Detail Cincin Kawin DJ Patricia Schuldzt yang Berhias 12 Berlian, Desain Simpel Penuh Makna

1 month ago 63

Liputan6.com, Jakarta - Tepat pada Minggu, 11 Januari 2026, Patricia Schuldzt dan Darma Mangkuluhur resmi menjadi pasangan suami istri setelah berhubungan lebih dari lima tahun. Cincin kawin pun melingkar di jari manis masing-masing sebagai tanda ikatan sakral keduanya.

Cincin kawin tersebut dirancang khusus dengan memesan pada brand perhiasan lokal, Adelle Jewellery. Dalam keterangan tertulis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, cincin kawin tersebut memiliki desain band menyerupai bentuk infinity.

Cincin kawin infinity bisa dikenali lewat bentuknya yang menyerupai angka delapan. Mengutip laman Diamond Heaven, kata infinity berasal dari bahasa Latin infinitas, yang berarti tak terbatas atau tak berujung.

Di zaman modern, simbol infiniti mewakili cinta dan hubungan abadi. Kedua lingkaran di kedua sisi simbol tersebut menunjukkan penyatuan dua orang yang menjalin hubungan untuk selamanya.

"Setengah badan cincin bride dihiasi barisan berlian kecil yang tersusun rapi, menghasilkan kilau yang konsisten dari berbagai sudut," kata Melissa Surya, R&D Manager of Adelle Jewellery, pada Selasa, 13 Januari 2026.

Total ada 12 berlian bulat dengan kualitas color F clarity VVS menghias cincin kawin yang dikenakan Patricia. Sementara, cincin kawin Darma lebih sederhana, berhias emas 18 K seberat 3,02 gram. Kedua cincin disematkan inisial nama pasangan beserta tanggal pernikahan mereka.

"Detail geometris yang dikerjakan dengan tingkat presisi tinggi memberikan sentuhan modern, sementara komposisi desain yang seimbang menjaga tampilannya tetap timeless. Sebuah desain yang mengutamakan keindahan struktur, detail, dan kualitas pengerjaan," sambungnya.

Set Perhiasan Rp580 Juta di Akad Nikah

Selain cincin kawin, Patricia juga melengkapi tampilan akad nikahnya dengan rangkaian perhiasan dari Adelle Jewellery. Ada kalung Lexicon of Diamond yang dikenakan sebagai statement utama di area leher, menampilkan barisan berlian signature Adelle, Eternal Flame, dengan light performance grade tinggi yang memantulkan cahaya secara maksimal. Desain ini memberikan sentuhan kemewahan yang tetap menyatu harmonis dengan kebaya putih yang dikenakan.

"Kalungnya kurang lebih Rp340 juta," kata Melissa.

Tampilan ini disempurnakan dengan Radiant Diamond Earrings, menampilkan potongan radiant dengan efek ice-crushed yang berkilau konstan. Dikelilingi oleh halo micro diamond yang membingkai pusat berlian, anting ini memantulkan cahaya dengan lembut namun intens.

Keselarasan kilau berlian kemudian diterjemahkan kembali pada cincin melalui ring stacking Oval Half Eternity dan Multishape Diamond Ring. Kombinasi ini menghadirkan harmoni antara bentuk dan karakter — refleksi dari dua individu yang bersatu dalam satu komitmen abadi. 

"Total harga perhiasan yang dikenakan Patricia sekitar Rp528 juta," imbuh dia.

Busana Resepsi Patricia Schuldtz

Sementara untuk busana resepsi, Patricia mempercayakan rancangan dan produksinya pada duo desainer Andika Pramudya dan Satria Soewiryo yang tergabung dalam label byAnsoe. Kepada Lifestyle Liputan6.com, Senin, 12 Januari 2026, sang desainer mengaku dihubungi pihak Patricia beberapa bulan lalu untuk merancang busana tersebut.

"Berbeda dari pengantin pada umumnya, ia (Patricia) menginginkan busana yang simpel, elegan, dan modern, namun tetap memancarkan nuansa adat Solo tanpa menyalahi pakem tradisi," kata Ansoe dalam penjelasan tertulis.

Pihaknya menjelaskan bahwa sebagian besar inspirasi desain mengambil dari kebaya pengantin Solo. Tak heran bila warna hitam yang dipilih untuk busana tersebut. Proses desainnya tak dilakukan sendiri, tetapi 'sangat kolaboratif', karena mereka menerima masukan langsung dari Patricia, desainer Didiet Hedi Prasetyo yang tak lain sepupu Darma Mangkuluhur, serta pakar rias adat Jawa Mamie Hardo.

"Semuanya memahami pakem kebudayaan Jawa/Solo dengan sangat baik," kata Ansoe.

Pesan Material Khusus dari Italia

Menyelaraskan konsep menjadi tantangan utama proses pengerjaan busana itu. Pihaknya bersyukur semua berjalan lancar. "Tim AnSoe dan Patricia memiliki visi yang sama, sehingga busana ini berhasil menjadi perwujudan impian sang pengantin, menggabungkan tradisi, modernitas, dan keanggunan dalam satu tampilan yang memukau," sahutnya lagi.

Proses selanjutnya adalah pengerjaan. Tim Ansoe mengombinasikan French lace, beludru, dan jacquard yang dipadukan dengan batik tulis sebagai bawahan untuk menegaskan akar budaya. "Proses pengerjaan kurang lebih tiga bulanan karena kebetulan untuk beberapa fabric-nya kita beli langsung dari Rome, Italy," sambungnya.

Pihaknya juga menambahkan detail dengan memadukannya dengan koleksi signature mereka sebelumnya. Pada busana itu dipasangkan aksesoris kuningan yang dirancang khusus, mulai dari pending, headpiece, hingga aksesori pinggang.

"Dirancang khusus mengikuti pattern batik dan lace pada busana sehingga setiap elemen terasa harmonis," ujarnya tanpa mendetailkan motif batik yang dikenakan Patricia. Dengan ekor sepanjang 1,5 meter, Patricia benar-benar seperti putri raja Jawa di malam resepsi.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |