- Apa penyebab jenang lengket saat dipotong?
- Bagaimana cara menghilangkan bau tepung pada jenang?
- Apakah jenang harus terus diaduk?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Jenang atau dodol dikenal sebagai salah satu kudapan tradisional yang proses pembuatannya menuntut ketelatenan, ketepatan takaran, serta penguasaan teknik memasak yang tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Banyak orang tertarik membuat jenang sendiri di rumah karena rasanya yang khas dan nilai tradisinya yang kuat, namun tidak sedikit pula yang gagal mendapatkan tekstur lembut dan aroma bersih. Kesalahan kecil pada tahap awal sering kali berdampak besar pada hasil akhir jenang yang terlalu lengket atau berbau tepung mentah.
Masalah jenang lengket dan bau tepung umumnya muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap karakter tepung ketan dan santan saat dipanaskan dalam waktu lama. Proses pemasakan jenang berbeda dengan bubur biasa karena membutuhkan waktu panjang agar pati benar-benar matang sempurna. Tanpa teknik yang tepat, adonan akan terlihat matang di luar tetapi masih menyisakan aroma tepung di bagian dalam.
Berikut cara membuat jenang lembut dan tidak lengket, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Minggu (18/1/2026).
1. Pemilihan Tepung Menentukan Tekstur dan Aroma Jenang
Pemilihan tepung ketan menjadi fondasi utama dalam pembuatan jenang karena bahan ini berperan besar dalam membentuk tekstur kenyal dan elastis. Tepung ketan yang masih baru akan lebih mudah menyatu dengan santan sehingga adonan menjadi halus sejak awal pencampuran. Tepung yang sudah lama disimpan cenderung memiliki aroma langu yang sulit hilang meskipun dimasak lama.
Penggunaan tepung beras sebagai campuran tambahan perlu diperhitungkan dengan cermat karena fungsinya adalah menyeimbangkan kekenyalan tepung ketan. Takaran yang terlalu banyak akan membuat jenang menjadi kaku dan cepat mengeras setelah dingin. Sebaliknya, jumlah yang tepat justru membantu jenang tetap padat namun tidak lengket saat dipotong.
Penyimpanan tepung sebelum digunakan juga tidak boleh diabaikan karena tepung sangat mudah menyerap bau dari lingkungan sekitar. Menyimpan tepung dalam wadah kedap udara di tempat kering dan gelap membantu menjaga kualitasnya tetap stabil. Langkah ini penting untuk mencegah aroma apek yang sering muncul saat jenang sudah hampir matang.
2. Takaran Santan dan Gula Membentuk Konsistensi Jenang
Santan segar berfungsi sebagai sumber lemak alami yang memberikan rasa gurih sekaligus kelembutan pada jenang. Santan dari kelapa tua lebih disarankan karena kandungan lemaknya lebih tinggi sehingga tekstur jenang menjadi lebih lembut. Takaran santan yang cukup juga membantu adonan tetap lentur selama proses pengadukan panjang.
Perbandingan santan dan tepung harus dijaga agar tidak terlalu kental sejak awal pemasakan. Adonan yang terlalu pekat akan lebih cepat lengket di wajan dan berisiko gosong di bagian bawah. Dengan santan yang lebih dominan, proses pemasakan dapat berlangsung lebih stabil dan merata.
Kombinasi gula aren dan gula pasir tidak hanya berpengaruh pada rasa manis, tetapi juga menentukan warna serta kilap jenang. Gula aren memberikan aroma khas dan warna cokelat alami, sementara gula pasir membantu menjaga rasa tetap bersih. Perpaduan keduanya menciptakan jenang yang matang sempurna tanpa rasa pahit atau aroma gosong.
3. Pencampuran Awal Menjadi Kunci Adonan Halus
Tahap pencampuran awal menjadi penentu apakah adonan jenang akan halus atau justru menggumpal saat dimasak. Seluruh bahan sebaiknya dicampur dalam kondisi dingin agar tepung larut perlahan bersama santan. Proses ini membantu pati menyerap cairan secara merata sebelum terkena panas.
Pengadukan saat pencampuran harus dilakukan hingga gula benar-benar larut dan tidak ada butiran tepung yang tersisa. Gumpalan kecil yang terlewat akan sulit dihancurkan ketika adonan mulai mengental. Hal ini sering menjadi penyebab jenang beraroma tepung meski telah dimasak lama.
Menyaring adonan sebelum masuk ke wajan menjadi langkah tambahan yang sangat dianjurkan. Penyaringan memastikan tekstur adonan benar-benar halus dan siap dimasak secara perlahan. Dengan adonan yang bersih dari gumpalan, proses pemasakan akan berjalan lebih terkendali.
4. Teknik Memasak Bertahap Menentukan Kematangan
Memasak jenang sebaiknya dimulai dengan api sedang agar santan dan gula menyatu tanpa risiko pecah atau gosong. Pada tahap ini, adonan masih encer sehingga pengadukan dapat dilakukan dengan relatif mudah. Panas yang stabil membantu mencegah aroma mentah yang sering muncul di awal pemasakan.
Ketika adonan mulai mengental, api perlu dikecilkan secara bertahap agar panas menembus hingga bagian dalam. Api besar pada fase ini justru membuat bagian luar cepat matang sementara bagian dalam belum sempurna. Proses ini menuntut kesabaran karena kematangan jenang tidak bisa dipercepat.
Jenang yang matang sempurna ditandai dengan adonan yang terasa berat, mengilat, dan tidak lagi mengeluarkan aroma tepung. Ciri ini menjadi indikator penting sebelum adonan diangkat dari wajan. Mengakhiri proses terlalu cepat berisiko membuat jenang lengket dan berbau saat dingin.
5. Pengadukan Konstan Mencegah Lengket dan Gosong
Pengadukan konstan berfungsi menjaga adonan tetap bergerak sehingga tidak mengendap di dasar wajan. Gerakan ini membantu panas menyebar secara merata ke seluruh bagian adonan. Tanpa pengadukan rutin, jenang sangat mudah gosong meski menggunakan api kecil.
Tekanan adukan perlu disesuaikan dengan tingkat kekentalan adonan yang terus berubah selama pemasakan. Saat adonan mulai berat, tenaga yang dikeluarkan harus lebih konsisten agar bagian bawah tidak tertinggal. Ritme adukan yang stabil membantu pembentukan tekstur kenyal yang merata.
Proses pengadukan yang disiplin juga berpengaruh pada hasil akhir jenang yang tidak lengket saat dipotong. Adonan yang matang merata akan memiliki struktur yang solid namun tetap elastis. Inilah alasan pengadukan sering disebut sebagai kunci keberhasilan membuat jenang.
6. Penggunaan Bahan Tambahan untuk Stabilitas Tekstur
Penambahan agar-agar dalam jumlah kecil sering digunakan untuk membantu menjaga struktur jenang tetap stabil setelah dingin. Bahan ini membantu mengikat cairan tanpa mengubah karakter kenyal khas jenang. Takaran yang tepat akan menghasilkan tekstur yang rapi dan tidak mudah melebar.
Daun pandan memberikan aroma alami yang mampu menutupi potensi bau tepung selama proses masak panjang. Aroma pandan akan menyatu dengan santan dan gula sehingga menghasilkan wangi yang lembut. Penggunaan bahan alami ini juga menjaga cita rasa jenang tetap tradisional.
Sedikit garam berfungsi sebagai penyeimbang rasa manis yang dominan. Garam membantu memperkuat rasa santan dan gula tanpa terasa asin. Dengan keseimbangan rasa yang tepat, jenang akan terasa lebih bersih dan tidak enek saat disantap.
7. Proses Pendinginan dan Pencetakan Menentukan Hasil Akhir
Menuang jenang panas ke dalam loyang yang telah dialasi plastik dan diolesi minyak tipis memudahkan proses pelepasan setelah dingin. Langkah ini mencegah permukaan jenang rusak atau lengket pada cetakan. Proses pencetakan sebaiknya dilakukan segera setelah adonan diangkat.
Pendinginan jenang dilakukan secara alami pada suhu ruang agar struktur menguat secara bertahap. Pendinginan yang terlalu cepat dapat menyebabkan permukaan berair atau tekstur tidak merata. Waktu dingin yang cukup membantu jenang mencapai kekenyalan optimal.
Setelah benar-benar dingin, jenang akan lebih mudah dipotong dan tidak menempel pada pisau. Tekstur yang terbentuk mencerminkan keberhasilan seluruh proses sebelumnya. Pada tahap inilah kualitas jenang dapat dinilai secara menyeluruh.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Jenang
1. Apa penyebab jenang lengket saat dipotong?
Jenang lengket umumnya disebabkan oleh takaran santan yang kurang atau adonan belum dimasak hingga benar-benar matang.
2. Bagaimana cara menghilangkan bau tepung pada jenang?
Bau tepung dapat dicegah dengan menggunakan tepung segar, melarutkannya dengan santan suhu ruang, dan memasak hingga adonan mengilat.
3. Apakah jenang harus terus diaduk?
Jenang perlu diaduk terus menerus agar panas merata dan adonan tidak menempel di dasar wajan.
4. Mengapa jenang keras setelah dingin?
Tekstur keras biasanya terjadi karena perbandingan tepung terlalu banyak atau waktu memasak terlalu lama dengan api besar.
5. Apakah jenang bisa dibuat tanpa gula aren?
Jenang tetap bisa dibuat tanpa gula aren, namun warna dan aroma khasnya akan berkurang dibanding penggunaan gula merah.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477562/original/022471000_1768869683-WhatsApp_Image_2026-01-19_at_22.56.19.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476303/original/023394600_1768726731-modern-woman-using-hair-straightener.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477551/original/095135300_1768865150-000_939Z8CQ.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5415149/original/071963500_1763361945-pexels-nietjuhart-776656.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5456618/original/010533800_1766910015-unnamed__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476291/original/097507500_1768725283-SnapInsta.to_618139445_18372314815233629_2852049817435645816_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3061834/original/093287800_1582776911-1.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477479/original/045314900_1768826830-000_92QX2XP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3146834/original/000657300_1591609713-Resep-Kue-Apem-Kukus-Super-Mudah-Dan-Enak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4007310/original/073636000_1650970092-269879543_447602990188526_1004348801651320857_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5476253/original/069341700_1768721854-esra-afsar-dpk4MSvZqk0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477183/original/008126800_1768810776-Kue_pia.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477161/original/096360300_1768810454-Ilustrasi_Nagasari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477313/original/055640500_1768815960-word_media_image2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477110/original/004540900_1768809292-Mengolah_Tahu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4839570/original/091591600_1716358988-Nagasari.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5477091/original/015268400_1768808504-Penampakan_lumba-lumba_belang_di_perairan_barat_Sumatra_pada_10_Mei_2024_-_Dok.OCEANX.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442434/original/084666500_1765536974-Ilustrasi_Sisa_Nasi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468187/original/049790100_1767943154-Screenshot_2026-01-09_141611.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5179966/original/036500400_1743676596-20250403-Kota_Tua-HER_1.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4836979/original/089302800_1716174604-20240519BL_Stadion_Batakan_20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5362649/original/088839700_1758871824-Screenshot_2025-09-26_142158.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361797/original/072936700_1758793342-Screenshot_2025-09-25_163936.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3618556/original/006741200_1635673587-20211031-Wisata-Puncak-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371447/original/007401400_1759655548-Screenshot_2025-10-05_161134.jpg)