-029562400_1459142452-gpkoner.blgspt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511418/original/091460800_1771908931-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_10.25.08.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2245764/original/016454800_1528682890-resep-sajian-lebaran-kacang-bawang-gurih-renyah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511514/original/054638900_1771911407-Gemini_Generated_Image_rs1qzars1qzars1q_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511593/original/049957300_1771913773-kuker_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511442/original/034571700_1771909343-unnamed__50_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500436/original/032525300_1770865507-gambar__39_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451990/original/029203300_1766381780-000_33E94V7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466498/original/025557700_1767846169-kue_sus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510238/original/099026900_1771823188-Untitled_design__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4040914/original/012982000_1654183386-Susu_pada_Makanan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511414/original/007391200_1771908561-cropped-a22d6a28-37f5-4dfd-8587-e755d804a17b.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404922/original/033017100_1762419560-Depositphotos_609549356_L.jpg)