Liputan6.com, Jakarta - Daun sintrong merupakan tanaman liar yang sering tumbuh di sekitar pekarangan, namun memiliki potensi besar sebagai bahan pangan. Banyak orang belum menyadari bahwa dengan memahami cara mengolah daun sintrong jadi lauk, tanaman ini dapat disajikan menjadi hidangan sederhana yang sehat dan bernutrisi.
Selain mudah didapat, sintrong mengandung berbagai zat gizi yang baik untuk tubuh. Rasa khasnya cocok diolah menjadi menu rumahan yang praktis, sehingga mengetahui cara mengolah daun sintrong jadi lauk sangat membantu dalam memanfaatkan bahan alami yang sering terabaikan.
Pemanfaatan daun sintrong sebagai lauk juga mendukung kebiasaan mengonsumsi pangan lokal. Dengan teknik yang tepat, cara mengolah daun sintrong jadi lauk dapat menghasilkan sajian lezat sekaligus menambah variasi menu sehari-hari.
Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang cara mengolah daun sintrong jadi lauk, Kamis (29/1/2026).
1. Tumis Daun Sintrong Biasa
Mengutip buku berjudul Manajemen Risiki dan Investasi: Sebagai Indikator Ketidakpastian Investasi untuk Mitigasi Risiko (2024) oleh Prof. Dr. Sukmawati Sukamulja, tanaman sintrong atau tanaman dengan nama ilmiah Crassocephalum crepidioides atau Crassocephalum aurantiaca ini banyak dijumpai di area persawahan, tepi jalan, pekarangan, dan lahan terlantar. Maka tak heran jika sintrong sering dianggap sebagai gulma.
Meskipun demikian, daun sintrong sangat digemari di kawasan Jawa Barat sebagai lalap karena memiliki cita rasa dan aroma yang khas serta dapat meningkatkan nafsu makan.
Menurut Pasilala, dkk., (2016) dari sumber yang sama, terdapat dua jenis tanaman sintrong, yakni sintrong merah dan ungu. Sintrong dengan bunga ungu memiliki aroma yang kurang sedap dibandingkan dengan sintrong berbunga merah.
Oleh karena itu, jenis tanaman sintrong berbunga merahlah yang sering disantap sebagai lalap. Selain nikmat disantap sebagai lalap, daun sintrong juga mengandung zat gizi, di antaranya adalah senyawa antioksidan, flavonoid, steroid, dan triterpenoid.
Salah satu cara mengolah daun sintrong jadi lauk yang paling mudah adalah dengan menumisnya menggunakan bumbu sederhana. Proses memasaknya cepat dan tidak memerlukan banyak bahan, sehingga cocok dijadikan menu harian. Meski berasal dari tanaman liar, rasanya tidak kalah lezat dibandingkan tumis sayuran lain seperti kangkung.
Bumbu yang umum digunakan antara lain bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan terasi. Tumis bumbu hingga harum, masukkan daun sintrong, lalu masak sebentar sampai layu. Sajian ini nikmat disantap bersama nasi hangat dan tetap kaya manfaat.
2. Lalapan Daun Sintrong
Mengutip buku berjudul Buah-Buahan dan Sayur-Sayuran Terlarang bagi Ibu Hamil (2019) oleh Veni Widyawati, lalapan atau lalap adalah sayur-sayuran yang biasa disajikan beserta masakan Indonesia. Terdiri dari banyak sayuran yang belum dimasak, lalapan banyak mengandung serat yang baik bagi pencernaan.
Lalapan yang akan dimakan mentah sebaiknya dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan residu pestisida yang ada, khususnya lalapan dari budi daya yang intensif.
Bagi penyuka lalapan, cara mengolah daun sintrong jadi lauk bisa dilakukan dengan sangat sederhana. Daun sintrong dapat dikonsumsi mentah atau direbus sebentar agar teksturnya lebih lembut. Rasanya segar dengan aroma khas yang unik.
Penyajiannya cukup dengan mencuci bersih daun sintrong, lalu sajikan bersama sambal dan lauk pendamping. Lalapan ini tidak hanya menambah selera makan, tetapi juga membantu memenuhi kebutuhan serat dan vitamin harian.
3. Tumis Daun Sintrong Pedas Ala Sunda
Cara mengolah daun sintrong jadi lauk ala Sunda menawarkan cita rasa pedas dan bumbu yang lebih kuat. Hidangan ini cocok bagi pencinta masakan rumahan dengan karakter rasa yang tajam dan menggugah selera.
Bumbu halus seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, terasi, dan sedikit gula merah ditumis hingga matang. Setelah itu, daun sintrong dimasukkan dan dimasak hingga merata. Perpaduan pedas, gurih, dan manis menjadikannya lauk yang sangat menggoda.
4. Tumis Daun Sintrong dengan Tauco
Menambahkan tauco merupakan variasi cara mengolah daun sintrong jadi lauk yang menghadirkan aroma khas dan rasa gurih asin. Tauco sebagai bumbu fermentasi mampu memperkaya cita rasa tumisan sintrong.
Proses memasaknya hampir sama dengan tumis biasa, hanya saja tauco ditambahkan bersama bumbu. Aroma harum yang muncul saat dimasak membuat selera makan meningkat. Hidangan ini cocok disajikan sebagai pelengkap nasi putih hangat.
5. Rebus Daun Sintrong
Merebus merupakan cara mengolah daun sintrong jadi lauk yang paling sederhana dan sehat. Metode ini minim minyak dan cocok bagi Anda yang mengutamakan pola makan ringan.
Daun sintrong cukup direbus dalam air mendidih hingga empuk, lalu ditiriskan. Setelah itu, daun bisa disantap langsung dengan sambal atau dijadikan pelengkap lauk lain. Cara ini mempertahankan rasa alami daun sintrong.
6. Sayur Bening Daun Sintrong
Daun sintrong juga bisa diolah menjadi sayur bening yang segar dan menyehatkan. Cara mengolah daun sintrong jadi lauk ini cocok disajikan sebagai menu berkuah yang ringan dan mudah dicerna.
Bumbu sederhana seperti bawang merah, temu kunci, dan garam menghasilkan kuah bening yang gurih. Daun sintrong memberikan tekstur lembut serta rasa khas yang membuat hidangan ini semakin nikmat sebagai pendamping nasi hangat.
Q & A Seputar Topik
Apa saja cara mengolah daun sintrong jadi lauk?
Daun sintrong dapat diolah menjadi lauk dengan berbagai cara, antara lain tumis biasa, lalapan, tumis pedas ala Sunda, tumis dengan tauco, direbus, dan sayur bening.
Apakah daun sintrong bisa dimakan mentah sebagai lalapan?
Ya, daun sintrong bisa dinikmati sebagai lalapan, baik dalam keadaan mentah maupun setelah direbus sebentar, disajikan sebagai pendamping makanan utama.
Bumbu apa saja yang umum digunakan untuk tumis daun sintrong?
Bumbu umum untuk tumis daun sintrong meliputi bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan terasi udang untuk tumis biasa. Untuk variasi pedas ala Sunda, ditambahkan cabai merah, penyedap, kaldu, dan gula merah.
Apakah daun sintrong memiliki manfaat kesehatan?
Meskipun sering dianggap tanaman liar, daun sintrong memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional dan dapat memberikan asupan serat serta vitamin yang baik untuk tubuh.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5489115/original/086729200_1769826254-lalisa3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490635/original/015467000_1770018615-gambar__5_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490589/original/083243800_1770017053-gambar__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490336/original/098086600_1770008327-as.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490227/original/005834600_1770002805-SAM.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490637/original/091796900_1770018980-nicola_peltz.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5338217/original/075517700_1756967700-ss.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5214334/original/000919900_1746760852-Gemini_Generated_Image_mdr774mdr774mdr7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490208/original/019300500_1770002523-56fb4f6a-a120-49e4-ac30-9eac256d9a0c.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490576/original/000054700_1770016226-menu_makan_anak__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490568/original/097169200_1770016022-WhatsApp_Image_2026-01-30_at_16.36.27.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4984171/original/063267400_1730185598-IMG-20230227-WA0052-617450006.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350683/original/045639900_1758005379-Gemini_Generated_Image_v8xji0v8xji0v8xj__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490326/original/015470100_1770007781-Sambal_Matah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490446/original/063175300_1770011701-SnapInsta-Ai_3822142051438394029.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490512/original/082894200_1770013698-Gemini_Generated_Image_yg3jxcyg3jxcyg3j.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5261773/original/081492900_1750688155-young-happy-businesswoman-eating-break-office.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490508/original/090232600_1770013669-central_springbed_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490297/original/019286600_1770006932-ikan_kembung__4_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490177/original/090418100_1770001564-AP26033005917016.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5376791/original/062457500_1760024376-Screenshot_2025-10-09_223604.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5377166/original/066367600_1760078929-MixCollage-10-Oct-2025-01-47-PM-5603.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4197597/original/080031300_1666234834-248444520_240009231493776_5687203792293197714_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5132032/original/043302500_1739436053-WhatsApp_Image_2025-02-13_at_15.07.07.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2321342/original/006886300_1533604891-098269700_1448861796-gili_trawangan1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373638/original/073692000_1759826729-2.jpg)