Kompleks Candi Prambanan Bakal Dipugar, Begini Saran Tim Ahli Konservasi India

4 hours ago 4
  • Apa tujuan pertemuan antara Menbud dan tim ASI?
  • Metode pemugaran apa yang direkomendasikan oleh tim ASI untuk Candi Prambanan?
  • Apa tantangan utama dalam proses pemugaran Candi Prambanan menurut tim ASI?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon berdialog dengan tim pemugaran dari Archaeological Survey of India (AS) pada Senin, 16 Maret 2026. Kedua pihak membahas tindak lanjut kerja sama konservasi dan pemugaran Kompleks Candi Prambanan.

Berdasarkan kunjungan lapangan awal di kawasan Prambanan, tim ASI menilai sejumlah candi perwara memerlukan upaya konservasi dan pemugaran lebih lanjut. Mereka merekomendasikan penggunaan metode anastylosis, yakni pemugaran dengan memanfaatkan kembali batu-batu asli yang ditemukan di lokasi situs.

Dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, melalui metode tersebut, struktur candi dapat direkonstruksi dengan menggunakan sebagian besar material asli. Sementara, penambahan batu baru hanya dilakukan secara terbatas untuk kebutuhan struktural.

Meski begitu, tim ASI menyoroti tantangan utama dalam proses pemugaran, yakni elemen batu arsitektur yang tersebar di area situs. Kondisi itu membuat proses identifikasi batu yang berasal dari masing-masing candi menjadi kompleks dan membutuhkan tahapan dokumentasi serta pengelompokan tipologi baru secara cermat.

Maka itu, tahap awal pemugaran akan difokuskan pada dokumentasi struktur candi dan komponen batu yang tersedia secara menyeluruh. Untuk memastikan metode yang tepat, tim ASI mengusulkan pelaksanaan proyek percontohan (pilot project) pada satu atau dua candi perwara terlebih dulu. Hasilnya akan menjadi dasar untuk menentukan metode kerja yang paling efektif sebelum pemugaran dilanjutkan ke struktur lainnya secara lebih luas.

Catatan Menbud soal Pemugaran Candi Prambanan

Menbud mengapresiasi pengalaman dan kontribusi internasional yang telah dilakukan ASI dalam pemugaran situs-situs warisan dunia, seperti di Kamboja, Laos, Vietnam, Uzbekistan, dan Mongolia. Ia menekankan bahwa upaya pelestarian di kawasan Candi Prambanan perlu dilihat dalam konteks lanskap budaya yang lebih luas.

Kawasan tersebut merupakan bagian dari ekosistem sejarah yang mencakup situs-situs penting lain di sekitarnya seperti Candi Sewu dan Candi Plaosan, yang menunjukkan jejak akulturasi tradisi Hindu dan Buddha di Nusantara.

"Kompleks Prambanan tidak berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian dari satu lanskap budaya besar bersama Candi Sewu dan Plaosan. Karena itu, upaya konservasi yang kita lakukan tidak hanya memulihkan bangunan candi, tetapi juga menjaga keseluruhan ekosistem budaya di kawasan tersebut," ujarnya.

Menbud menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia terbuka terhadap kerja sama internasional yang dapat memperkuat upaya konservasi situs-situs warisan budaya, khususnya di kawasan Candi Prambanan.

Manfaatkan AI untuk Pemugaran

Menbud menyambut baik kemungkinan kolaborasi dengan ASI agar proses konservasi candi-candi perwara dapat dipercepat. "Tentu dengan tetap mengikuti prinsip-prinsip pelestarian warisan budaya. Kami juga terbuka untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk pendekatan digital dan kecerdasan buatan, untuk membantu mengidentifikasi dan menyusun kembali komponen batu candi," jelasnya.

Fadli Zon juga menegaskan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama internasional dalam pelestarian warisan budaya dunia. Ia berharap kerja sama dengan ASI dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan dokumen teknis dan mekanisme kerja sama resmi. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam penjajakan kolaborasi strategis antara Indonesia dan India dalam upaya pelestarian situs warisan dunia di kawasan Prambanan, sekaligus memperkuat hubungan budaya antara kedua negara.

Destinasi Wisata Premium

Sebelumnya, 128 wisatawan Prancis diboyong Ciels du Monde, sebuah perusahaan travel asal Prancis, ke dua candi utama Indonesia, yakni Borobudur dan Prambanan. Kedatangan mereka adalah bagian dari tur wisata premium mereka, Around the World: Visages et Civilisations du Monde 2025.

Tur tersebut berlangsung selama 23 hari pada 2--24 November 2025. Ratusan anggota rombongan diajak menyambangi berbagai pusat peradaban dunia, meliputi Meksiko, Peru, Easter Island, Polinesia, Selandia Baru, Indonesia, Kamboja, India, dan Yordania. Seluruh perjalanan menggunakan pesawat carter khusus untuk memastikan kualitas kenyamanan.

"Program yang dijalankan Ciels du Monde bersama White Tiger DMC menjadi contoh konkret bagaimana pengalaman wisata premium dirancang dengan standar sangat tinggi. Praktik baik seperti ini dapat menjadi rujukan industri nasional dalam memperkuat penetrasi ke pasar luxury travelers," ujar Deputi Bidang Pemasaran kementerian Pariwisata (Kemenpar) Ni Made Ayu Marthini dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Minggu, 23 Januari 2025.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |