Elon Musk Berencana Tuntut Hak Asuh Penuh Anak Ashley St. Clair, Pernah Tak Diakui

1 month ago 62

Liputan6.com, Jakarta - Elon Musk dikabarkan menginginkan hak asuh penuh atas anak yang dilahirkan penulis buku Ashley St. Clair pada Oktober 2024. Sebelumnya, CEO Tesla itu tak pernah mengakui secara terbuka anak ke-13-nya tersebut.

Keinginannya mengajukan gugatan itu diungkap lewat cuitan, menanggapi seorang pengguna X yang mengklaim bahwa ia 'membutuhkan hak asuh penuh' karena St. Clair diduga mendukung 'praktik pelecehan seksual terhadap anak transgender'.

"Saya akan mengajukan gugatan hak asuh penuh hari ini, mengingat pernyataannya yang menyiratkan bahwa ia mungkin akan melakukan transisi pada seorang anak laki-laki berusia satu tahun," tulis Musk pada Senin, 12 Januari 2026, dikutip dari Page Six, Selasa (13/1/2026).

Namun, tidak jelas pernyataan St. Clair mana yang dimaksud Musk — dan perwakilan dari keduanya belum menanggapi permintaan komentar dari Page Six. Yang pasti, St. Clair (27) menyatakan penyesalannya dalam sebuah permintaan maaf kepada komunitas transgender melalui X pada akhir pekan lalu. Ia menanggapi pertanyaan tentang transfobia terang-terangan yang pernah dilakukannya.

Pada Minggu, 11 Januari 2026, ia menulis, "Saya merasa sangat bersalah atas peran saya. … [Saya sebenarnya tidak tahu] bagaimana cara memperbaiki banyak hal ini, tetapi saya telah berusaha sangat keras secara pribadi untuk belajar dan membela mereka yang berada dalam komunitas trans yang telah saya sakiti."

Ia juga secara khusus menyebutkan anak transgender Musk yang berusia 21 tahun, Vivian, yang lahir dari pernikahannya dengan mantan istri, Justine Wilson. Dalam permintaan maafnya, St. Clair memperkirakan kata-katanya akan mengakibatkan 'histeria sayap kanan' atau dipandang oleh pihak lain sebagai 'tidak tulus'.

"Tapi ya, saya minta maaf. Beri tahu saya bagaimana saya bisa membantu," ucapnya menutup pernyataan tersebut.

Terputusnya Hubungan Elon Musk dan Anak Transgendernya

Musk dan Vivian tak pernah berhubungan selama bertahun-tahun. Atas pilihan hidup anaknya, ia sempat mengatakan kepada Financial Times pada 2022 bahwa 'Anda tidak bisa memenangkan semuanya'.

Sejauh ini, ia masih kecewa dengan keputusan Vivian menjadi seorang transgender. Pada 2024, ia menyebut Vivian 'dibunuh oleh virus pikiran 'woke''.

Sementara itu, setelah memutuskan hubungan dengan ayahnya yang merupakan manusia terkaya di dunia, Vivian mengaku harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 

"Orang-orang sering mengira aku punya banyak uang. Kenyataannya, aku tidak punya ratusan ribu dolar untuk dihambur-hamburkan," ujarnya kepada The Cut, dikutip dari New York Post pada Kamis, 4 September 2025. Keputusan ini menunjukkan bahwa meski berasal dari keluarga super kaya, ia lebih memilih hidup mandiri daripada bergantung pada harta warisan sebagai anak Elon Musk. 

"Aku masih bisa makan, punya tempat tinggal, dan ada sedikit uang untuk hal-hal kecil. Itu sudah jauh lebih beruntung dibanding banyak orang seusiaku di kota ini," katanya.

Pengakuan Ashley St. Clair Lahirkan Anak ke-13 Elon Musk

Sebelumnya, St. Clair mengejutkan publik dengan mengumumkan bahwa ia adalah ibu dari anak ke-13 Elon Musk (53). Pengumuman ini disampaikan melalui unggahan di platform media sosial X pada Jumat, 14 Februari 2025.

Mengutip dari laman People, Sabtu, 15 Februari 2025, St. Clair menuliskan, "Lima bulan lalu, saya menyambut bayi baru ke dunia. Elon Musk adalah ayahnya."

Ia menambahkan bahwa keputusan untuk mengungkapkan informasi ini didorong oleh ancaman dari media tabloid yang berencana untuk memberitakan hal tersebut tanpa memedulikan privasi dan keselamatan anaknya. "Saya bermaksud untuk membiarkan anak kami tumbuh dalam lingkungan yang normal dan aman," lanjutnya, sambil memohon agar media menghormati privasi keluarganya.

St. Clair menutup pesannya dengan frasa Latin, Alea Iacta Est, yang berarti dadu sudah dilempar. Ini menandakan langkah besar yang telah ia ambil dengan mengungkapkan informasi ini kepada publik.

Sempat Tak Akui Putranya

Elon Musk akhirnya buka suara setelah St. Clair mengaku telah melahirkan anak ke-13nya lima bulan lalu. Bertepatan dengan Hari Valentine, Jumat, 14 Februari 2025, St. Clair (26) mengklaim bahwa dia dan Musk memiliki anak bersama berusia 5 bulan.

"Whoa," tulis Musk di X, yang dia miliki, sebagai tanggapan atas sebuah unggahan yang menyatakan, "Ashley St. Clair merencanakan SETENGAH DEKADE untuk menjerat Elon Musk."

St. Clair meradang. Ia mengecam orang terkaya di dunia itu karena menanggapi fitnah di depan umum. "Elon, kami telah berusaha untuk berkomunikasi selama beberapa hari terakhir dan kamu tidak menanggapi. Kapan kamu akan membalas kami daripada menanggapi fitnah di depan umum dari seseorang yang baru saja mengunggah fotoku saat memakai pakaian dalam di usia 15 tahun?" tulisnya beberapa menit kemudian.

Sebelumnya, perwakilan Ashley, Brian Glicklich menyatakan bahwa penulis itu dan Musk berkomunikasi secara privat untuk mencapai kesepakatan tentang pengasuhan anak mereka selama beberapa waktu.

Belakangan, Musk mengakui bahwa putra St. Clair adalah anaknya. Dengan begitu, Musk memiliki 14 anak dari empat perempuan berbeda.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |