Liputan6.com, Jakarta - Mengolah ikan menjadi hidangan lezat seringkali terhalang oleh satu masalah umum: bau amis. Aroma khas ini bisa sangat mengganggu, bahkan setelah ikan dicuci bersih. Banyak orang mengandalkan perasan jeruk nipis untuk mengatasi hal ini, namun bagaimana jika jeruk nipis tidak tersedia atau Anda ingin mencoba alternatif lain?
Bau amis pada ikan disebabkan oleh senyawa trimetilamina (TMA) yang terbentuk saat bakteri pada ikan mulai memecah trimetilamina oksida (TMAO) setelah ikan mati. Senyawa ini bersifat basa, sehingga bahan-bahan dengan sifat asam atau pengikat bau dapat efektif menetralkannya. Untungnya, dapur Anda menyimpan berbagai rahasia untuk mengatasi masalah ini.
Artikel ini akan mengulas cara menghilangkan bau amis ikan tanpa jeruk nipis, menggunakan bahan-bahan sederhana yang mungkin sudah ada di rumah. Dengan tips ini, Anda bisa menyajikan hidangan ikan yang lezat dan bebas bau amis, meningkatkan pengalaman kuliner Anda tanpa perlu bergantung pada satu bahan saja. Berikut selengkapnya sebagaimana dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber pada Rabu (28/1).
1. Cuka
Cuka merupakan salah satu bahan dapur yang sangat efektif untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Kandungan asam asetat dalam cuka berperan penting dalam memecah protein penyebab bau amis, sehingga dapat menetralkan aroma tidak sedap tersebut. Bahan ini dikenal mampu mengurangi sekitar 50% bau amis pada ikan, menjadikannya pilihan yang kuat sebagai alternatif jeruk nipis.
Untuk menggunakan cuka, Anda bisa mencampurkan 1-2 sendok makan cuka ke dalam 1 liter air, lalu rendam ikan dalam larutan ini selama 5-10 menit. Proses perendaman singkat ini memungkinkan asam cuka bekerja optimal dalam menetralkan senyawa penyebab bau. Setelah direndam, pastikan untuk membilas ikan dengan air bersih secara menyeluruh sebelum melanjutkan ke proses memasak.
Alternatif lain adalah dengan melumuri ikan langsung dengan cuka. Gunakan sekitar 2 sendok teh cuka untuk setiap 1 kilogram ikan, kemudian biarkan selama 15-20 menit. Setelah itu, bilas ikan hingga bersih. Metode ini memastikan cuka meresap dengan baik ke permukaan ikan, menghilangkan bau amis secara efisien dan mempersiapkan ikan untuk diolah menjadi hidangan yang nikmat.
2. Garam
Garam adalah bahan alami yang telah lama digunakan dalam berbagai proses pengolahan makanan, termasuk untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Garam bekerja dengan mengikat senyawa penyebab bau amis, menariknya keluar dari daging ikan. Ini adalah metode yang sederhana namun sangat efektif untuk memastikan ikan Anda siap dimasak tanpa aroma yang tidak diinginkan.
Cara penggunaannya cukup mudah. Anda bisa melumuri seluruh permukaan ikan yang sudah dibersihkan dengan garam, lalu gosok perlahan. Diamkan selama 5-10 menit agar garam dapat bekerja mengikat senyawa amis. Setelah itu, bilas ikan dengan air bersih mengalir hingga tidak ada sisa garam yang menempel, memastikan rasa ikan tidak terlalu asin saat dimasak.
Pilihan lainnya, Anda dapat membuat larutan garam dengan mencampurkan 2-3 sendok makan garam ke dalam 1 liter air. Rendam ikan dalam larutan ini selama 15-20 menit. Metode perendaman ini sangat membantu untuk ikan yang memiliki bau amis lebih kuat atau berukuran lebih besar. Setelah perendaman, bilas ikan dengan air bersih sebelum diolah, sehingga ikan menjadi segar dan bebas bau amis.
3. Jahe
Jahe dikenal luas sebagai bumbu dapur yang tidak hanya memberikan kehangatan dan rasa pada masakan, tetapi juga sangat efektif dalam menghilangkan bau amis ikan. Aroma jahe yang khas dan kuat mampu menutupi sekaligus menetralkan bau amis, memberikan sentuhan kesegaran pada hidangan ikan Anda.
Selain menghilangkan bau amis, jahe juga memiliki manfaat tambahan. Jahe dapat meningkatkan rasa ikan secara keseluruhan, mengurangi potensi racun, dan bahkan menghilangkan alergen yang mungkin terdapat pada ikan. Ini menjadikan jahe pilihan yang cerdas untuk tidak hanya membersihkan ikan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan keamanan konsumsi.
Untuk mengaplikasikannya, parut jahe segar secukupnya, lalu lumuri ikan dengan parutan jahe tersebut. Diamkan selama 15-20 menit agar sari jahe meresap dan bekerja optimal. Setelah itu, bilas ikan dengan air bersih sebelum dimasak. Jahe juga bisa dihaluskan bersama bumbu lain seperti garam, bawang merah, ketumbar, dan kunyit, kemudian dioleskan ke ikan sebagai marinasi selama sekitar 30 menit untuk hasil yang lebih maksimal.
4. Tepung Terigu atau Tepung Maizena
Mungkin terdengar tidak biasa, namun tepung terigu atau tepung maizena adalah bahan yang sangat efisien dalam menyerap aroma amis pada ikan. Keunggulan metode ini adalah tepung dapat menyerap bau tanpa merusak cita rasa asli ikan, menjadikannya pilihan yang ideal bagi Anda yang ingin menjaga keaslian rasa ikan.
Tepung maizena, khususnya, sering digunakan dalam resep tradisional India untuk menghilangkan bau amis, terutama jika dicampur dengan garam dan bubuk kunyit. Kombinasi ini tidak hanya menghilangkan bau, tetapi juga dapat memberikan warna dan aroma yang menarik pada ikan sebelum dimasak. Ini menunjukkan fleksibilitas tepung dalam pengolahan ikan.
Cara penggunaannya cukup mudah: lumuri seluruh permukaan ikan dengan 2 hingga 3 sendok makan tepung terigu atau maizena. Diamkan selama 15-20 menit agar tepung dapat menyerap bau amis secara maksimal. Setelah itu, bilas ikan dengan air bersih sebelum dimasak. Untuk ikan berlendir seperti lele, balurkan tepung terigu secara merata, gosok perlahan, lalu bilas hingga lendir dan bau amis hilang sepenuhnya.
5. Susu
Susu memiliki kemampuan unik untuk menyerap bau tidak sedap dari makanan laut, termasuk ikan. Rahasianya terletak pada kandungan kasein dalam susu. Kasein adalah protein yang dapat berikatan dengan trimetilamina oksida (TMA), zat kimia utama penyebab bau amis pada ikan. Ikatan ini secara efektif menetralkan dan menghilangkan bau amis.
Metode ini sangat direkomendasikan oleh beberapa koki profesional sebagai alternatif yang lebih baik daripada jeruk nipis, terutama karena asam pada jeruk nipis dapat membuat daging ikan 'matang' atau mengubah teksturnya jika direndam terlalu lama. Susu menawarkan solusi yang lebih lembut namun tetap ampuh dalam mengatasi bau amis tanpa mempengaruhi kualitas daging ikan.
Untuk menggunakannya, rendam ikan yang sudah dibersihkan dalam susu cair segar selama sekitar 30 menit. Pastikan seluruh bagian ikan terendam sempurna. Setelah perendaman, bilas ikan dengan air bersih. Anda akan mendapati ikan menjadi lebih segar dan siap diolah tanpa bau amis yang mengganggu, menjadikannya pilihan favorit banyak orang.
6. Bawang Putih
Bawang putih adalah bumbu dapur serbaguna yang tidak hanya menambah cita rasa lezat dan aroma aromatik pada olahan ikan, tetapi juga sangat efektif untuk menghilangkan bau amis. Kandungan senyawa aktif dalam bawang putih mampu menetralkan bau tidak sedap, sekaligus memberikan sentuhan rasa yang lebih kaya pada ikan.
Selain kemampuannya menghilangkan bau amis, bawang putih juga dikenal memiliki sifat antibakteri dan dapat meningkatkan imunitas. Ini berarti penggunaan bawang putih tidak hanya membuat ikan lebih sedap, tetapi juga dapat berkontribusi pada aspek kebersihan dan kesehatan ikan sebelum dikonsumsi.
Cara penggunaannya cukup sederhana: haluskan beberapa siung bawang putih, lalu gosokkan secara merata pada ikan yang sudah dibersihkan. Biarkan meresap selama beberapa waktu sebelum dibilas. Alternatif lain, bawang putih bisa diulek bersama cabai rawit dan garam, kemudian dicampur sedikit air dan digunakan untuk merendam ikan selama 15 menit, memberikan bumbu awal yang meresap sempurna.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa ikan memiliki bau amis?
Bau amis pada ikan disebabkan oleh senyawa trimetilamina (TMA) yang terbentuk ketika bakteri pada ikan memecah trimetilamina oksida (TMAO) setelah ikan mati.
2. Bahan apa saja yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau amis ikan selain jeruk nipis?
Anda bisa menggunakan cuka, garam, jahe, tepung terigu atau maizena, susu, dan bawang putih sebagai alternatif efektif untuk menghilangkan bau amis ikan.
3. Bagaimana cara kerja cuka dalam menghilangkan bau amis ikan?
Cuka bekerja melalui kandungan asam asetatnya yang membantu memecah protein penyebab bau amis, sehingga menetralkan aroma tidak sedap pada ikan.
4. Apakah susu benar-benar efektif menghilangkan bau amis ikan?
Ya, susu sangat efektif karena protein kasein di dalamnya dapat berikatan dengan trimetilamina oksida (TMA), senyawa penyebab bau amis, sehingga bau amis dapat hilang.
5. Selain menghilangkan bau amis, apa manfaat lain dari jahe pada ikan?
Selain menghilangkan bau amis, jahe juga dapat menambah aroma segar, meningkatkan rasa, mengurangi potensi racun, dan menghilangkan alergen yang mungkin terdapat pada ikan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489115/original/086729200_1769826254-lalisa3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490635/original/015467000_1770018615-gambar__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490589/original/083243800_1770017053-gambar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490336/original/098086600_1770008327-as.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490227/original/005834600_1770002805-SAM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490637/original/091796900_1770018980-nicola_peltz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338217/original/075517700_1756967700-ss.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490208/original/019300500_1770002523-56fb4f6a-a120-49e4-ac30-9eac256d9a0c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490576/original/000054700_1770016226-menu_makan_anak__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490568/original/097169200_1770016022-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.36.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4984171/original/063267400_1730185598-IMG-20230227-WA0052-617450006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350683/original/045639900_1758005379-Gemini_Generated_Image_v8xji0v8xji0v8xj__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490326/original/015470100_1770007781-Sambal_Matah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490446/original/063175300_1770011701-SnapInsta-Ai_3822142051438394029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490512/original/082894200_1770013698-Gemini_Generated_Image_yg3jxcyg3jxcyg3j.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5261773/original/081492900_1750688155-young-happy-businesswoman-eating-break-office.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490508/original/090232600_1770013669-central_springbed_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490297/original/019286600_1770006932-ikan_kembung__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490177/original/090418100_1770001564-AP26033005917016.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377166/original/066367600_1760078929-MixCollage-10-Oct-2025-01-47-PM-5603.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4197597/original/080031300_1666234834-248444520_240009231493776_5687203792293197714_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5132032/original/043302500_1739436053-WhatsApp_Image_2025-02-13_at_15.07.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2321342/original/006886300_1533604891-098269700_1448861796-gili_trawangan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373638/original/073692000_1759826729-2.jpg)