Apa Itu Asam Hipoklorit dan Bagaimana Langkah Pengaplikasiannya di Kulit?

1 day ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Jika Anda memiliki kulit kering atau sensitif, asam mungkin merupakan jenis bahan terakhir yang Anda pertimbangkan untuk ditambahkan ke rutinitas perawatan kulit Anda. Faktanya, banyak asam pengelupas yang keras pada kulit sensitif dan dapat menyebabkan reaksi yang lebih parah. Namun, asam hipoklorit adalah pengecualian.

Mengutip Women’s Health, Jumat, 29 Agustus 2025, bahan unggulan ini awalnya digunakan dalam dunia medis karena sifat disinfektannya yang kuat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, asam hipoklorit telah masuk ke dalam produk perawatan kulit arus utama karena para formulator telah menemukan kemampuannya untuk secara dramatis meredakan berbagai penyakit kulit.

Para ahli produk ini mengatakan bahwa asam hipoklorit dapat meredakan peradangan akibat eksim, psoriasis, dan rosacea. Tapi, apa sebenarnya asam hipoklorit itu? 

Asam hipoklorit adalah senyawa alami yang terbentuk ketika klorin larut dalam air. Asam hipoklorit memiliki sifat antimikroba yang ampuh, artinya dapat menetralkan bakteri, virus, dan jamur secara efektif. Di dalam tubuh, asam hipoklorit diproduksi oleh sel darah putih sebagai bagian dari respons imun untuk membantu menangkal infeksi.

Ketika dioleskan, asam hipoklorit membantu menjaga lingkungan yang bersih dan seimbang pada kulit, yang dapat membantu mendukung kesehatan kulit secara keseluruhan serta penyembuhan. Karena alasan ini, dokter kulit mungkin merekomendasikan penggunaan asam hipoklorit untuk menangani luka akibat operasi.

Amankah Asam Hipoklorit Digunakan pada Kulit?

Dokter kulit Pooja Rambhia, MD, yang berbasis di New York mengatakan, "Aksinya yang lembut namun ampuh menjadikannya alat yang sangat diperlukan untuk meningkatkan kesehatan kulit dan mengobati berbagai kondisi dermatologis." Asam hipoklorit dapat sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki gangguan kulit inflamasi.

Ia juga mengatakan, "Dalam kondisi seperti jerawat atau rosacea di mana mungkin terdapat lebih banyak bakteri pro-inflamasi dan mikroba lainnya, asam hipoklorit dapat sangat membantu."

Dr. Rambhia menjelaskan bahwa, "Asam hipoklorit adalah agen antimikroba yang efektif namun ringan yang dapat ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar jenis kulit, termasuk kulit sensitif." Asam hipoklorit sangat lembut dan memiliki tingkat pH yang mirip dengan kulit manusia, sehingga meminimalkan risiko iritasi. 

Ia menambahkan bahwa asam hipoklorit umumnya digunakan untuk menangani luka, mengobati jerawat, dan sebagai disinfektan yang efektif untuk persiapan kulit sebelum prosedur. Asam hipoklorit juga bisa memberikan efek pelembap ringan, membantu menjaga kulit tetap terhidrasi tanpa terasa berminyak.

Manfaat Penggunaan Asam Hipoklorit

Asam hipoklorit dapat ditoleransi dengan baik oleh kebanyakan orang, dan efek samping yang serius jarang terjadi. Meskipun demikian, iritasi ringan, terutama jika digunakan secara berlebihan, bukan hal yang tidak biasa.

Untuk meminimalkan potensi reaksi yang merugikan, sebaiknya ikuti petunjuk produk dan gunakan sesuai petunjuk. Anda bisa melakukan uji tempel terlebih dahulu sebelum mengaplikasikannya ke area yang luas untuk berjaga-jaga jika kulit mengalami reaksi yang merugikan. 

Jika terjadi kemerahan, gatal, atau rasa tidak nyaman yang tidak biasa, hentikan penggunaan dan konsultasikan dengan dokter kulit jika perlu. Dr. Finney mengatakan, "Seperti halnya apa pun, terlalu banyak hal baik bisa berdampak buruk, dan bahkan asam hipoklorit bisa mengiritasi jika digunakan berlebihan."

Ia menambahkan, "Secara teori, asam hipoklorit membunuh mikroba, yang beberapa di antaranya memang seharusnya ada. Jadi, Anda harus berharap mikrobioma Anda terisi kembali dengan bakteri sehat."

Cara Menggunakan Asam Hipoklorit

Dr. Rambhia menjelaskan bahwa, "Asam hipoklorit dapat digunakan dengan berbagai cara, dan saya sering merekomendasikannya sebagai alternatif toner tradisional, yang mungkin mengandung pewangi yang mengiritasi, mahal, dan tidak mengandung bahan aktif. Setelah membersihkan wajah, saya menyarankan pasien untuk menggunakan semprotan asam hipoklorit sebagai pengganti langkah "toning" mereka."

Ia juga menjelaskan, "Ini membantu menghilangkan mikroba dan memberikan efek anti-inflamasi. Setelah larutan mengering, pasien harus mengoleskan pelembap. Selain itu, ini merupakan pilihan yang sangat baik untuk digunakan setelah berolahraga, terutama jika Anda tidak langsung mandi, karena membantu mengurangi jumlah bakteri dan mencegah timbulnya jerawat."

Dokter kulit Marisa Garshick mengatakan bahwa asam hipoklorit dapat digunakan hingga tiga kali sehari, tergantung kondisi yang dirawat. Jika Anda menggunakan larutan cair yang tidak dikemas dalam botol semprot, Dr. Garshick menyarankan untuk mengoleskannya dengan menepuk-nepukkannya secara lembut ke kulit menggunakan kapas.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |