Liputan6.com, Jakarta - Kecombrang atau sering disebut bunga honje adalah salah satu rempah khas Indonesia yang memberikan aroma unik dan segar pada masakan. Kecombrang memiliki cita rasa yang khas, perpaduan antara asam, pedas, dan sedikit sepat, menjadikannya pilihan favorit untuk berbagai hidangan, terutama sambal. Namun, seringkali muncul kekhawatiran akan rasa pahit atau langu jika tidak diolah dengan benar.
Sambal kecombrang menjadi primadona di banyak meja makan, menawarkan sensasi pedas yang berpadu dengan aroma bunga kecombrang yang menggugah selera. Kunci untuk menghasilkan sambal kecombrang yang sempurna terletak pada pemilihan bahan dan teknik pengolahan yang tepat. Dengan metode yang benar, Anda bisa menikmati sambal kecombrang yang wangi, lezat, dan bebas dari rasa pahit yang mengganggu.
Berikut 10 cara mengolah kecombrang untuk sambal yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber pada Kamis (1/1/2026). Ikuti panduan ini untuk menghadirkan kelezatan sambal kecombrang di dapur Anda, menjadikannya pelengkap hidangan yang tak terlupakan.
1. Pilih Kecombrang yang Masih Muda
Kecombrang muda memiliki kelopak yang masih rapat dan berwarna cerah. Teksturnya lebih empuk sehingga mudah diolah menjadi sambal. Rasanya juga lebih ringan dan tidak terlalu pahit.
Kecombrang yang terlalu tua biasanya lebih keras dan aromanya sangat tajam. Jika dipaksakan, sambal bisa terasa getir dan kurang seimbang. Karena itu, pemilihan bahan menjadi langkah awal yang sangat penting.
Pastikan kecombrang tidak layu dan tidak berlendir. Aroma segarnya menandakan bunga masih dalam kondisi baik. Dengan bahan yang tepat, proses pengolahan akan jauh lebih mudah.
2. Cuci Bersih dan Buang Bagian Pangkal
Pisahkan kelopak kecombrang satu per satu sebelum dicuci. Bagian pangkal yang keras sebaiknya dibuang karena bisa memengaruhi tekstur sambal. Proses ini membantu mengurangi rasa langu.
Mencuci kecombrang di air mengalir penting untuk menghilangkan getah dan kotoran. Getah yang tersisa bisa menyebabkan rasa pahit saat diulek. Karena itu, jangan melewatkan tahap ini.
Setelah dicuci, tiriskan hingga kecombrang benar-benar kering. Kecombrang yang terlalu basah bisa membuat sambal encer. Hasilnya, sambal menjadi kurang nikmat.
3. Iris Tipis Agar Tidak Getir
Mengiris kecombrang setipis mungkin membantu mengurangi rasa pahit alaminya. Irisan tipis juga membuat teksturnya lebih nyaman saat disantap. Sambal pun terasa lebih menyatu dengan bumbu lainnya.
Irisan tebal cenderung menyimpan rasa getir yang kuat. Hal ini bisa membuat sambal terasa kurang seimbang. Karena itu, ketebalan irisan sangat berpengaruh.
Gunakan pisau tajam agar irisan rapi dan tidak merusak serat kecombrang. Irisan yang rapi juga membuat tampilan sambal lebih menarik. Langkah sederhana ini sering kali diabaikan.
4. Rebus Sebentar Sebelum Diolah
Merebus kecombrang selama 1–2 menit dapat mengurangi rasa pahit dan aroma menyengat. Proses ini membantu menetralkan senyawa alami yang menyebabkan getir. Setelah direbus, tiriskan kecombrang dengan baik.
Teknik ini cocok untuk sambal matang seperti sambal terasi. Rasa kecombrang menjadi lebih lembut dan bersahabat. Sambal pun terasa lebih seimbang.
Namun, jangan merebus terlalu lama karena bisa menghilangkan aroma khasnya. Kecombrang yang terlalu lembek juga kurang enak saat diulek. Waktu perebusan perlu diperhatikan dengan baik.
5. Sangrai untuk Aroma Lebih Harum
Selain direbus, kecombrang juga bisa disangrai tanpa minyak. Proses sangrai membuat aromanya lebih wangi dan gurih. Cara ini cocok untuk sambal bawang atau sambal ijo.
Sangrai dilakukan dengan api kecil agar kecombrang tidak gosong. Aduk perlahan hingga aroma harum keluar. Teknik ini memberikan karakter rasa yang berbeda.
Kecombrang sangrai biasanya lebih tahan lama aromanya. Sambal pun terasa lebih “matang” dan tidak langu. Metode ini bisa menjadi alternatif menarik.
6. Rendam Air Garam untuk Sambal Mentah
Untuk sambal mentah seperti sambal matah, kecombrang sebaiknya direndam air garam. Rendam selama 5–10 menit setelah diiris tipis. Cara ini membantu mengurangi rasa getir.
Air garam juga membantu membersihkan sisa getah yang menempel. Kecombrang menjadi lebih bersih dan segar. Rasanya pun lebih ringan saat dicampur sambal.
Setelah direndam, bilas dan tiriskan hingga kering. Kecombrang siap dicampur dengan bahan lain. Teknik ini sederhana tapi sangat efektif.
7. Remas Perlahan Sebelum Dicampur
Meremas kecombrang dengan tangan bisa membantu mengeluarkan getahnya. Lakukan secara perlahan agar tekstur tidak rusak. Cara ini sering digunakan dalam olahan tradisional.
Proses ini membuat aroma tetap keluar tanpa terasa menyengat. Rasa pahit pun berkurang secara alami. Sambal menjadi lebih bersih rasanya.
Setelah diremas, kecombrang bisa langsung diulek atau dicampur. Teknik ini cocok untuk sambal mentah maupun setengah matang. Hasilnya lebih seimbang.
8. Campur dengan Bahan Penyeimbang Rasa
Kecombrang sebaiknya dipadukan dengan tomat, jeruk limau, atau gula merah. Bahan-bahan ini membantu menyeimbangkan rasa asam dan pahit. Sambal pun terasa lebih segar.
Tomat memberikan rasa segar dan sedikit manis alami. Jeruk limau membantu menetralkan aroma tajam kecombrang. Kombinasi ini membuat sambal lebih nikmat.
Tanpa bahan penyeimbang, kecombrang bisa terlalu mendominasi. Karena itu, perpaduan bumbu sangat penting. Rasa sambal menjadi lebih harmonis.
9. Gunakan Takaran yang Tepat
Kesalahan umum saat membuat sambal kecombrang adalah menggunakan terlalu banyak. Kecombrang seharusnya menjadi pelengkap, bukan bahan utama. Takaran berlebih membuat rasa pahit lebih terasa.
Gunakan secukupnya agar aromanya hanya sebagai aksen. Sambal pun tetap seimbang dan tidak menyengat. Prinsip ini penting untuk hasil terbaik.
Mulailah dari sedikit lalu sesuaikan selera. Dengan begitu, risiko rasa pahit bisa dihindari. Sambal pun lebih ramah di lidah.
10. Sesuaikan dengan Jenis Sambal
Setiap jenis sambal membutuhkan perlakuan berbeda terhadap kecombrang. Sambal mentah lebih cocok dengan kecombrang segar yang direndam. Sambal matang lebih cocok dengan kecombrang rebus atau sangrai.
Menyesuaikan teknik dengan jenis sambal membuat rasa lebih maksimal. Aroma kecombrang bisa keluar tanpa merusak bumbu lain. Hasil akhirnya pun lebih lezat.
Dengan cara yang tepat, kecombrang bisa menjadi keunggulan sambal. Cita rasa tradisional terasa lebih kuat dan khas. Sambal pun makin menggugah selera.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
1. Kenapa Kecombrang Bisa Terasa Pahit?
Karena getah alaminya tidak diolah dengan benar sebelum dicampur ke sambal.
2. Apakah Kecombrang Wajib Direbus Sebelum Dijadikan Sambal?
Tidak wajib, tetapi perebusan singkat dianjurkan untuk sambal matang.
3. Bagian Kecombrang Mana Yang Paling Cocok Untuk Sambal?
Kelopak kecombrang muda karena lebih empuk dan tidak terlalu pahit.
4. Sambal Apa Yang Paling Pas Menggunakan Kecombrang?
Sambal terasi, sambal matah, dan sambal bawang.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460293/original/042868800_1767243532-WhatsApp_Image_2026-01-01_at_10.46.25__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5454415/original/037468100_1766558959-ayam_pedas_artomoro_-_Widi_Yuli_Harianto.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459187/original/078852800_1767155424-unnamed_-_2025-12-31T112932.322.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4610922/original/055465900_1697333050-WhatsApp_Image_2023-10-14_at_22.06.01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210440/original/034300900_1746507844-Smoothie_mentimun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460094/original/004399000_1767230537-WhatsApp_Image_2026-01-01_at_05.55.56.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5460026/original/031674800_1767199754-WhatsApp_Image_2025-12-31_at_22.06.03__2_.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459956/original/053532400_1767183526-Sate_daging_sapi_masak_teflon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5460030/original/031877900_1767201773-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459969/original/049783900_1767183944-Depositphotos_745062266_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459563/original/069143500_1767164830-flossie3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459937/original/051712200_1767181333-Depositphotos_363242512_S.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3994388/original/091955800_1649844341-shutterstock_1492448360.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5458450/original/060697100_1767080000-dasainer_1.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5046399/original/038771500_1733912546-45.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459554/original/040237300_1767164450-SaveGram.App_607426610_18556103995040842_3230574984325993092_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2720086/original/097927000_1549257832-beef-close-up-cuisine-1352264.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459217/original/027058500_1767156768-Screenshot_2025-12-31_115115.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5379420/original/044525500_1760345516-jagung_bakar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459534/original/035279900_1767163616-Burn_Cheesecake.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4763684/original/016326400_1709707430-kereta_api_nataru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347525/original/083062600_1757675276-SnapInsta.to_543107841_18526684450015278_5485787036975048528_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1754987/original/026621500_1509348143-20171030-Vietnam-Adit1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350664/original/027185300_1758004811-Screenshot_2025-09-16_133834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348639/original/004944200_1757841924-Screenshot_2025-09-14_162436.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352627/original/038329600_1758105491-unnamed__30___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1474388/original/004496700_1484626501-IMG_20170110_123013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2891369/original/012427100_1566627744-800px-Desa_Padusan_Pacet.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4836979/original/089302800_1716174604-20240519BL_Stadion_Batakan_20.jpg)