Serunya Berkreasi di Rumah Ciptakan Benda Fungsional nan Lucu dengan Printer 3D

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Takut mati gaya saat menghabiskan libur Lebaran tanpa mudik akhir bulan ini? Berkreasi dengan printer 3D bisa jadi opsi kegiatan yang menyenangkan untuk semua anggota keluarga. Terlebih, teknologi mesin printer 3D terkini sudah jauh lebih praktis dibandingkan beberapa tahun lalu.

"Untuk penggunaan di rumah, alat ini bisa digunakan untuk membuat berbagai benda yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, membuat gantungan kunci, tempat kabel charger, dudukan HP, organizer meja, mainan anak, hingga peralatan rumah tangga kecil seperti pengait, klip, atau komponen pengganti yang rusak," kata Jeffry Rianto, Country Head PT Tek Lab Indonesia, menanggapi Lifestyle Liputan6.com, Senin, 9 Maret 2026.

Jeffry menyebut cara penggunaan printer 3D sebenarnya cukup sederhana. Pengguna hanya perlu memilih desain 3D dari aplikasi atau platform desain, kemudian mengirimkan file tersebut ke printer melalui aplikasi atau software yang tersedia. Selanjutnya, mesin akan mencetak objek tersebut secara otomatis lepis demi lapis menggunakan material filament.

Waktu pencetakannya sangat bergantung pada ukuran dan kompleksitas objek yang dibuat. Ia menyatakan objek kecil seperti gantungan kunci biasanya bisa selesai dalam 15--30 menit, sedangkan objek ukuran sedang seperti dudukan ponsel atau organizer meja memerlukan waktu 1--3 jam.

"Sementara objek yang lebih besar bisa memakan waktu beberapa jam hingga semalaman. Namun dengan teknologi printer generasi terbaru, proses printing sekarang sudah jauh lebih cepat dibanding generasi sebelumnya," sambung dia lagi.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Printer 3D

Jeffry menyebut setidaknya ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membeli printer 3D. Pertama adalah kemudahan penggunaan, terutama bagi pengguna pemula. Mesin yang memiliki sistem otomatis dan aplikasi yang mudah digunakan akan sangat membantu.

Kedua adalah kualitas hasil cetak dan kecepatan printing, karena ini menentukan seberapa presisi dan efisien mesin tersebut. Ketiga adalah fitur keamanan dan kestabilan mesin, terutama jika akan digunakan di rumah bersama keluarga.

"Selain itu, penting juga mempertimbangkan ekosistem produk, seperti ketersediaan material, komunitas pengguna, serta dukungan teknis. Hal-hal ini akan membuat pengalaman menggunakan 3D printer menjadi jauh lebih nyaman dalam jangka panjang," ia menambahkan.

Jeffry mengatakan mesin printer 3D sebenarnya cukup efisien dari sisi listrik. Rata-rata konsumsi listriknya tidak jauh berbeda dengan perangkat elektronik rumah tangga seperti laptop atau rice cooker kecil saat proses pencetakan berlangsung.

"Dari sisi harga, saat ini 3D printer juga semakin terjangkau. Di Indonesia, printer dari Bambu Lab segmen entry level berkisar mulai dari harga Rp3,9 jutaan," imbuhnya.

Apakah Printer 3D Ramah Anak?

Menurut Jeffry, pada dasarnya printer 3D bisa menjadi alat belajar yang sangat menarik bagi anak-anak, terutama untuk mengenalkan mereka pada dunia teknologi, desain, dan kreativitas. Beberapa printer juga sudah dilengkapi dengan fitur keamanan, seperti enclosure tertutup, sensor otomatis, dan kontrol melalui aplikasi, sehingga lebih aman digunakan di lingkungan rumah.

"Namun tetap disarankan agar anak-anak menggunakan printer dengan pendampingan orang dewasa, terutama saat proses printing berlangsung," kata dia.

"Dengan pengawasan orangtua, anak-anak bisa belajar membuat desain sederhana dan melihat langsung bagaimana ide mereka berubah menjadi objek nyata. Hal ini sangat baik untuk mengembangkan kreativitas, problem solving, dan minat terhadap teknologi," sambungnya.

Saat ini, pihaknya memperkenalkan dua seri terbaru printer 3D keluaran Bambu Lab, yakni A1 Series dan P Series. Ia menyatakan kedua lini itu dirancang dengan filosofi Easy, Fast, Precision, dan Long Lasting untuk menghadirkan pengalaman 3D printing yang praktis dan menyenangkan.

Mengenal 2 Seri Mesin Printer 3D

A1 Series disebutnya sebagai pilihan paling ideal untuk pemula, seperti anak-anak dan home user. Seri itu cocok digunakan sebagai sarana edukasi dan pengembangan kreativitas di rumah, mulai dari membuat proyek sekolah, miniatur, hingga eksplorasi desain sederhana.

"Dengan sistem plug and play, full-auto calibration, serta dukungan pencetakan multi-warna yang intuitif, A1 Series memungkinkan siapa pun langsung mencetak tanpa proses yang rumit," klaim Jeffry.

Sementara, P1S (P Series) hadir dengan performa yang lebih tinggi dibanding A Series, dirancang untuk kalangan hobbyist dan kreator yang membutuhkan kecepatan serta stabilitas ekstra. Seri ini juga sangat potensial digunakan sebagai sarana bisnis UMKM, seperti produksi suvenir custom, merchandise, prototipe produk, dan berbagai kebutuhan kreatif lainnya.

"Kami melihat potensi kreatif yang luar biasa di Indonesia. Dengan Bambu Lab, kami ingin memastikan setiap kreator, dari pelajar hingga pengusaha kecil, memiliki akses ke teknologi yang andal dan mudah sehingga dapat menjadi mitra strategis bagi talenta kreatif Indonesia," pungkas Jeffry.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |