Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan bahwa pihaknya secara resmi melarang atraksi gajah tunggang di seluruh wilayah Indonesia, terutama untuk wisata. Pihaknya menyiapkan sanksi tegas untuk pihak yang melanggar, terutama lembaga konservasi yang diberi izin merawat gajah.
"Sudah tidak boleh lagi ada satu lembaga konservasi pun yang boleh melakukan penunggangan gajah untuk turisme. Kemarin ada beberapa yang nakal di Bali, kami sudah keluarkan surat peringatan I dan II, akhirnya sudah berhenti total," kata Menhut ditemui di Jakarta, Senin, 10 Februari 2026.
Ia meminta publik mengawasi lembaga konservasi dan melaporkan pihak-pihak yang masih menyediakan atraksi tersebut kepada jajarannya. Pihaknya menegaskan bahwa menunggangi gajah, khususnya untuk turisme, termasuk tindakan mengabaikan kesejahteraan satwa yang dilindungi tersebut.
"Kami tegaskan bahwa penunggangan gajah untuk kepentingan apapun, terutama turisme, sudah dilarang secara total di Indonesia," ia menekankan.
Pelarangan atraksi gajah tunggang itu tercantum dalam Surat Edaran Direktur Jenderal KSDAE Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penghentian Peragaan Gajah Tunggang di Lembaga Konservasi (LK). Surat edaran itu dikeluarkan pada 18 Desember 2025.
"SE ini berlaku sejak ditandatangani, dan berlaku secara nasional," kata Direktur Konservasi Spesies dan Genetik, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kemenhut Ahmad Munawir, dilansir dari Antara, Selasa (10/2/2026).
Berdasarkan surat edaran tersebut, lembaga konservasi yang terbukti melanggar akan dicabut izinnya, terutama bila mengabaikan surat peringatan (SP) I dan SP II.
Prioritaskan Kesejahteraan Gajah Daripada Hiburan Semata
Kemenhut menyebut bagwa praktik peragaan gajah tunggang, baik untuk kepentingan komersial maupun nonkomersial, tidak lagi sejalan dengan prinsip perlindungan, etika, dan kesejahteraan satwa atau animal welfare. Terlebih, gajah (Elephas maximus) merupakan satwa dilindungi yang berdasarkan Daftar Merah IUCN berstatus sangat terancam punah sehingga setiap bentuk pemanfaatannya harus dilakukan secara sangat hati-hati dan bertanggung jawab.
Penghentian peragaan gajah tunggang bukan berarti menghilangkan fungsi edukasi lembaga konservasi. Sebaliknya, kebijakan itu mendorong transformasi pengelolaan menuju pendekatan yang lebih beradab dan berorientasi konservasi, seperti edukasi perilaku alami gajah, interpretasi konservasi, serta pengamatan satwa tanpa kontak fisik langsung.
Pendekatan itu diharapkan mampu membangun kesadaran publik bahwa konservasi bukan soal hiburan, melainkan tentang penghormatan terhadap kehidupan. Salah satu lembaga yang mendapatkan peringatan tersebut adalah PT Wisatareksa Gajah Perdana (Mason Elephant Park & Lodge) di Bali.
Mason Elephant Park & Lodge Hentikan Total Atraksi Gajah Tunggang
Dikutip dari laman BKSDA Bali, pihak balai telah mengirimkan SP I pada 13 Januari 2026, dilanjutkan dengan mengeluarkan SP II pada 21 Januari 2026. SP II itu menegaskan kembali kewajiban LK untuk menghentikan seluruh bentuk peragaan gajah tunggang tanpa pengecualian.
Pada tahap ini, Balai KSDA Bali menegaskan bahwa apabila PT. Wisatareksa Gajah Perdana tidak menghentikan total peragaan gajah tunggang, pihaknya akan menerbitkan Surat Peringatan Ketiga (SP III) yang menjadi dasar untuk proses pencabutan izin LK sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Menindaklanjuti SP II tersebut, pada 25 Januari 2025, PT. Wisatareksa Gajah Perdana menyampaikan Surat Pernyataan yang ditandatangani oleh Direktur Utama, Made Yanie Mason, yang menyampaikan secara resmi menghentikan seluruh aktivitas gajah tunggang per 25 Januari 2026, bagi wisatawan maupun kepentingan komersial lainnya.
Guna memastikan implementasi atas Surat Pernyataan tersebut, Sabtu, 25 Januari 2026, Balai KSDA Bali memonitor langsung ke lokasi. Berdasarkan hasil pemantauan pada pukul 16.00 WITA, diketahui sudah tidak ditemukan adanya peragaan gajah tunggang di lembaga konservasi tersebut.
Laporan PETA soal Eksploitasi Gajah di Bali
Mason Elephant Park & Lodge bukan satu-satunya tempat di Bali yang mempraktikkan atraksi gajah tunggang. Hanya satu jam perjalanan dari sana, di Baka's Adventure elephant safari, pengunjung diberitahu bahwa mereka dapat "menikmati pemandangan alam sambil bersantai di kursi jati yang diletakkan di punggung gajah."
Dengan rating 2,4 dari lima di TripAdvisor, seorang pengunjung baru-baru ini mengatakan bahwa mereka "berkunjung dengan harapan tinggi, tapi pulang dengan perasaan sangat terganggu dan patah hati." PETA Asia mengungkap bahwa gajah-gajah tersebut tidak hanya dirantai dalam waktu lama, tapi juga berulang kali ditusuk dengan kait tajam, serta dibiarkan dengan luka dan bekas luka.
Mereka mengklaim bahwa seorang mantan karyawan di salah satu taman tersebut menggambarkan taktik kejam ini yang digunakan untuk membuat gajah lebih patuh.
"Tidak ada fasilitas gajah di Bali yang kami rekomendasikan sebagai etis," kata Manajer Kampanye PETA Asia, Abigail Forsyth, pada news.com.au, dikutip Sabtu, 13 Desember 2025. "Hewan-hewan ini kehilangan kemampuan mengekspresikan perilaku alami mereka. Tidak wajar bagi mereka untuk berinteraksi dengan manusia."

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496575/original/038598300_1770551509-Launching_Lunar_2026_Wilsen_Willim_Pendopo__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496982/original/035941900_1770612065-gambar__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496840/original/053966700_1770606305-gambar__14_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4855601/original/066542300_1717677697-000_34UG9G6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423347/original/048327400_1764059465-Kue_Lidah_Kucing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496710/original/079669900_1770595759-063_2260473479.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497420/original/050385700_1770628328-Gemini_Generated_Image_w59okpw59okpw59o.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497500/original/076610700_1770632550-_kopijoslikman.._angkringankopijos__kopijos__kopijolikman__angkringankopijoslikman__angkringanjo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495625/original/058386400_1770381803-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_16.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496870/original/021785700_1770607879-gambar__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497267/original/032540900_1770622971-membersihkan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383223/original/067829900_1760659785-tahu_telur_bumbu_bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497239/original/011489700_1770621789-063_2260608226.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496896/original/057677100_1770609023-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496757/original/003258200_1770602392-cristina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496984/original/028504400_1770612073-Laksa_Tanpa_Perlu_ke_Singapura_Ini_Versi_Praktis_yang_Lagi_Dicari_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4568525/original/097824200_1694168543-WhatsApp_Image_2023-09-08_at_17.06.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496770/original/046895000_1770602911-pekey_kacang_hijau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496309/original/080706800_1770526301-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_15.46.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496726/original/024545900_1770597704-turis_indonesia_kecelakaan.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387070/original/097383000_1761030793-seblak2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384652/original/007400700_1760812239-Tzuyu_TWICE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384080/original/091032400_1760743856-Pelaku_Joki_Toefl_di_Jember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387429/original/053987300_1761041546-unnamed__80___2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387068/original/094497700_1761030404-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383334/original/061525500_1760671825-huang_zitao_nikah.jpg)