Kenalkan Nona Seroja, Anak Gajah Sumatera yang Baru Lahir di Tesso Nilo

7 hours ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Riau mengumumkan kabar gembira kelahiran sekor anak gajah lahir dari induk bernama Ria. Anak gajah berkelamin betina yang lahir pada Rabu, 10 Juni 2026 ini dalam kondisi sehat, aktif bergerak, dan menyusu secara normal.

Berdasarkan keterangan resmi yang dikutip dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) pada Jumat (12/6/2026), kelahiran anak gajah ini terjadi pada Rabu sekitar pukul 07.30 WIB ketika mahout atau pawang gajah Erwin Daulay memindahkan gajah dari ikatan ke lokasi angonan. Sekitar 1 km dari Pos Jaga/Kantor Resort Konservasi Gajah Sumatera, Erwin menemukan bayi gajah yang baru lahir, lengkap dengan ari-arinya.

Observasi awal dilakukan langsung oleh mahout, kemudian diteruskan tim dokter hewan yang memastikan bayi gajah aktif, berdiri, dan menyusu secara berulang.

Kepala Balai Tesso Nilo, Heru Sutmatoro mengatakan, anak gajah ini merupakan anak kelima dari gajah Ria yang lahir di Camp Elephants Flying Squad TNTN, sebagai hasil breeding dengan gajah liar. Sebelumnya, gajah Ria telah sukses melahirkan empat ekor anak gajah yang diberi nama Tesso, Tino, Harmoni, dan Domang.

Saat ini, kondisi gajah Ria dan bayinya terus dipantau secara intensif oleh Tim Mahout dan Tim Dokter Hewan untuk memastikan masa pemulihan berjalan optimal.

"Kelahiran ini menjadi bukti keberhasilan upaya konservasi gajah Sumatera yang dilakukan Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE)," kata Heru.

Anak Gajah Diberi Nama Nona Seroja

Anak gajah ini diberi nama Nona Seroja. Pemberian nama diumumkan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan saat meninjau kelahiran anak gajah dari induk bernama Ria di Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan.

Herry mengatakan, kelahiran Nona Seroja ini menjadi simbol optimisme merawat Bumi di tengah kondisi yang makin rapuh.

"Jika hari ini lahir Nona Seroja di Tesso Nilo maka jangan biarkan dia menjadi yang terakhir. Mari kita jaga hutannya, kita lindungi habitatnya dan kita rawat harapannya, agar kelak lebih banyak Nona Seroja lahir dan tumbuh menjadi saksi bahwa kita tidak pernah berhenti menjaga alam yang telah menjaga kita sampai hari ini," kata Herry yang dikutip dari akun Instagram @polres_pelalawan.

Herry menerangkan, nama Nona Seroja diambil karena memiliki makna yang sangat dalam. "Seroja itu adalah bunga yang tumbuh dari lingkungan yang keruh namun mampu mekar dengan indah dan tetap menjaga kemurniannya," kata dia seperti dikutip dari Instagram @satreskrimpolrespelalawan.

Induk Gajah Ria Tak Terdeteksi Mengandung

Sementara itu, mahout Erwin Daulay mengaku sangat terharu dan tidak bisa berkata-kata atas kelahiran Nona Seroja dari induk bernama Ria. Sebab, Ria tidak menunjukkan kehamilan.

"Karena nggak percaya, kan dari USG juga nggak kelihatan tiba tiba dia melahirkan. Saya pokoknya nggak bisa lah bilang kan" kata Erwin tercekat menahan tangis.

"Pokoknya terharu banget, alhamdulillah, betina anaknya," kata dia seperti dikutip dari akun Instagram Balai Taman Nasional Tesso Nilo @btn_tessonilo.

4 Kelahiran Anak Gajah dalam Rentang 8 Tahun Terakhir

Dalam rentang waktu 8 tahun terakhir, Elephant Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo telah mengalami 4 kali kelahiran anak gajah dari dua induk gajah jinak, yaitu Lisa dan Ria. Rentetan kelahiran ini menjadi bukti nyata dan penguatan fakta bahwa kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo merupakan habitat penting yang berkontribusi besar dalam upaya peningkatan populasi Gajah Sumatera.

Pada tahun 2011, International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan status konservasi Gajah Sumatera ke dalam kategori Critically Endangered (CR) atau berada di ambang kepunahan. Satwa eksotis ini juga merupakan mamalia yang dilindungi undang-undang berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018.

Dengan lahirnya bayi gajah sehat ini, jumlah total gajah yang berada di Camp Elephants Flying Squad TNTN kini bertambah menjadi 8 ekor, yang terdiri dari 3 ekor gajah dewasa, 2 ekor gajah remaja, dan 3 ekor anak gajah.

Kementerian Kehutanan menegaskan, kelahiran bayi gajah ini menjadi motivasi lebih bagi pihaknya untuk terus menjaga populasi gajah Sumatera dan melindungi ekosistem hutan yang menjadi rumah mereka.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |