Liputan6.com, Jakarta - Es gabus adalah jajanan dingin yang dikenal luas di Indonesia, terutama di kalangan generasi yang tumbuh di era 80-an dan 90-an. Es ini menawarkan pengalaman rasa yang membawa kembali kenangan masa lalu, dengan tekstur unik padat namun lembut saat dikonsumsi. Dahulu, para penjualnya menjajakan dagangan menggunakan gerobak dorong atau sepeda yang hadir di jam istirahat dan pulang sekolah.
Proses pembuatannya sendiri sebenarnya sederhana dan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat di pasar tradisional. Dan makanan ini menggunakan komposisi alami, seperti tepung hunkwe, gula pasir hingga santan kelapa. Cara mengolahnya pun mudah, dan bisa diracik sendiri di rumah dengan menambahkan rasa buah atau susu.
Jika Anda saat ini ingin bernostalgia dengan membuat jajanan jadul tersebut, Liputan6 sudah menyiapkan resep yang mudah ditiru. Simak informasi selengkapnya, kami rangkum, Rabu (28/1).
Sejarah Es Gabus Sebagai Jajanan Jadul di Sekolah
Es gabus belakangan memang tengah viral. Meski begitu, kehadirannya tetap dinanti oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama yang dahulu bersekolah di rentang tahun 1970-1990 an. Rasanya yang manis dan lembut, membuat jajanan ini dahulu begitu favorit dan disukai anak-anak sekolah. Harganya pun murah, mulai dari Rp100 rupiah sampai belakangan Rp2.000 per potongnya.
Sebagaimana dikutip dari laman Perpustakaan Digital Budaya Indonesia, es gabus merupakan jajanan tradisional yang telah dikenal di Indonesia sejak pertengahan abad ke-20. Popularitasnya meningkat pada era 1970-an dan 1980-an, sehingga menjadikannya bagian dari kenangan masa kecil banyak orang. Jajanan ini sering dijumpai di lingkungan sekolah, taman, dan dijajakan oleh pedagang keliling, sehingga mudah diakses oleh anak-anak sekolah.
Es gabus dikenal dengan berbagai nama, termasuk es kue, dan memiliki ciri khas berupa potongan menyerupai kue dengan tekstur lembut serta lapisan warna yang cerah. Saat itu, jajanan ini dikemas dengan kertas khusus atau plastik berbentuk silinder atau persegi.
Kunci Kelezatan Es Gabus
Kelezatan es gabus terletak pada teksturnya yang khas, yaitu padat namun lembut saat dikonsumsi. Tekstur ini dihasilkan dari penggunaan tepung hunkwe yang dimasak dengan santan, bukan dari bahan sintetis. Sensasi empuk yang dihasilkan menjadi ciri khas es gabus yang membedakannya dari es krim pada umumnya. Aromanya juga harum, sehingga disukai anak-anak.
Sebagai bahan utama, tepung hunkwe, yang terbuat dari pati kacang hijau, berperan penting dalam membentuk tekstur es gabus. Proses pemasakan tepung hunkwe dengan cairan akan mengubahnya menjadi adonan kental dan elastis, menciptakan sensasi empuk yang menjadi ciri khas es gabus. Santan kelapa juga memberikan rasa gurih dan membantu menciptakan tekstur yang lembut.
Kombinasi santan dengan gula menghasilkan rasa manis gurih yang menjadi ciri khas es gabus. Beberapa variasi rumahan juga menggunakan susu UHT atau susu segar untuk rasa yang lebih ringan. Penggunaan bahan alami dalam pembuatan es gabus menjadikannya pilihan yang lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Bahan untuk Membuat Es Gabus
Membuat es gabus di rumah adalah cara untuk menikmati jajanan tradisional ini dengan bahan-bahan yang dapat dipilih sendiri. Proses pembuatannya tidak memerlukan keahlian khusus, sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja. Dengan memilih bahan-bahan alami, kualitas dan keamanan kudapan ini dapat terjaga dengan baik.
Penggunaan bahan alami juga memungkinkan penyesuaian rasa dan warna sesuai keinginan, tanpa perlu khawatir akan tambahan zat yang tidak diperlukan. Misalnya, pewarna dapat diganti dengan ekstrak buah atau sayuran untuk memberikan warna yang menarik. Hal ini mendukung upaya untuk menyajikan kudapan yang menyegarkan sekaligus mengandung nutrisi. Berikut adalah takaran bahan yang dibutuhkan untuk membuat es gabus:
- 1 bungkus tepung hunkwe (sekitar 95-100 gram)
- 200-250 gram gula pasir (sesuaikan dengan selera)
- 800-1000 ml santan kelapa (dapat menggunakan santan instan yang diencerkan)
- 1/4 sendok teh garam
- Pewarna makanan alami (misalnya, ekstrak pandan untuk hijau, jus buah naga untuk merah, atau biarkan putih)
Langkah-langkah Membuat Es Gabus
Proses pembuatan es gabus melibatkan beberapa tahapan yang perlu diikuti secara berurutan untuk mendapatkan tekstur dan rasa yang diinginkan. Setiap langkah memiliki peran penting dalam menciptakan kudapan yang lembut dan padat. Berikut adalah langkah-langkah pembuatan es gabus yang mudah ditiru:
- Campurkan tepung hunkwe, gula pasir, garam, dan santan ke dalam panci.
- Aduk semua bahan hingga tercampur rata dan tidak ada gumpalan.
- Bagi adonan menjadi beberapa bagian sesuai jumlah warna yang diinginkan.
- Tambahkan pewarna makanan alami pada masing-masing bagian, lalu aduk hingga warna merata.
- Masak setiap bagian adonan secara bergantian di atas api kecil.
- Aduk terus-menerus hingga adonan mengental dan meletup-letup.
- Tuangkan lapisan pertama adonan (misalnya, warna merah) ke dalam loyang atau cetakan yang sudah dialasi plastik.
- Ratakan dan biarkan sebentar hingga adonan agak mengeras.
- Setelah lapisan pertama mengeras, tuangkan lapisan kedua adonan (misalnya, warna hijau) di atasnya.
- Ulangi langkah ini untuk semua warna yang tersedia.
- Biarkan adonan mendingin sepenuhnya pada suhu ruangan, lalu masukkan ke dalam lemari pendingin atau freezer hingga membeku.
- Setelah es gabus membeku, keluarkan dari cetakan dan potong-potong sesuai ukuran yang diinginkan.
Cara Mengemas Es Gabus
Pengemasan es gabus memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan produk dan memberikan tampilan yang menarik. Pengemasan yang tepat juga membantu mempertahankan bentuk dan tekstur es gabus. Berikut adalah beberapa cara mengemas es gabus:
- Bungkus setiap potongan es gabus dengan plastik bening. Pastikan plastik menempel rapat pada permukaan es untuk mencegah kontaminasi dan menjaga bentuknya.
- Untuk tampilan yang lebih menarik, gunakan plastik kemasan dengan motif atau warna yang sesuai. Penggunaan stik es krim dapat ditambahkan sebelum pembekuan untuk memudahkan konsumsi.
- Jika es gabus akan dijual, pertimbangkan penggunaan kemasan individual yang higienis dan mudah dibawa. Kemasan ini dapat berupa plastik khusus es atau wadah kecil yang tertutup.
Tips Menyimpan Es Gabus agar Awet dan Tidak Basi
Penyimpanan es gabus yang benar merupakan faktor penting untuk menjaga kualitas, tekstur, dan keamanan konsumsinya dalam jangka waktu yang lebih lama. Metode penyimpanan yang tepat dapat mencegah es gabus cepat mencair atau mengalami perubahan rasa. Berikut adalah tips untuk menyimpan es gabus:
- Simpan es gabus di dalam freezer pada suhu yang stabil. Suhu freezer yang konstan membantu mencegah pembentukan kristal es yang berlebihan, yang dapat mengubah tekstur es gabus.
- Pastikan es gabus dibungkus rapat dengan plastik atau disimpan dalam wadah kedap udara sebelum dimasukkan ke dalam freezer. Hal ini mencegah es gabus menyerap bau dari makanan lain di freezer dan mengurangi risiko freezer burn.
- Es gabus dapat bertahan di freezer selama beberapa minggu hingga satu bulan tanpa kehilangan kualitas yang signifikan. Untuk hasil terbaik, konsumsi es gabus dalam waktu yang tidak terlalu lama setelah pembuatan.
- Hindari menyimpan es gabus di pintu freezer karena area tersebut sering mengalami fluktuasi suhu saat pintu dibuka dan ditutup, yang dapat mempercepat proses pencairan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
Q: Apa bahan utama es gabus?
A: Es gabus dibuat dengan bahan utama tepung hunkwe, santan, gula, dan garam.
Q: Mengapa es gabus memiliki tekstur yang lembut?
A: Tekstur lembut es gabus berasal dari tepung hunkwe yang dimasak dengan santan.
Q: Berapa lama es gabus dapat disimpan?
A: Es gabus dapat disimpan di dalam freezer selama beberapa minggu hingga satu bulan.
Q: Apakah es gabus aman untuk dikonsumsi?
A: Es gabus yang dibuat dengan bahan alami adalah jajanan yang layak konsumsi.
Q: Bisakah es gabus dibuat tanpa santan?
A: Es gabus dapat dibuat tanpa santan, menggunakan air atau susu sebagai pengganti.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5486005/original/015152800_1769572260-AP26027437749239.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485790/original/082491000_1769558841-acar_timun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485832/original/030355900_1769564655-000_947B6R6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485837/original/076064700_1769565437-YosriKacangPanjang.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485856/original/017196900_1769566291-Depositphotos_317323513_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485806/original/053256400_1769561570-ngong_ping.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485787/original/001883900_1769558669-Img___2_.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352014/original/062526900_1758090393-vape_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485217/original/043292900_1769498367-Gemini_Generated_Image_hn9ilvhn9ilvhn9i.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485779/original/081234700_1769554680-pasar_bunga_hong_kong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384627/original/051838800_1760805015-andrew-d-0ttkO-kNBcc-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5441968/original/058656800_1765523086-Cabe_gendot.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4193709/original/060726900_1665971368-063_1433771524.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484697/original/077079600_1769482027-Gemini_Generated_Image_svl4bdsvl4bdsvl4.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/889670/original/050032200_1433074185-soto_tankar_menyajikandotblogspotdotcom.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4258930/original/022799600_1670892733-chandler-cruttenden-w8hWTFpGtpY-unsplash_1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4991093/original/053489000_1730735102-WhatsApp_Image_2024-11-04_at_22.25.32.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468453/original/037223800_1767951649-unnamed-70.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5170048/original/048881800_1742565141-bottle-oil-with-raw-chicken-legs-onions.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485031/original/088974600_1769492957-Memasak_Ubi_Jalar.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3618556/original/006741200_1635673587-20211031-Wisata-Puncak-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4197597/original/080031300_1666234834-248444520_240009231493776_5687203792293197714_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371447/original/007401400_1759655548-Screenshot_2025-10-05_161134.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377166/original/066367600_1760078929-MixCollage-10-Oct-2025-01-47-PM-5603.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5368442/original/077121700_1759377633-unnamed__43_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5132032/original/043302500_1739436053-WhatsApp_Image_2025-02-13_at_15.07.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)