Kue Keranjang Cina Terbuat Dari Apa? Intip Bahan dan Rahasia Kenyalnya!

5 days ago 21

Liputan6.com, Jakarta - Kue keranjang atau Nian Gao merupakan hidangan ikonik yang selalu hadir memeriahkan suasana Tahun Baru Imlek dengan cita rasa manis dan tekstur kenyal yang khas. Banyak orang sering penasaran mengenai rahasia di balik kekenyalannya yang mirip dodol serta daya tahannya yang bisa mencapai berbulan-bulan. 

Proses pembuatan penganan tradisional ini ternyata cukup sederhana namun membutuhkan ketelatenan tinggi agar mendapatkan hasil yang sempurna. Artikel Liputan6.com berikut telah merangkum daftar bahan dan resep cara membuat kue keranjang Cina yang bisa dipraktekkan dengan mudah di dapur rumah. Simak informasi lengkapnya di bawah ini!

Bahan Utama Kue Keranjang Cina

Secara tradisional, kue keranjang cina terbuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung beras ketan, gula, dan air. Kesederhanaan bahan ini melambangkan kemurnian niat dalam menyambut tahun baru.

1. Tepung Beras Ketan

Bahan utama dari kue keranjang cina yang memberikan tekstur lengket dan kenyal adalah tepung beras ketan. Sifat lengket dari tepung ketan melambangkan hubungan keluarga yang erat dan tidak terpisahkan.

2. Gula (Pasir atau Merah)

Bahan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah gula, bisa berupa gula pasir maupun gula merah. Bahan ini digunakan sebagai pemanis sekaligus pengawet alami. Penggunaan gula atau karamel memberikan warna coklat kemerahan yang khas tanpa perlu pewarna buatan.

3. Air

Terakhir yaitu air yang memiliki fungsi untuk melarutkan gula dan mencampur adonan agar mencapai konsistensi yang pas sebelum dikukus dalam waktu yang lama, seringkali hingga belasan jam.

Resep Kue Keranjang Cina

Bahan-Bahan:

  • 500 gram tepung beras ketan
  • 400 gram gula pasir atau gula merah
  • 400 ml air bersih
  • 1 sdt garam halus
  • Minyak sayur secukupnya
  • Daun pisang secukupunya

Langkah-Langkah Membuat:

1. Tahap awal dimulai dengan membuat sirup gula melalui proses memasak gula pasir atau gula merah dengan air dan garam hingga benar-benar larut dan mendidih. 

2. Larutan gula tersebut kemudian diangkat dan didiamkan beberapa saat sampai suhu air menjadi dingin sepenuhnya sebelum dicampur dengan tepung. 

3. Siapkan wadah besar lalu masukkan tepung beras ketan dan tuangkan sirup gula secara bertahap sambil terus diaduk menggunakan whisk atau spatula hingga adonan menjadi halus dan tidak ada gumpalan tepung yang tersisa. 

4. Saring adonan sekali lagi untuk memastikan tekstur benar-benar licin dan bersih dari butiran kasar yang dapat merusak tampilan akhir kue. 

5. Siapkan cetakan khusus kue keranjang atau wadah tahan panas lainnya lalu alasi dengan daun pisang dan olesi permukaannya dengan sedikit minyak sayur agar kue tidak lengket saat sudah matang. 

6. Tuangkan adonan ke dalam cetakan hingga hampir penuh tetapi berikan sedikit ruang di bagian atas agar tidak meluap saat proses pemuaian di dalam kukusan. 

7. Panaskan kukusan dengan api besar hingga air mendidih lalu masukkan cetakan dan kecilkan api ke posisi sedang untuk memulai proses pengukusan yang lama. 

8. Masak adonan selama kurang lebih 8 - 10 jam agar warna berubah menjadi coklat tua yang cantik dan teksturnya menjadi sangat kenyal serta tahan lama. 

9. Setelah matang sempurna, segera angkat kue dari kukusan dan biarkan dingin di suhu ruang selama minimal 24 jam sampai tekstur kue mengeras dan siap untuk dilepaskan dari cetakan.

Filosofi dan Makna Kue Keranjang Cina

1. Peningkatan Rezeki (Nian Gao): Nama Nian Gao secara harfiah berarti "kue tahun", namun pengucapannya terdengar mirip dengan kata yang berarti "tahun yang lebih tinggi". Hal ini melambangkan harapan akan peningkatan kualitas hidup, kesehatan, dan rezeki setiap tahunnya. 

2. Persatuan dan Keutuhan: Bentuk kue yang bulat sempurna melambangkan kebulatan tekad serta kerukunan keluarga yang tanpa putus. 

3. Kesabaran dan Ketelatenan: Proses pengukusan yang memakan waktu lama (6 hingga 24 jam) mengajarkan nilai kesabaran dan kerja keras untuk mencapai hasil yang manis dan bertahan lama. 

4. Kebahagiaan yang Manis: Rasa manis yang dominan merupakan simbol harapan agar kehidupan di tahun baru selalu dipenuhi dengan kebahagiaan dan momen-momen manis bersama orang terkasih.

Apa Bedanya Dodol dan Kue Keranjang Cina?

Meskipun sering disebut sebagai "Dodol Cina", kue keranjang memiliki perbedaan yang cukup signifikan dengan dodol tradisional Indonesia terutama pada bahan baku dan daya tahannya. Perbedaan utamanya terletak pada penggunaan santan. Dodol umumnya menggunakan campuran santan kelapa yang memberikan rasa gurih dan tekstur berminyak, sedangkan kue keranjang hanya menggunakan tepung ketan, gula, dan air. 

Absennya santan inilah yang membuat kue keranjang memiliki daya simpan yang sangat lama, bahkan hingga satu tahun tanpa menjadi tengik, berbeda dengan dodol yang lebih cepat rusak karena kandungan lemak santannya. 

Selain bahan, teknik memasak kedua panganan ini juga sangat berbeda sehingga menghasilkan karakter yang berlainan. Dodol dibuat dengan cara diaduk terus-menerus di atas kuali besar hingga mengental dan kalis, sementara kue keranjang dimatangkan dengan metode pengukusan dalam waktu yang sangat lama, mulai dari 8 - 24 jam. 

Proses pengukusan yang lama ini memicu karamelisasi gula secara alami, sehingga memberikan warna coklat gelap yang khas serta tekstur yang jauh lebih keras dan padat setelah dingin dibandingkan dodol yang cenderung tetap lunak dan berminyak.

Pertanyaan tentang Kue Keranjang Cina

1. Apakah kue keranjang menggunakan bahan pengawet agar tahan lama?

Kue keranjang tradisional tidak menggunakan bahan pengawet kimia sama sekali. Rahasia keawetannya terletak pada kadar gula yang tinggi yang berfungsi sebagai pengawet alami serta proses pengukusan yang sangat lama hingga belasan jam untuk membunuh bakteri.

2. Kue keranjang terbuat dari apa sehingga teksturnya bisa sangat kenyal? 

Tekstur kenyal yang menjadi ciri khas utama berasal dari penggunaan tepung beras ketan kualitas tinggi. Jika ingin hasil yang lebih kenyal dan elastis, beberapa pembuat biasanya menambahkan sedikit campuran tepung tapioka ke dalam adonan.

3. Mengapa warna cokelat pada kue keranjang bisa sangat pekat?

Warna cokelat tersebut umumnya dihasilkan dari proses karamelisasi gula selama pengukusan yang memakan waktu lama. Namun, ada juga yang menggunakan campuran gula merah atau gula palem untuk mendapatkan warna gelap yang instan dan aroma yang lebih kuat.

4. Apakah ada perbedaan bahan antara kue keranjang tradisional dengan yang modern? 

Kue keranjang tradisional tetap setia pada resep asli yaitu tepung ketan, gula, dan air. Sementara versi modern kini sering dimodifikasi dengan berbagai rasa tambahan seperti pandan, cokelat, hingga isian kacang atau keju untuk menyesuaikan selera pasar. 

5. Dapatkah kue keranjang dibuat menggunakan tepung beras biasa? 

Kue keranjang tidak disarankan dibuat menggunakan tepung beras biasa karena hasilnya akan menjadi keras dan tidak kenyal. Tepung beras ketan adalah bahan wajib yang tidak bisa digantikan jika ingin mendapatkan karakteristik Nian Gao yang autentik.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |