Rama Duwaji Berkaus Basket Bajakan dan Sepatu Kontroversial Rayakan Pesta Kemenangan

6 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Rama Duwaji kembali menarik perhatian dengan gaya busana yang tak biasa saat menghadiri perayaan kemenangan tim basket New York Knicks di Final NBA pada Kamis, 18 Juni 2026, waktu Amerika Serikat. Mendampingi suaminya, Wali Kota New York Zohran Mamdani, Duwaji mengikuti upacara 'Kunci Kota' di City Hall Plaza.

Untuk acara tersebut, Duwaji mengenakan busana rancangan khusus finalis CFDA Fashion Fund 2026, Miss Claire Sullivan. Mengutip WWD, Minggu (21/6/2026), busana itu dibuat dari kaus basket bajakan yang robek berwarna biru, putih, dan oranye, yang diperoleh dari pedagang kaki lima di kota tersebut, pekan ini.

Sullivan, yang pernah mendandani bintang-bintang seperti Lady Gaga, mengatakan kepada Vogue bahwa pakaian tersebut mencerminkan 'semangat DIY (Do It Yourself) dari pusat kota New York'. Duwaji memadukan atasan tersebut dengan rok hitam selutut dan sepatu Nike Air Rift berwarna hitam yang terkenal kontroversial lantaran bentuknya yang tak biasa. 

Nike Air Rift Breathe pertama kali dirilis pada 1996. Desain jari kaki terpisah yang unik dipadukan dengan bantalan Nike Air dan busa empuk untuk memberikan kenyamanan jarak jauh.

Sepatu tersebut dirancang dengan masukan dari pelari jarak jauh tanpa alas kaki di Kenya. Desain jari kaki terpisah mewakili usaha pertama Nike ke dunia alas kaki dengan gerakan alami, dan nama Air Rift berasal dari Lembah Celah Besar Kenya.

Sepatu tersebut memiliki dua tali di bagian tengah kaki dengan gesper logam yang tidak hanya menghiasi bagian atas sepatu, tetapi juga memungkinkan penyesuaian untuk meningkatkan kenyamanan. Tali tebal seperti sabuk lainnya melingkari bagian belakang tumit.

Tampilan Rama Duwaji Tuai Pro Kontra

Sepatu jari itu dirancang dengan bagian atas kulit hitam dan detail bordir dengan Swoosh di bagian atas dan tulisan "Air" timbul di bagian tengah sol. Terdapat detail karet pada sol luar yang memiliki pola tapak kasar untuk menambah daya tahan dan traksi. Sepatu tersebut dijual USD 150 (sekitar Rp 2,7 juta).

Duwaji mengenakan warna hitam-hitam, dan memadukan sepatu ini dengan kaus kaki hitam tinggi. Ia menggenapi penampilannya dengan anting-anting pom-pom oranye.

Sementara, suaminya mengenakan kaus Josh Hart di bawah blazernya. Kaus itu dikenakan melapisi kemeja dan dasinya yang disebut NY Post 'kegagalan mode'.

Publikasi itu tak sekali mengkritik penampilan Rama Duwaji. Tak lama setelah Zohran Mamdani dilantik sebagai Wali Kota New York, Duwaji dituding munafik karena mengenakan sepatu bot dan busana mewah, tidak mencerminkan kesederhanaan yang selama ini ditonjolkan sekaligus bertentangan dengan pendirian politik suaminya sebagai seorang sosialis demokrat.

Sepatu Bot Pinjaman Picu Kontroversi

Sepatu bot Shelley itu buatan Miista, salah satu merek tenar yang harganya mencapai USD 630, sekitar Rp10,5 juta. Sepatu bot kulit hitam yang trendi itu memiliki hak blok rendah setinggi dua inci dan desain tali pengikat dekoratif yang mencolok yang membentang vertikal di bagian belakang, diakhiri dengan ikatan di bagian atas.

Mengutip WWD, Sabtu, 31 Januari 2025, gerah dengan tuduhan tak berdasar, penasihat senior Mamdani, Zara Rahim, menghubungi Gabriella Karefa-Johnson selaku penata gaya Duwaji untuk penampilan publik pertamanya sebagai istri Wali Kota New York. Editor mode yang beralih menjadi penata gaya tersebut menanggapi perbincangan daring dan mengklarifikasi busana Duwaji lewat unggahan blog di situs webnya, Brain Matter. 

Ia mengklarifikasi bahwa semua yang dikenakan Duwaji pada upacara pelantikan tersebut hasil pinjaman atau disewa. Tim Duwaji meminjam mantel Balenciaga vintage yang dikenakannya dari Albright Fashion Library, serta menyewa anting-anting dari arsip New York Vintage. Ia memadukannya dengan celana pendek dari The Frankie Shop, dan sepatu botnya juga dipinjam dari Miista.

Rama Duwaji Tak Segan Beli Baju Bekas

Menurut Karefa-Johnson, sudah menjadi praktik umum bagi selebriti dan politisi untuk meminjam pakaian untuk pemotretan, karpet merah, atau penampilan publik. Karefa-Johnson juga menyoroti bahwa berbelanja barang bekas adalah sesuatu yang sering dilakukan Duwaji, sebagai seorang peminat mode dan gaya.

Dengan kebiasaan tersebut, menyewa pakaian bekas dan meminjamkan sepatu mewah terasa tepat untuk momen besar pasangan tersebut. Lewat pilihan busana itu, ia seolah mengatakan bahwa Duwaji hanyalah wanita muda New York biasa yang cinta dengan barang vintage dan sepatu hak rendah yang praktis.

CNN bahkan menilai insiden sepatu bot itu tampak seperti jebakan cerdik bagi para kritikus mereka daripada sebuah kesalahan. Hal itu juga tergambar saat Duwaji tampil di sampul digital New York Magazine hasil jepretan fotografer Szilveszter Mako. Potretnya sata itu bukanlah gambaran foto berita yang disusun cermat, tetapi gambar-gambar elegan yang unik.

"Saya menyukai mode, dan saya suka berkreasi dan menggabungkan berbagai hal serta menata gaya," kata Duwaji dalam profil tersebut.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |