Liputan6.com, Jakarta - Resep gudeg Jogja menjadi salah satu pencarian paling populer saat masyarakat ingin menghadirkan masakan tradisional khas Yogyakarta di rumah. Hidangan berbahan dasar nangka muda ini dikenal dengan cita rasa manis gurih yang terbentuk dari proses memasak perlahan dan penggunaan bumbu sederhana namun kaya aroma.
Resep gudeg Jogja tidak hanya berbicara soal bahan, tetapi juga tentang teknik memasak yang menuntut kesabaran. Proses pengolahan yang memakan waktu berjam-jam membuat bumbu dan santan meresap sempurna, menghasilkan warna cokelat khas serta tekstur nangka yang lembut tanpa hancur.
Selain resep gudeg Jogja, di bawah ini Liputan6.com juga akan memaparkan beberapa fakta menarik di dalamnya. Berikut informasi selengkapnya sebagaimana dilansir dari beragam sumber pada Kamis (5/2/2026).
Kuliner Jogja yang Melegenda
Dilansir dari berbagai sumber, gudeg diyakini telah dikenal sejak masa awal berdirinya Kerajaan Mataram Islam. Nangka muda yang melimpah di wilayah Yogyakarta dimanfaatkan sebagai bahan pangan utama, kemudian dimasak bersama santan dan gula aren agar lebih tahan lama.
Pada awalnya, gudeg dimasak menggunakan kuali tanah liat dan api kayu. Teknik ini memungkinkan panas menyebar perlahan sehingga bumbu meresap sempurna. Hingga kini, prinsip memasak tersebut masih dipertahankan meski banyak dapur beralih ke peralatan modern.
Perkembangan gudeg juga ditandai dengan hadirnya berbagai lauk pendamping seperti ayam kampung, krecek pedas, tahu, tempe, dan telur. Kombinasi inilah yang membentuk satu sajian gudeg Jogja komplit.
Bahan Utama yang Menentukan Rasa Gudeg Jogja
Pemilihan bahan menjadi fondasi utama dalam memasak gudeg. Setiap komponen memiliki fungsi spesifik yang saling melengkapi.
Bahan utama:
- Nangka muda ±1 kg, dipotong-potong
- Telur rebus ±4 butir, kupas kulitnya
- Daging ayam atau ceker ±500 gram
- Daun salam ±5 lembar
- Lengkuas ±3 cm, memarkan
- Daun jati ±4 lembar (opsional, untuk pewarna
- Santan encer ±2 liter
- Santan kental ±500 ml
- Gula aren ±250 gram, disisir halus
- Kecap manis sebagai penyedap
Bumbu halus gudeg:
- Bawang merah ±15 siung
- Bawang putih ±8 siung
- Kemiri sangrai ±6 butir
- Ketumbar bubuk ±1 sdm
- Garam secukupnya
Penggunaan gula aren asli menjadi faktor penting karena memengaruhi aroma dan rasa akhir gudeg. Sementara itu, daun jati berperan menjaga warna tanpa memengaruhi rasa.
Tahapan Memasak Gudeg Jogja
Proses memasak gudeg tidak bisa dipercepat tanpa mengorbankan rasa. Tahapan berikut umumnya dilakukan secara berurutan:
· Mengurangi Getah Nangka
Rebus potongan nangka muda dalam air mendidih hingga getahnya keluar. Setelah itu, buang air rebusan pertama lalu tiriskan.
· Menata Bahan di Panci
Siapkan panci besar (lebih baik kuali tanah liat jika tersedia). Tata daun salam, lengkuas, dan daun jati di dasar panci sebagai alas agar tidak mudah gosong. Susun nangka, ayam, dan telur rebus di atasnya.
· Campurkan Bumbu dengan Santan Encer
Campurkan semua bumbu halus ke dalam 500 ml santan encer, aduk merata. Tuang semua bumbu ke dalam panci berisi nangka, ayam, dan telur, lalu tambahkan gula merah dan kecap manis.
· Memasak dengan Santan Encer
Tambahkan sisa santan encer hingga seluruh bahan terendam. Masak dengan api sedang hingga mendidih.
· Proses Ungkep
Setelah mendidih, kecilkan api dan tutup panci. Masak sambil sesekali diaduk selama kurang lebih 2 jam sampai kuah menyusut dan nangka menjadi empuk. Tahapan ini penting agar bumbu dan santan meresap optimal.
· Penambahan Santal Kental
Setelah kuah menyusut, masukkan santan kental. Teruskan memasak dengan api kecil sambil diaduk perlahan agar santan tidak pecah dan bagian bawah tidak gosong. Masak hingga kuah habis dan gudeg menjadi kering serta berminyak (±2 jam lagi).
· Penyajian
Setelah proses memasak selesai, sisihkan gudeg untuk disajikan bersama nasi hangat dan lauk.
Ragam Lauk Pendamping Gudeg Jogja
1. Areh (Kuah Santan Kental)
Areh adalah kuah santan pekat yang disiramkan ke atas gudeg dan nasi untuk menambah rasa gurih dan kelembutan, sehingga manisnya gudeg tidak terasa dominan. Kuah ini dimasak lama hingga santan mengental dan mengeluarkan minyak, membuat aroma rempah dan santan menjadi lebih kuat saat disantap.
2. Telur Pindang
Telur pindang menjadi lauk favorit karena bumbunya meresap hingga ke bagian dalam telur setelah direbus lama bersama rempah seperti daun salam, lengkuas, dan kecap manis. Warna telur yang kecokelatan serta rasa gurih-manisnya membuat telur pindang cocok dipadukan dengan tekstur nangka yang empuk.
3. Tahu dan Tempe Bacem
Tahu atau tempe bacem adalah lauk berbahan kedelai yang dimasak dengan gula merah dan rempah hingga menghasilkan rasa manis gurih dan warna cokelat yang khas. Tekstur tahu yang lembut dan tempe yang kenyal membuat lauk ini menjadi pelengkap yang mudah diterima oleh berbagai selera, terutama bagi yang menginginkan opsi non-hewani.
4. Sambal Krecek
Sambal krecek adalah lauk wajib yang hampir selalu hadir dalam seporsi gudeg, terbuat dari kulit sapi yang dimasak dengan bumbu pedas dan gurih. Tekstur krecek yang kenyal dan rasa pedasnya menjadi penyeimbang utama rasa manis gudeg, sehingga setiap suapan terasa lebih kompleks dan menggigit.
5. Opor Ayam
Opor ayam menjadi lauk pendamping yang populer karena kuah santan opor yang gurih dan daging ayam yang empuk memberikan sensasi rasa yang lebih “berat” dan kaya. Paduan opor ayam dengan gudeg membuat sajian terasa lebih lengkap, terutama bagi mereka yang ingin menambah unsur gurih pada makanan yang cenderung manis.
6. Ayam Goreng
Ayam goreng sering menjadi alternatif lauk di warung gudeg, dengan variasi mulai dari ayam goreng bumbu kuning hingga ayam goreng kremes. Tekstur renyah dan rasa gurihnya memberikan kontras yang menarik dengan kelembutan gudeg, sehingga suapan terasa lebih dinamis dan tidak monoton.
7. Kerupuk Kulit Sapi
Kerupuk kulit sapi atau rambak sering menjadi pelengkap tambahan pada seporsi gudeg, menawarkan tekstur renyah dan rasa gurih yang ringan. Kerupuk ini membantu memberi variasi pada hidangan yang dominan lembut, sehingga setiap suapan terasa lebih berkontras dan memuaskan.
8. Uritan
Uritan adalah lauk unik yang berasal dari kuning telur ayam muda yang belum dibuahi, dan biasanya diolah dengan cara dibacem atau digoreng. Karena tidak semua tempat menyediakannya, uritan sering dianggap sebagai lauk istimewa yang memberi pengalaman rasa berbeda dan khas, serta menambah keunikan dalam seporsi gudeg.
Tips Menjaga Rasa Gudeg Tetap Autentik
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
- Gunakan api kecil sepanjang proses memasak
- Hindari santan instan untuk rasa lebih alami
- Jangan terburu-buru menambahkan gula
- Diamkan gudeg setelah matang agar rasa stabil
- Teknik ini membantu menghasilkan gudeg dengan rasa mendalam dan tahan disimpan lebih lama.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Resep Gudeg Jogja
1. Apa yang membuat resep gudeg Jogja populer untuk dibuat di rumah?
Gudeg Jogja populer karena bahan utamanya, nangka muda, mudah ditemukan dan proses memasaknya yang lambat menghasilkan rasa manis gurih khas Yogyakarta, sehingga banyak orang ingin mencoba membuatnya di rumah.
2. Mengapa proses memasak gudeg Jogja memakan waktu lama?
Memasak gudeg butuh waktu berjam-jam agar bumbu, gula aren, dan santan meresap sempurna ke dalam nangka, menghasilkan warna cokelat dan tekstur nangka yang empuk tanpa hancur.
3. Apa saja bahan utama yang menentukan rasa gudeg Jogja?
Bahan utama gudeg Jogja mencakup nangka muda, santan encer dan kental, gula aren, bumbu halus (bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar), daun salam, lengkuas, serta daun jati untuk warna, ditambah telur dan ayam atau ceker.
4. Apa saja lauk pendamping yang biasa disajikan bersama gudeg Jogja?
Lauk pendamping gudeg Jogja meliputi areh (kuah santan kental), telur pindang, tahu/tempe bacem, sambal krecek, opor ayam, ayam goreng, kerupuk kulit sapi, dan uritan, yang semuanya membantu menyeimbangkan rasa manis gudeg.
5. Apa tips penting agar gudeg Jogja terasa autentik?
Untuk menjaga rasa autentik, masak gudeg dengan api kecil, hindari santan instan, jangan cepat menambahkan gula, dan biarkan gudeg dingin dulu agar rasa lebih stabil dan tahan disimpan.


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497707/original/095558200_1770676990-tobias-federle-SU_T2l4hZEQ-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496575/original/038598300_1770551509-Launching_Lunar_2026_Wilsen_Willim_Pendopo__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496982/original/035941900_1770612065-gambar__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496840/original/053966700_1770606305-gambar__14_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4855601/original/066542300_1717677697-000_34UG9G6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423347/original/048327400_1764059465-Kue_Lidah_Kucing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496710/original/079669900_1770595759-063_2260473479.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497420/original/050385700_1770628328-Gemini_Generated_Image_w59okpw59okpw59o.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497500/original/076610700_1770632550-_kopijoslikman.._angkringankopijos__kopijos__kopijolikman__angkringankopijoslikman__angkringanjo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495625/original/058386400_1770381803-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_16.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496870/original/021785700_1770607879-gambar__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497267/original/032540900_1770622971-membersihkan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383223/original/067829900_1760659785-tahu_telur_bumbu_bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497239/original/011489700_1770621789-063_2260608226.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496896/original/057677100_1770609023-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496757/original/003258200_1770602392-cristina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496984/original/028504400_1770612073-Laksa_Tanpa_Perlu_ke_Singapura_Ini_Versi_Praktis_yang_Lagi_Dicari_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4568525/original/097824200_1694168543-WhatsApp_Image_2023-09-08_at_17.06.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496770/original/046895000_1770602911-pekey_kacang_hijau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496309/original/080706800_1770526301-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_15.46.28.jpeg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387070/original/097383000_1761030793-seblak2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384652/original/007400700_1760812239-Tzuyu_TWICE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384080/original/091032400_1760743856-Pelaku_Joki_Toefl_di_Jember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387429/original/053987300_1761041546-unnamed__80___2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387068/original/094497700_1761030404-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383334/original/061525500_1760671825-huang_zitao_nikah.jpg)