Indonesia Teken MoU dengan AS di Bidang Permuseuman, Bakal Kerja Sama Bareng Museum Smithsonian dan MoMA

1 month ago 60

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Smithsonian National Museum of Natural History dan The Metropolitan Museum of Art (MoMA) untuk mengembangkan bidang permuseuman. Kerja sama itu dilakukan dengan melibatkan Museum dan Cagar Budaya (MCB) yang berada di bawah Kementerian Kebudayaan.

"Kami juga sudah membuat nota kesepahaman dengan Smithsonian National Museum of Natural History. Kerja sama ini juga melibatkan Museum dan Cagar Budaya Kementerian Kebudayaan, beserta museum di Amerika lainnya seperti The Metropolitan Museum of Art untuk mempertunjukan karya budaya seni dan kolaborasi pelaku budaya," kata Menbud dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Selasa (13/1/2026).

Ia menyatakan bahwa Smithsonian National Museum of Natural History merupakan salah satu museum terbesar di Amerika Serikat. Saat berdialog dengan Charge d'Affaires Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter M. Haymond, Fadli mengungkapkan minat menjalin kerja sama dengan museum tersebut terkait pengembangan benda cagar budaya.

Dalam kesempatan itu, ia membanggakan kembalinya koleksi Eugene Dubois ke Indonesia, khususnya fosil Homo erectus. "Selain itu, kami juga telah merevitalisasi sejumlah museum di Indonesia agar menjadi representasi etalase budaya Indonesia," sambung Menbud.

Sementara, kerja sama dengan MoMa dimaksudkan untuk mendorong penguatan diplomasi budaya antara Indonesia dengan Amerika Serikat melalui budaya populer, khususnya sektor film dan seni pertunjukan. Terlebih, kata Fadli, bidang seni pertunjukan Indonesia sedang berkembang pesat dengan adanya pelaku musikal yang tampil di luar negeri, seperti area West End.

"Begitu juga dengan ekosistem film Indonesia yang semakin positif, di mana ini dapat menjadi peluang kerja sama. Mungkin ke depan, pengambilan film-film Hollywood bisa bertempat di Indonesia seperti film Eat, Pray, and Love di Bali," imbuhnya.

Capaian Kunjungan ke Museum pada 2025

Haymond menyambut baik potensi kerja sama budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat. Ia menjelaskan, "Kami mempunyai beberapa program yang dirancang untuk menghormati budaya lokal. Misalnya untuk kerja sama dengan Indonesia, terdapat program untuk mendokumentasikan dan digitalisasi bahasa lokal sehingga menjadi sistem katalogisasi digital yang tengah dikembangkan."

Sebelumnya, dalam Taklimat Media Refleksi 2025, Kebijakan 2026, Menbud mengungkapkan jumlah pengunjung museum dan cagar budaya pada 2025 mencapai 4.322.507 orang, dihitung dari jumlah pengunjung ke 18 museum dan 34 cagar budaya yang dikelola MCB.

"Tahun lalu 3,8--3,9 juta, sekarang 4,3 juta orang," imbuh Direktur Jenderal (Dirjen) Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, ditemui di Jakarta, Kamis, 8 Januari 2026. Dengan begitu, kenaikannya mencapai 9,3--10,3 persen.

Dari jumlah tersebut, Museum Nasional Indonesia merupakan kontributor terbesar. Menurut Menbud, jumlah pengunjung museum itu pada 2025 mencapai 700 ribu orang, diklaim naik 400 persen dari tahun sebelumnya. 

"Museum Nasional termasuk yang sekarang juga pengunjungnya cukup banyak, terjadi peningkatan sampai 400 persen dari pengunjung Museum Nasional pada tahun kemarin, dan semakin banyak event kegiatan yang kita langsungkan di Museum Nasional," kata Menbud.

Rencana Perbaikan Museum pada 2026

Pada 2026, pihaknya berencana terus memperbaiki kondisi museum-museum yang ada, tidak hanya yang dikelola oleh pusat, tetapi juga daerah, khususnya di tingkat provinsi. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah pengunjung ke museum dan cagar budaya yang ada di seluruh provinsi.

"Ini kan harus diperbaiki fasilitasnya, tata pamernya, storyline-nya, edukatornya atau tour guide-nya. Kemudian juga fasilitas penunjangnya, infrastrukturnya, dan mungkin untuk kenyamanan itu, ada kafenya, ada restorannya, dan lain-lain," sambung Menbud.

Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), jumlah museum daerah di Indonesia yang sudah teregistrasi mencapai 516 museum. Sebagian museum sudah dibantu untuk direvitalisasi.

"Kita memerlukan satu kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kota, dan juga tentu saja dengan pihak swasta, korporasi, bahkan dengan filantropis. Filantropis ini menjadi penting untuk menggerakkan museum-museum kita," kata Fadli Zon.

Tak kalah pentingnya adalah peran para pemimpin daerah. "Dalam berbagai kegiatam, saya sudah berbicara dengan gubernur, dengan bupati, tapi memang sangat tergantung pada gubernur dan bupati yang peduli pada budayanya. Itu yang biasanya budayanya maju," ujarnya.

Kenaikan Harga Tiket Museum Nasional

Fadli kembali menekankan bahwa sudut pandang pengelolaan museum harus diubah, bukan lagi sebagai gudang penyimpanan artefak, tapi sebagai ruang edukasi publik, ruang dialog sejarah, dan wahana diplomasi budaya. "Museum juga menjadi ruang hidup yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan," imbuhnya.

Sementara, harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia naik pada Kamis, 1 Januari 2026. Kenaikannya bervariasi, ada yang sampai tiga kali lipat. 

"Kepada masyarakat umum kita tingkatkan, supaya ada apresiasi kepada museum dan juga pada pengunjung wisatawan asing terutama, sehingga mereka bisa melihat, mengapresiasi juga museum kita," kata Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon ditemui di Museum Nasional Indonesia Jakarta, Rabu, 31 Desember 2025.

Harga tiket masuk Museum Nasional Indonesia untuk pengunjung dewasa per 1 Januari 2026 menjadi Rp50 ribu, naik dua kali lipat dari sebelumnya Rp25 ribu. Sementara, harga tiket untuk pelajar adalah Rp30 ribu dan anak di bawah usia 3 tahun gratis.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |