120 Museum Jadi Korban Perang Iran vs Israel dan AS

10 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran telah merusak setidaknya 120 museum dan situs sejarah penting di seluruh negeri sejak awal perang, kata kepala komite warisan dewan kota Teheran.

"Setidaknya 120 museum, bangunan bersejarah, dan situs budaya di berbagai provinsi menjadi sasaran langsung dan mengalami kerusakan struktural yang serius," kata Ahmad Alavi, melansir ABS CBN, Sabtu, 28 Maret 2026.

Pada televisi pemerintah, ia menyebutkan Istana Golestan yang terdaftar sebagai Situs Warisan Budaya UNESCO, serta Istana Marmer Teheran, rumah Teymourtash, dan Istana Saadabad sebagai bangunan terdampak konflik yang meningkat.

Juga, salah satu situs yang paling banyak dikunjungi di ibu kota, kompleks Istana Saadabad, yang mencakup taman yang luas dan museum yang didedikasikan untuk sejarah Iran. Selain situs budaya, kompleks ini juga menampung kediaman presiden Iran dan gubernur provinsi Teheran, dengan fasilitas peradilan dan Garda Revolusi yang terletak di dekatnya.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye mereka terhadap Iran pada 28 Februari 2026, membunuh pemimpin tertingginya dan memicu perang yang sejak itu telah melibatkan hampir seluruh Timur Tengah.

Iran, yang sejarahnya membentang selama beberapa milenium, memiliki warisan budaya yang signifikan yang sebagian besar terhindar dari pariwisata massal.

Menurut PBB, setidaknya empat dari 29 situs yang terdaftar di UNESCO di negara itu telah rusak akibat perang: Istana Golestan, Istana Chehel Sotoun di Isfahan, Masjid Jame di kota yang sama, dan situs-situs prasejarah Lembah Khorramabad.

Situs Warisan Budaya Terdampak Perang

Sebelumnya, UNESCO telah menyuarakan keprihatinan mendalam atas nasib sejumlah situs warisan budaya dunia di Iran dan kawasan Timur Tengah yang terdampak perang Iran vs Israel dan AS. Salah satu yang mengalami kerusakan adalah Istana Golestan di Teheran—kompleks istana megah yang kerap dijuluki sebagai "Versailles dari Persia."

Selain itu, bangunan bersejarah lain seperti masjid dan istana di Isfahan juga dilaporkan rusak akibat eskalasi konflik ketiga negara, melansir TRT World, 12 Maret 2026. Badan kebudayaan PBB itu menyerukan pada semua pihak yang terlibat konflik untuk menghormati dan melindungi situs-situs budaya bernilai luar biasa di kawasan tersebut.

"UNESCO sangat prihatin terhadap dampak awal yang telah ditimbulkan konflik terhadap sejumlah situs warisan dunia," ujar Lazare Eloundou Assomo, Direktur Pusat Warisan Dunia UNESCO.

Kekhawatiran terhadap Bangunan Bersejarah

Ia menambahkan, kekhawatiran itu tidak hanya tertuju pada Iran, tapi juga terhadap situs-situs bersejarah di Israel, Lebanon, serta wilayah lain di Timur Tengah yang berpotensi terdampak konflik. Istana Golestan di Teheran pernah menjadi jantung kekuasaan Persia.

Kompleks istana ini dipilih oleh dinasti Qajar sebagai kediaman kerajaan, sekaligus pusat pemerintahan. Menurut UNESCO, bangunan bersejarah ini juga menjadi bukti penting bagaimana seni Persia mulai menyerap pengaruh gaya Eropa—perpaduan yang kemudian memberi karakter unik pada arsitekturnya.

Assomo berkata, "Kadang kami membandingkannya (Istana Golestan) dengan Istana Versailles di Prancis. Sayangnya, istana ini memang mengalami beberapa kerusakan. Saat ini, kami belum mengetahui seberapa parah tingkat kerusakannya, tapi dari gambar-gambar yang kami terima, jelas bahwa istana tersebut telah terdampak."

Memantau Perkembangan

Sejumlah foto dari bagian dalam istana memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Terdapat pecahan kaca berserakan di lantai, serpihan kayu runtuh dari langit-langit, serta ukiran kayu yang hancur.

Pernyataan itu muncul di tengah kekhawatiran bahwa konflik dapat memicu kerusakan yang lebih luas terhadap situs-situs budaya di kawasan tersebut. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat menyerang target yang akan membuat "hampir mustahil bagi Iran untuk dibangun kembali sebagai sebuah negara."

Assomo mengatakan pihaknya telah membagikan koordinat lokasi situs-situs budaya utama pada semua pihak yang terlibat konflik sebagai langkah perlindungan.

UNESCO pun mengaku memantau perkembangan situasi dan potensi kerusakan yang terjadi. "Kami menyerukan perlindungan bagi semua situs yang memiliki nilai budaya penting—segala sesuatu yang merekam sejarah peradaban dari 18 negara di kawasan ini," ujarnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |