Liputan6.com, Jakarta - Pesawat Etihad Airways 416 mengalami turbulensi jelang mendarat di Bandara Internasional Phuket, Thailand, pada Rabu (14/1/2026). Saat insiden terjadi, pesawat sedang mengangkut 160 penumpang.
Sejumlah media online kemudian melaporkan bahwa penumpang kemungkinan mengalami cedera akibat turbulensi merujuk pada persiapan medis darurat di bandara. Laporan itu didasarkan pada unggahan di halaman Facebook PR Administrasi Provinsi Phuket.
Bandara Internasional Phuket buru-buru membantah laporan tersebut dengan mengatakan bahwa tidak ada penumpang pesawat Etihad Airways 416 yang terluka. Dikutip dari The Nation, seluruh penumpang turun dengan selamat meski pihaknya menyiapkan bantuan medis darurat. Insiden juga tidak mengganggu operasional bandara.
Pihak bandara menjelaskan bahwa pada pukul 11.00 pagi, Etihad Airways menghubungi divisi medis bandara untuk melaporkan bahwa Penerbangan 416, yang tiba dari Abu Dhabi, mengalami turbulensi. Maskapai tersebut tidak yakin dengan jumlah pasti penumpang yang mungkin terluka.
Pihak bandara kemudian berkoordinasi dengan Pusat Penyelamatan Narenthorn dan jaringan terkait untuk memastikan kesiapan. Tempat parkir pesawat nomor 15 disiapkan untuk menampung situasi tersebut, dan personel pemadam kebakaran dan penyelamatan dalam keadaan siaga. Staf darat di lokasi juga siap memberikan bantuan segera kepada penumpang dan awak pesawat.
Pesawat Etihad Airways akhirnya mendarat pada pukul 11.50 pagi. Biro Imigrasi memastikan tidak ada korban terluka dalam penerbangan tersebut.
"Kolonel Polisi Rasarin Tirapattharakul, komandan pos pemeriksaan imigrasi Bandara Phuket, telah memeriksa situasi dan menemukan bahwa semua penumpang keluar dari pesawat tanpa cedera. Mereka diangkut dengan aman dari pesawat ke terminal penumpang menggunakan bus bandara," kata Juru Bicara Biro Imigrasi Phuket, Kolonel Polisi Pongsathorn Pongratchatanon.
Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko Turbulensi
Mengutip laman Euronews, Rabu, 22 Mei 2024, skala turbulensi belakangan semakin parah karena perubahan iklim. Tahun lalu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh ahli meteorologi Universitas Reading di Inggris menemukan bahwa langit 55 persen lebih bergelombang dibandingkan empat dekade lalu akibat perubahan iklim.
Udara yang lebih hangat akibat emisi karbon dioksida mengubah arus udara di aliran jet, memperburuk turbulensi udara jernih di Atlantik Utara dan secara global. Para ilmuwan menemukan bahwa di wilayah Atlantik Utara, salah satu rute penerbangan tersibuk di dunia, total durasi tahunan turbulensi parah meningkat sebesar 55 persen antara tahun 1979 dan 2020.
Tim menemukan bahwa turbulensi udara jernih meningkat dari 17,7 jam pada 1979 menjadi 27,4 jam pada 2020 untuk titik rata-rata di Atlantik Utara. Turbulensi sedang di wilayah tersebut meningkat sebesar 37 persen dari 70,0 menjadi 96,1 jam, dan turbulensi ringan meningkat 17 persen dari 466,5 menjadi 546,8 jam. Disebutkan bahwa Atlantik Utara mengalami peningkatan turbulensi terbesar.
Antisipasi Dunia Aviasi Terkait Peningkatan Insiden Turbulensi
Studi baru juga menemukan bahwa rute penerbangan sibuk lainnya di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan Atlantik Selatan juga mengalami peningkatan turbulensi yang signifikan.
"Kita harus berinvestasi dalam sistem prakiraan dan deteksi turbulensi yang lebih baik untuk mencegah udara yang lebih kasar berubah menjadi penerbangan yang lebih bergelombang dalam beberapa dekade mendatang," kata Williams, ilmuwan atmosfer di Universitas Reading, yang ikut menulis penelitian tersebut.
Maskapai penerbangan perlu mulai berpikir tentang bagaimana mereka akan mengelola peningkatan turbulensi. "Karena hal ini merugikan industri sebesar 150 dolar AS hingga 500 juta dolar AS (setara Rp2,3 juta--Rp7,9 miliar) per tahun di Amerika Serikat saja," kata Mark Prosser, ahli meteorologi di Universitas Reading yang memimpin penelitian.
Ia menambahkan, "Setiap menit tambahan yang dihabiskan dalam perjalanan melalui turbulensi akan meningkatkan kerusakan pada pesawat, serta risiko cedera pada penumpang dan pramugari."
Turbulensi Penyebab Cedera
Turbulensi adalah penyebab utama cedera non-fatal pada penumpang dan awak, menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional. Namun, kematian dan cedera parah di pesawat besar tidak sering terjadi.
Antara 2009 hingga 2021, 146 penumpang dan awak terluka parah dalam insiden turbulensi, menurut Administrasi Penerbangan Federal. Pada Desember 2022, 20 orang dirawat di rumah sakit setelah turbulensi dalam penerbangan Hawaiian Airlines dari Phoenix ke Honolulu.
Pada Maret 2023, seorang penumpang meninggal setelah turbulensi parah menimpa jet bisnis yang ditumpanginya. Selanjutnya pada Agustus tahun yang sama, 11 orang memerlukan rawat inap setelah penerbangan Delta mengalami gangguan udara saat terbang ke Atlanta.
Cedera yang dilaporkan termasuk luka robek, patah tulang, luka di kepala dan kehilangan kesadaran, terutama karena penumpang tidak mengenakan sabuk pengaman. "Bukan tanpa alasan maskapai penerbangan merekomendasikan agar sabuk pengaman tetap longgar selama penerbangan, baik jangka panjang maupun pendek," kata John Strickland, pakar penerbangan umum, kepada BBC.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5130499/original/005554400_1739345568-pexels-nicole-michalou-5779170.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429496/original/011233600_1764589725-ayam_saus_mentai_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511769/original/028505300_1771917729-Screenshot_2026-02-24_142134.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509414/original/041345000_1771703553-Makaka_Jepang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5512080/original/016445900_1771923711-kue_lebarann.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511831/original/025134400_1771918493-Untitled_design__24_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4738398/original/020078100_1707408683-photo__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510843/original/056004200_1771840658-unnamed__40_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511957/original/024038900_1771921564-029562400_1459142452-gpkoner.blgspt.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511418/original/091460800_1771908931-WhatsApp_Image_2026-02-24_at_10.25.08.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2245764/original/016454800_1528682890-resep-sajian-lebaran-kacang-bawang-gurih-renyah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511514/original/054638900_1771911407-Gemini_Generated_Image_rs1qzars1qzars1q_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511593/original/049957300_1771913773-kuker_lebaran.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511442/original/034571700_1771909343-unnamed__50_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500436/original/032525300_1770865507-gambar__39_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451990/original/029203300_1766381780-000_33E94V7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466498/original/025557700_1767846169-kue_sus.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510238/original/099026900_1771823188-Untitled_design__11_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4040914/original/012982000_1654183386-Susu_pada_Makanan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511414/original/007391200_1771908561-cropped-a22d6a28-37f5-4dfd-8587-e755d804a17b.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404922/original/033017100_1762419560-Depositphotos_609549356_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)