Seleb Tiktok Meninggal Usai Jalani Operasi Pengencangan Perut, Alami Mati Otak

10 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Seorang seleb TikTok asal Inggris meninggal dunia secara tragis pada usia 47 tahun. Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, ia menjalani operasi pengencangan perut (tummy tuck) yang didokumentasikannya untuk ribuan pengikutnya secara online.

Sebelum operasi pada 25 Februari 2026, Rachel Tussey, nama seleb TikTok itu, membagikan rencana memperbaiki tampilannya dengan bersemangat kepada lebih dari 25 ribu pengikutnya. Ibu tiga anak itu tampak ceria saat bersiap untuk operasi.

"Tolong doakan. Aku tahu ini akan berjalan dengan baik. Aku sudah menunggu lama untuk ini," katanya kepada para penonton. "Aku berada di tangan yang tepat. Aku tahu Tuhan melindungiku. Mari kita lakukan ini."

Video tersebut menunjukkan Tussey duduk di tempat tidur rumah sakit mengenakan baju medis, bersama dengan keterangan '#midlifeglowup #mommymakeover'. Namun menurut suaminya, Jeremy Tussey, prosedur kosmetik rutin tersebut dengan cepat berubah menjadi mimpi buruk.

Dikutip dari Daily Mail, Senin (9/3/2026), dalam unggahan emosional di TikTok pada 3 Maret 2026, Jeremy mengatakan bahwa ia sedang menunggu istrinya di ruang pemulihan ketika menerima telepon sekitar pukul 17.45 yang memintanya untuk kembali ke ruangan. Ia sempat berbicara singkat dengan dokter Rachel yang hendak pulang dan diduga meyakinkannya bahwa operasi berjalan lancar.

Beberapa saat kemudian, Jeremy mengatakan ia mendengar Rachel memanggilnya. Seorang perawat segera masuk ke ruangan dan mulai bertanya kepada Rachel bagaimana perasaannya setelah menerima obat pereda nyeri, katanya. Jeremy kemudian menyadari ada sesuatu yang salah.

Operasi Pengencangan Perut Berubah Jadi Mimpi Buruk

Jeremy berkata, "Tiba-tiba, saya melihat ke bawah dan wajahnya pucat. Saya berasumsi itu karena operasi, Anda tahu, karena kekurangan darah."

Ketika Rachel berhenti merespons, staf medis bergegas melakukan CPR. "Saya hanya seorang pekerja konstruksi yang bodoh, tetapi saya bisa merasakan ada sesuatu yang salah," kata Jeremy dalam video tersebut. "Tapi tidak ada rasa urgensi."

Menurut Jeremy, staf akhirnya menghubungi ahli bedah plastik Rachel yang mengevaluasi situasi sebelum menginstruksikan mereka untuk menghubungi layanan darurat. Rachel diangkut dengan ambulans ke Rumah Sakit TriHealth Bethesda North tempat ia dipasang alat bantu pernapasan.

Jeremy kemudian mengungkapkan bahwa dokter mengatakan kepadanya bahwa Rachel telah kekurangan oksigen selama lebih dari enam menit. "...Saya diberitahu tadi malam bahwa dia mengalami mati otak," katanya dalam kabar yang memilukan itu. Rachel pun meninggalkan suaminya, Jeremy, dan ketiga anak mereka, Tristan, Alec, dan Livi, selama-lamanya.

Keluarga Sewa Pengacara

Halaman GoFundMe yang dibuat untuk keluarga tersebut mengonfirmasi bahwa Jeremy akhirnya menghadapi 'keputusan yang memilukan' untuk mencabut alat bantu pernapasan Rachel beberapa hari kemudian. Penggalangan dana tersebut menggambarkan Rachel sebagai wanita yang bersemangat dan penuh perhatian yang menyukai petualangan dan selalu siap membantu orang lain yang membutuhkan.

"Rachel benar-benar penuh semangat hidup. Dia menyukai petualangan, sangat menyayangi keluarganya, dan hidup sebagai contoh bagaimana komunitas dan kasih sayang seharusnya terlihat," tulis halaman tersebut. "Ketika seseorang membutuhkan bantuan, Rachel selalu menjadi orang pertama yang maju."

Anggota keluarga mengatakan kepada media lokal WXIX-TV bahwa mereka telah menyewa pengacara, meskipun belum ada gugatan yang diajukan terhadap ahli bedah tersebut. Jeremy mengatakan dia bertekad untuk memahami bagaimana prosedur tersebut berakhir dengan tragedi.

"Bagi saya, ini tampak seperti ketidakkompetenan. Seseorang telah melakukan kesalahan di sini," katanya.

Influencer Brasil Tewas karena Operasi Pembesaran Payudara

Sebelumnya, seorang influencer asal Brasil meninggal dunia di usia 26 tahun akibat komplikasi operasi plastik yang dijalaninya. Menurut Daily Mail dan The Sun, Derleya Alves yang memiliki 27 ribu pengikut di Instagram sempat menjalani prosedur pembesaran payudara pada 20 Februari 2026.

Tak lama kemudian, Alves mengalami nyeri perut hebat. Ia lalu menjalani beberapa tes dan dua operasi tambahan untuk memperbaiki ususnya dan mengangkat salah satu ovariumnya. Tapi, ia meninggal pada 28 Februari 2026 di Rumah Sakit Kota Marabá, Kota Marabá, Brasil.

Mengutip People, Selasa, 3 Maret 2026, Daily Mail melaporkan bahwa tim medis Rumah Sakit Kota Marabá "mengidentifikasi kemungkinan kelainan usus bawaan yang mungkin berkontribusi pada keparahan kondisinya." Tidak ada dugaan malpraktik medis, tetapi informasi tentang kondisinya sebelum operasi kosmetik, selain penyebab kematiannya, masih menunggu hasil penyelidikan.

Menurut unggahan Instagram yang dibagikan media lokal Carajás Notícias, laporan biopsi diperkirakan akan keluar pada 16 Maret 2026. People telah menghubungi Rumah Sakit Kota Marabá tetapi belum mendapat balasan segera. Belum diketahui tempat Alves menjalani prosedur operasi plastiknya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |