Kontes Mrs World 2025 Mulus Tanpa Drama, Chanita Seedaket Cetak Sejarah untuk Thailand

2 days ago 14

Liputan6.com, Jakarta - Kontes Mrs World 2025 berjalan mulus tanpa drama. Chanita Seedaket Craythorne dinobatkan sebagai Mrs World 2025 di Westgate Las Vegas pada Kamis, 29 Januari 2026. Ia sekaligus mencetak sejarah menjadi wakil Thailand pertama yang memenangkan gelar tersebut.

Mrs. America dan Mrs. Sri Lanka masuk tiga besar. Enam finalis lainnya termasuk Mrs. United Arab Emirates, Mrs. American, dan Mrs. Ireland.

Craythorne "dengan bangga mewakili Thailand dengan anggun, kuat, dan penuh tujuan — mewujudkan semangat sejati kewanitaan, keibuan, dan kepemimpinan," kata Mrs. Thailand World dalam sebuah pernyataan setelah kemenangannya. "Perjalanannya merupakan bukti kuat bagi perempuan Thailand yang berdiri teguh dengan hati, martabat, dan tanggung jawab kepada keluarga dan masyarakat."

"Thailand bangga karena namanya terukir di panggung Mrs. World, menandai babak penting lainnya dalam sejarah kontes kecantikan nasional," tambah pernyataan itu.

Dikutip dari unggahan di akun Instagram @mrsthailandworld, Craythorne pernah bekerja sebagai pegawai Departemen Perdagangan Thailand sebelum memutuskan keluar. Kini, ia bekerja sebagai corporate communication and children's rights untuk Save the Children Thailand.

Ia juga meluncurkan kampanye Save the Mothers yang menyoroti peran kompleks seorang ibu yang seringkali melelahkan. Kampanye itu berkembang menjadi Save the Mothers with AI yang bertujuan membekali para ibu dengan alat-alat praktis dalam menavigasi kehidupan agar seimbang kehidupan pribadi, keluarga, dan kariernya.

Sejarah Mrs World 2024

Tahun lalu, kontestan asal Afrika Selatan, Tshego Gaelae, meraih gelar bergengsi Mrs. World 2024 di panggung kontes kecantikan di Las Vegas. Ia mengalahkan 39 kontestan lainnya, termasuk runner-up pertama Ishadi Amanda dari Sri Lanka dan Ploy Panperm dari Thailand, yang menempati posisi kedua.

Gaelae juga mencetak sejarah sebagai wanita kulit hitam pertama yang dinobatkan sebagai Mrs. World, dan ia adalah pemenang kedua yang berasal dari Afrika Selatan. Ia adalah seorang pengacara berlisensi dan ibu dari seorang putra berusia 7 tahun.

Gaelae sebelumnya belum pernah berkompetisi dalam kontes kecantikan apa pun sebelumnya. Berbicara kepada PEOPLE pada September 2025, pemenang tahun 2024 itu mengatakan bahwa ia tertarik pada kontes kecantikan karena "kesempatan untuk membangun jaringan" dan "kesempatan untuk benar-benar diberdayakan." Ia mengingat kembali saat melihat "kesaksian" dari para pemegang gelar sebelumnya yang menuai manfaat lebih luas dari pelatihan kontes kecantikan.

Bikin Anak Percaya Diri

"Mereka berbicara tentang bagaimana para ahli di bidang tertentu akan didatangkan untuk membantu para wanita dan memberdayakan mereka dalam berbagai topik seperti meningkatkan kepercayaan diri, berbicara di depan umum, manajemen keuangan, semua aspek tersebut," kata Galae sekitar sembilan bulan setelah masa jabatannya dimulai. "Saya berpikir, 'Wow, ini sesuatu yang benar-benar bisa saya manfaatkan.'"

Galae senang dapat memperluas zona nyamannya dan bertemu orang-orang baru seperti yang dia harapkan, dan seluruh pengalaman itu tentu saja meningkatkan rasa percaya dirinya sendiri. Namun, dia terkejut melihat bagaimana partisipasinya juga meningkatkan kepercayaan diri putranya.

"Saya rasa putra saya tidak pernah menjadi anak yang pemalu, tetapi saya melihat perubahan dalam cara dia mendekati orang, bagaimana dia lebih bersedia untuk terbuka untuk melakukan percakapan, bahkan dengan orang asing, tentu saja dengan pengawasan dan di sekitar orang tuanya," katanya kepada PEOPLE. "Saya benar-benar melihat peningkatan kepercayaan diri yang besar pada dirinya."

Insiden Rebutan Mahkota Mrs World

Sekitar lima tahun lalu, Mrs Sri Lanka World 2019, Caroline Jurie, bikin heboh saat kontes kecantikan di Kolombo, Sri Lanka sedang berlangsung. Setelah Pushpika De Silva dinobatkan sebagai Mrs Sri Lanka World 2020, Jurie merebut mahkota De Silva dan memberikannya pada runner up pertama.

Tayangan kejadian itu pun viral di media sosial dengan kebanyakan warganet memprotes tindakan Caroline Jurie yang diklaim berdasar aturan "perempuan bercerai tidak bisa memenangkan ajang kecantikan itu." Akibat perbuatannya itu, Jurie pun ditangkap pihak kepolisian.

Polisi senior Ajith Rohana mengatakan, "Kami telah menangkap Jurie dan (rekannya) Chula Manamendra sehubungan dengan tuduhan penyerangan dan menyebabkan kerusakan pada Nelum Pokuna (teater)."

De Silva mengatakan bahwa ia bersedia mencabut dakwaan tersebut bila Jurie meminta maaf di depan publik. Namun, sang Mrs World menolak melakukannya.

Dilansir dari South China Morning Post, Jurie akhirnya dibebaskan untuk sementara karena membayar uang jaminan pada 8 April 2021. Namun, ia tetap harus menjalani persidangan yang rencananya akan digelar pada 19 April 2021.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |