Dubai Segera Bangun Jalan Emas, Atraksi Wisata Baru yang Masih Misterius

1 day ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Dikenal dengan citra kemewahannya, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan bakal membuka jalan emas sungguhan. Lokasinya akan berada di Distrik Emas Dubai yang merupakan rebranding dari Pasar Emas kota saat ini.

Menurut Euro News, dikutip Jumat, 30 Januari 2026, jalan di distrik itu akan 'dibangun menggunakan emas'. Namun, detail tentang rencana dimaksud masih menjadi misteri. Tanggal pembukaan Jalan Emas juga belum diumumkan.

Sementara, pengumuman tentang Distrik Emas Dubai disampaikan oleh Kantor Media Dubai pada Selasa, 27 Januari 2026. Area terletak di Deira, rumah bagi sekitar 1.000 pengecer yang menjual emas dan perhiasan. 

Menurut Kantor Media Dubai, UEA adalah tujuan perdagangan emas fisik terbesar kedua di dunia, dengan mengekspor emas senilai USD 53,41 miliar pada 2024--2025. Pasar Emas (Gold Souk) adalah objek wisata populer di Kota Tua Dubai, dan dapat ditemukan berdampingan dengan pasar-pasar lain yang menjual rempah-rempah, parfum, dan barang antik.

"Emas sangat terkait erat dengan budaya dan perdagangan Dubai, melambangkan warisan, kemakmuran, dan semangat kewirausahaan kita yang abadi," kata Ahmed Al Khaja, CEO Dubai Festivals and Retail Establishment (DFRE), bagian dari Departemen Ekonomi dan Pariwisata Dubai (DET).

"Melalui destinasi penting ini, kita tidak hanya merayakan warisan tersebut tetapi juga membayangkannya kembali untuk era baru yang dibentuk oleh kreativitas dan keberlanjutan."

Ikon Wisata Dubai

Dubai bukanlah kota yang asing dengan objek wisata yang menarik perhatian, termasuk Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia; Ain Dubai, kincir observasi terbesar di dunia; dan Deep Dive Dubai, kolam selam terdalam di dunia.

Pada 2024, sebuah jalan ber-AC yang 'hujan' setiap 30 menit dibuka di Heart of Europe, sebuah pulau di lepas pantai emirat. Ini adalah bagian dari The World Islands, kepulauan buatan manusia yang dimaksudkan untuk menyerupai peta dunia.

Kota ini juga mengumumkan ‘jalur lingkar masa depan’, sebuah jembatan ber-AC sepanjang dua kilometer untuk menghubungkan area dan bangunan termasuk Dubai World Trade Centre, Museum of the Future, Emirates Towers, dan Dubai International Financial Centre serta stasiun metro di dekatnya. Diharapkan proyek ini akan membuat kota ini dapat dijelajahi dengan berjalan kaki sepanjang tahun, bahkan ketika suhu melonjak hingga 45°C di bulan-bulan musim panas.

Buka Hotel Tertinggi di Dunia

Tahun lalu, Ciel Dubai Marina, hotel tertinggi di dunia, dibuka di Dubai, Uni Emirat Arab, resmi dibuka pada 15 November 2025. Hotel itu berdiri menjulang setinggi 377 meter dengan material didominasi kaca di atas Dubai Marina. Dengan ketinggian tersebut, hotel 82 lantai yang dioperasikan IHG itu menggeser posisi Gevora sebagai hotel tertinggi di dunia.

"Hari ini, dengan bangga kami mengumumkan pembukaan Ciel Dubai Marina, hotel tertinggi di dunia, yang menjulang tinggi di jantung Dubai Marina," tulis mereka di Instagram, dikutip dari People, Selasa, 9 Desember 2025.

"Ciel lebih dari sekadar prestasi arsitektur. Ia merupakan simbol inovasi, ambisi, dan keyakinan, bukti bahwa kemajuan sejati terjadi ketika visi menjadi kenyataan. Landmark ini berdiri sebagai penghormatan bagi semangat kepeloporan Dubai dan bagi semua orang yang percaya bahwa masa depan dibangun, bukan dibayangkan."

Para arsitek tidak sengaja merancang hotel untuk menjadi yang tertinggi di dunia. "Kami tahu kami ingin membangun sesuatu yang spektakuler, tapi kami jelas tidak berencana membangun hotel tertinggi di dunia," kata Rob Burns, CEO pengembang proyek The First Group, dilansir dari CNN.

Rencana Bangun Kereta Cepat di UEA

Terlepas dari itu, layanan kereta api nasional Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Rail, mengumumkan akan mulai melayani penumpang pada 2026. Layanan itu direncanakan dan dibangun selama hampir dua dekade.

Mengutip Gulf News, Selasa, 30 Desember 2025, Etihad Rail membentang sepanjang 900 kilometer, dari Al Sila di wilayah barat Abu Dhabi hingga Fujairah di pantai timur. Jaringan itu akan menghubungkan 11 kota dan wilayah di ketujuh emirat, termasuk Abu Dhabi, Dubai, Sharjah, Al Ruwais, Al Mirfa, Al Dhaid, dan Ras Al Khaimah. Jalur kereta api ini dikembangkan secara bertahap.

Layanan penumpang adalah bagian domestik terakhir dari rencana tersebut, dengan fase selanjutnya yang membayangkan jalur kereta api di seluruh wilayah GCC yang lebih luas. Etihad Rail memperkirakan waktu perjalanan antara Abu Dhabi dan Dubai hanya 57 menit, 70 menit antara Abu Dhabi dan Ruwais, dan 105 menit antara Abu Dhabi dan Fujairah.

Kereta akan beroperasi dengan kecepatan hingga 200 km per jam, memangkas waktu perjalanan sekitar sepertiga dibandingkan dengan mengemudi.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |