Kenali 4 Jenis Lingkaran Hitam di Bawah Mata dan Cara Tepat Mengatasinya

1 month ago 51

Liputan6.com, Jakarta - Masalah lingkaran hitam di bawah mata sering kali menjadi keluhan kecantikan yang paling banyak ditanyakan. Banyak orang menganggap bahwa kurang tidur adalah satu-satunya pemicu, namun faktanya ada berbagai faktor internal dan eksternal yang terlibat.

Selain faktor genetika yang berada di luar kendali kita, variabel lain seperti gaya hidup sebenarnya bisa diatur untuk mengurangi munculnya bayangan gelap tersebut. Memahami penyebab spesifik sangatlah penting agar perawatan yang diberikan bisa bekerja secara efektif dan tepat sasaran.

Melansir Hello Magazine, pada Minggu, 11 Januari 2026, Gema Cabañero, pendiri Anti-Aging and Advanced Aesthetic Clinic di Madrid, Spanyol, menjelaskan, genetika berperan besar dalam struktur kulit seseorang. "Beberapa orang hanya memiliki lingkaran hitam karena mereka secara genetik mewarisi kulit yang lebih tipis di bawah mata mereka atau konsentrasi pigmen yang lebih tinggi di area itu," jelasnya.

Meski demikian, gaya hidup tidak bisa diabaikan begitu saja. "Kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, serta diet tinggi garam dan kekurangan nutrisi dapat memperburuk kondisi kulit dan membuat bayangan di bawah mata terlihat lebih menonjol," imbuhnya.

Selain kebiasaan buruk tersebut, paparan sinar matahari tanpa perlindungan yang memadai juga menjadi pemicu utama. Sinar matahari merangsang produksi melanin berlebihan yang berujung pada hiperpigmentasi di area sensitif sekitar mata.

Karena itu, para ahli sangat menekankan pentingnya penggunaan pelindung matahari untuk mencegah kerusakan jangka panjang. Dengan memperbaiki kebiasaan harian, seseorang dapat menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan dan meminimalkan risiko munculnya noda gelap yang mengganggu penampilan wajah secara signifikan.

4 Klasifikasi Lingkaran Hitam Berdasarkan Penyebabnya

Untuk menangani masalah tersebut dengan benar, kita harus bisa mengidentifikasi jenis lingkaran hitam yang dimiliki. Gema Cabañero membedakan kondisi ini menjadi empat kategori utama.

Pertama adalah jenis genetik yang bersifat turun-temurun dan muncul sejak usia dini. Jenis ini biasanya memiliki nada kecoklatan dan tergolong sulit diobati hanya dengan produk rumahan, sehingga sering kali memerlukan prosedur estetika medis untuk memperbaikinya.  Kedua adalah lingkaran hitam akibat kurang tidur yang memicu pelebaran pembuluh darah di bawah mata, sehingga memberikan warna kebiruan yang khas.

Kategori ketiga terkait erat dengan proses penuaan alami. Seiring bertambahnya usia, tubuh kehilangan kolagen dan elastin yang menyebabkan kulit kehilangan kekencangan dan semakin menipis. Kondisi ini menghasilkan efek "bayangan" yang biasanya muncul bersamaan dengan kantung mata.

Kategori terakhir adalah tipe berpigmen yang ditandai dengan warna kecoklatan akibat produksi melanin berlebih. Jenis ini umumnya disebabkan oleh akumulasi paparan sinar matahari selama bertahun-tahun tanpa proteksi yang cukup, sehingga pigmen gelap mengendap di area halus tersebut.

Solusi Praktis Atasi Lingkaran Hitam di Bawah Mata

Kualitas istirahat memegang peranan kunci dalam perbaikan sel dan keseimbangan hormonal. Cabañero menegaskan pentingnya kebersihan tidur (sleep hygiene) untuk mencegah respons inflamasi dalam tubuh. "Selain itu, tidur meningkatkan keseimbangan hidrasi dan perbaikan penghalang kulit," kata sang ahli. 

Langkah awal untuk mencerahkan mata yang lelah sebenarnya bisa dilakukan dengan rutinitas sederhana di rumah. Cabañero menyarankan agar setiap individu mengonsumsi minimal dua liter air setiap hari. Hidrasi yang baik sangat krusial untuk mencegah kulit terlihat kering, kusam, dan cekung.

Selain hidrasi dari dalam, penggunaan masker mata seminggu sekali sangat direkomendasikan untuk memberikan nutrisi tambahan. Bahan-bahan seperti asam hialuronat atau lidah buaya sangat baik untuk hidrasi, sementara Vitamin C atau retinol bisa digunakan jika ingin meningkatkan luminositas kulit.

Bagi mereka yang sering mengalami malam yang gelisah atau kurang tidur, penggunaan eye patch atau tambalan gel bisa menjadi pertolongan pertama yang instan. "Pastikan mereka mengandung asam hialuronat, kolagen atau kafein untuk meningkatkan kekuatan hidrasi dan dekongestannya," saran Cabañero.

Panduan Memilih Bahan Aktif dalam Krim Mata

Memilih krim mata tidak boleh sembarangan, konsumen harus teliti dalam melihat daftar bahan aktif yang terkandung di dalamnya. Ada empat bahan utama yang sangat direkomendasikan oleh para ahli kecantikan untuk menjaga kesehatan area mata.

Pertama adalah kafein, yang berfungsi sebagai vasokonstriktor untuk menyempitkan pembuluh darah guna mengurangi bengkak. Kedua adalah Vitamin C, antioksidan kuat yang membantu mencerahkan kulit dan memudarkan pigmentasi gelap. Bahan-bahan ini sangat efektif untuk jenis mata yang lelah dan berpigmen cokelat.

Selanjutnya, asam hialuronat adalah komponen wajib bagi mereka yang ingin menjaga elastisitas kulit. Sebagai humektan yang kuat, bahan ini membantu kulit mempertahankan kelembapan sehingga garis-garis halus akibat kekeringan dapat tersamarkan.

Terakhir, retinol tetap menjadi "standar emas" untuk mengurangi munculnya garis halus dan merangsang produksi kolagen. Retinol membantu memperbaiki tekstur kulit yang menipis akibat usia, sehingga area bawah mata tampak lebih tebal dan kencang, yang secara otomatis mengurangi efek bayangan gelap.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |