Skandal Epstein Files, Raja Charles Ditekan Korban untuk Minta Maaf Resmi

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Buntut Epstein Files berdampak ke mana-mana, Raja Charles III tidak terkecuali. Raja Inggris itu semakin ditekan untuk meminta maaf secara resmi kepada para korban menyusul tuduhan baru yang menyebut tersangka kasus pedofilia Jeffrey Epstein memfasilitas pertemuan seksual untuk mantan pangeran, Andrew Mountbatten-Windsor, di kediaman kerajaan. 

Para korban dari pelaku pedofilia tersebut mengatakan bahwa raja perlu bertanggung jawab atas 'kegagalan organisasi' dan juga harus meminta maaf kepada keluarga mendiang Virginia Giuffre, penuduh Andrew Mountbatten-Windsor. Hingga saat ini, Istana Buckingham tidak pernah mengakui kesalahan atau secara resmi meminta maaf atas hubungan Andrew dengan Epstein.

Brad Edwards, pengacara dari firma hukum Edwards Henderson untuk wanita kedua yang mengklaim Epstein mengirimnya ke Inggris untuk pertemuan seksual dengan Andrew di Royal Lodge pada 2010, mendesak Raja Charles untuk mengeluarkan 'permintaan maaf yang sebenarnya'. 

"Kepada Raja, saya ingin mengatakan: mengapa tidak setidaknya mendengarkan detail ceritanya? Setelah masalah itu, permintaan maaf yang tulus dan nyata atas nama Andrew dan peran apa pun yang dimainkan oleh Keluarga Kerajaan. Dunia itu hanya mungkin terjadi karena Andrew adalah dirinya sendiri," kata Edwards, dikutip dari Daily Mail, Senin (9/2/2026).

Ia menambahkan bahwa para korban menginginkan 'permintaan maaf yang nyata – bukan hanya basa-basi'. Istana sejauh ini dituduh hanya memberikan 'janji kosong' dalam pernyataan tentang skandal tersebut.

Pengakuan Para Penyintas Epstein

Salah satu penyintas Epstein, Marijke Chartouni, mengatakan kepada Daily Mail bahwa keluarga kerajaan adalah organisasi yang dikelola dengan cermat.

"Jadi, mengklaim ketidaktahuan tentang aktivitas Andrew adalah hal yang tidak masuk akal. Sudah saatnya Raja mengatasi kegagalan organisasinya," ucapnya

Korban selamat lainnya, Maria Farmer, mengaku terkejut karena keluarga kerajaan masih belum mengeluarkan permintaan maaf kepada keluarga Giuffre, yang meninggal karena bunuh diri tahun lalu setelah bersikeras bahwa ia telah berhubungan seks dengan Andrew pada tiga kesempatan saat berusia 17 tahun. 

Sejauh ini, sikap terkeras Raja Charles menyikapi kasus tersebut adalah mencabut semua gelar Andrew yang tersisa, terutama gelar pangeran berdasarkan hak warisnya pada Oktober 2025. Ia juga dipaksa keluar dari rumahnya di Windsor, Royal Lodge. 

Pada saat itu, Istana menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena kesalahan penilaian Andrew yang serius dan berulang, meskipun ia terus dengan keras membantah tuduhan terhadapnya.

Pernyataan Raja Charles dan Camilla untuk Para Korban Epstein dan Kroninya

Yang perlu diperhatikan, baik Raja maupun istrinya menekankan bahwa 'pikiran dan simpati terdalam mereka telah, dan akan tetap bersama, para korban dan penyintas dari segala bentuk pelecehan'. Itu adalah pertama kalinya pernyataan seperti itu dikeluarkan oleh istana dan datang langsung dari Charles dan Camilla.

Minggu lalu, Pangeran Edward menjadi anggota keluarga kerajaan pertama yang mengomentari berkas Epstein terbaru, dengan mengatakan bahwa 'sangat penting untuk mengingat para korban'.

Sebuah sumber kerajaan mengatakan kepada Daily Mail pada Minggu malam, 8 Februari 2026, "Pikiran dan simpati Yang Mulia telah dan tetap bersama para korban dari segala bentuk pelecehan, seperti yang masih terjadi hingga hari ini."

Hal ini terjadi di tengah seruan baru untuk penyelidikan kriminal karena detail baru yang mengkhawatirkan tentang aktivitas Andrew terus muncul dalam kumpulan terbaru dari tiga juta dokumen yang dirilis dalam arsip Epstein oleh Departemen Kehakiman AS.

Model Rumania Diboyong ke Istana Kerajaan Inggris

Berkas-berkas terkait Epstein mengungkapkan bahwa si pelaku kejahatan seksual itu ternyata pernah mengajak seorang model muda Rumania, yang belum diungkap identitasnya, untuk makan malam pribadi di Istana Buckingham bersama mantan Pangeran Andrew. Email-email yang mengejutkan mengungkap bagaimana Andrew menjamu Epstein dan empat wanita, termasuk model dari Bucharest dan seorang lagi dari Rusia, di Istana saat Ratu Elizabeth sedang berada di Balmoral.

Epstein menggambarkan model Rumania tersebut, yang saat itu berusia awal 20-an, sebagai "sangat cantik." Daily Mail melaporkan secara eksklusif, seperti dilansir Minggu, 8 Februari 2026, ia mengatakan, Andrew menganggap wanita itu "cantik," menambahkan, "Tidak ada pria yang melihat pakaianmu, mereka melihat melampaui itu."

Di sebuah rujukan terhadap peristiwa malam itu, pelaku pelecehan seksual itu menulis pada Andrew, "Sangat menyenangkan, nanti lagi," yang kemudian dibalas mantan Pangeran Andrew dengan antusias, "Ya, tentu!"

Tidak jelas apakah wanita muda Rumania itu adalah salah satu dari banyak korban pelecehan seksual Epstein. Tapi, pengungkapan terbaru dari Epstein Files memicu seruan agar Kepolisian Metropolitan Inggris meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap Andrew.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |