Sarah Ferguson Dikabarkan Kabur ke New York Usai Eks Pangeran Andrew Ditangkap Polisi

5 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Sarah Ferguson menghilang dari pandangan publik sejak mantan suaminya, eks pangeran Andrew Mountbatten-Windsor, dicopot gelar bangsawan beserta fasilitas mewah yang selama ini diperoleh sebagai anak Ratu Inggris, termasuk keluar dari Royal Lodge. Setelah dilaporkan sempat tinggal di klinik mewah di Swiss, mantan Duchess of York itu kini dilaporkan kabur ke New York, Amerika Serikat.

Menurut Page Six, dikutip dari news.com.au, Kamis, 5 Februari 2026, Fergie, panggilan akrabnya, disebut mengalami kesulitan mencari tempat tinggal permanen di kota itu. Ia kemudian menumpang di rumah sejumlah teman dekatnya, menyusul tekanan publik terhadapnya karena terbongkarnya hubungan masa lalunya dengan pedofil Jeffrey Epstein.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa meskipun Ferguson sebelumnya memiliki banyak teman dari kalangan sosialita dan pengusaha yang kerap memberikan dukungan, situasi kini berubah setelah namanya kembali dikaitkan dengan dokumen Epstein. Beberapa pihak menilai keberadaannya menjadi terlalu kontroversial sehingga sebagian lingkaran sosialnya memilih menjaga jarak.

Meski demikian, beberapa sahabat lama dilaporkan masih memberikan bantuan. Salah satu nama yang disebut masih bersedia menampung Ferguson adalah Priscilla Presley. Seorang sumber kepada Page Six mengatakan bahwa banyak orang sebenarnya masih menyukai Ferguson, tetapi hubungan dengan siapa pun yang pernah terkait dengan Epstein dinilai sensitif di tengah perhatian publik saat ini.

Sarah Ferguson Dijauhi Putrinya?

Di tengah situasi tersebut, perhatian publik juga tertuju pada hubungan Ferguson dengan putrinya, Putri Eugenie. Meski berada di kota yang sama, sumber yang sama menyebutkan bahwa Ferguson dan Eugenie memilih untuk tidak terlalu sering terlihat bersama di depan publik.

Langkah tersebut disebut sebagai strategi untuk menghindari sorotan media yang dapat memperluas kontroversi yang sedang berkembang. Menurut sumber tersebut, keluarga kerajaan berusaha memastikan agar generasi muda dalam keluarga tetap terhindar dari dampak skandal yang sedang menjadi perhatian publik.

Selain Eugenie, kakaknya, Putri Beatrice juga menjadi bagian dari perhatian publik terkait posisi mereka dalam keluarga kerajaan. Setelah status resmi Prince Andrew, Duke of York sebagai anggota aktif kerajaan dicabut, kedua putrinya dianggap menjadi figur bangsawan yang masih berperan simbolis dalam keluarga Kerajaan Inggris.

Karena itu, sejumlah sumber menyebut bahwa menjaga jarak dari kontroversi menjadi langkah penting bagi kedua putri tersebut agar reputasi mereka tidak terdampak oleh pemberitaan yang berkembang.

Masa Depan Putri Eugenie dan Beatrice Dipertanyakan

Mencuatnya skandal Epstein dilaporkan memicu diskusi internal di lingkungan istana mengenai peran masa depan kedua putri Andrew dalam monarki Inggris. Diskusi tersebut muncul karena beberapa dokumen terkait Epstein sempat menyebut nama mereka, meskipun keduanya tidak pernah dituduh melakukan pelanggaran hukum apa pun.

Kehadiran nama mereka dalam dokumen tersebut tetap menimbulkan perhatian publik, terutama karena keduanya merupakan bagian dari keluarga kerajaan Inggris. Di sisi lain, laporan dari Daily Mail juga menyebut adanya jarak yang muncul dalam hubungan keluarga kerajaan.

Pangeran William dan Kate Middleton dilaporkan memilih menjaga jarak dari sepupu mereka selama kontroversi tersebut kembali menjadi pemberitaan. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk melindungi citra keluarga kerajaan di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap skandal tersebut.

Keterkaitan Sarah Ferguson dan Jeffrey Epstein

Kontroversi yang melibatkan Ferguson semakin memanas setelah sejumlah email lama antara dirinya dan Jeffrey Epstein muncul ke publik. Email tersebut berasal dari 2011 dan mengandung sejumlah pernyataan yang menuai perhatian luas dari masyarakat.

Dalam salah satu pesan yang terungkap, Ferguson menyebut Epstein sebagai 'sahabatku yang teguh, murah hati, dan luar biasa'. Pernyataan tersebut dikritik tajam karena dikirim hanya beberapa minggu setelah Epstein menjalani hukuman terkait kasus perdagangan seksual yang melibatkan anak di bawah umur.

Dokumen lain juga memperlihatkan bahwa Fergie pernah mengirimkan pesan yang memuji Epstein sebagai 'seorang legenda' serta mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang pernah diberikan kepadanya. Dalam satu email, ia dilaporkan menyebut Epstein sebagai sosok yang ia anggap seperti saudara laki-laki yang selalu diidamkannya.

Ferguson sebelumnya menyatakan bahwa hubungannya dengan Epstein merupakan kesalahan penilaian besar dan ia menegaskan tidak akan lagi berhubungan dengannya. Munculnya kembali dokumen-dokumen lama tersebut tetap berdampak serius terhadap reputasinya, termasuk menyebabkan dirinya mundur dari sejumlah organisasi amal yang sebelumnya berafiliasi dengannya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |