Liputan6.com, Jakarta - Inovasi kuliner terus berkembang, salah satunya melalui pemanfaatan sisa bahan pangan. Kini, sisa tahu yang seringkali terbuang dapat diubah menjadi camilan renyah dan gurih. Cara membuat tahu sisa jadi keripik menawarkan solusi praktis bagi rumah tangga maupun industri tahu untuk mengurangi limbah sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi.
Pemanfaatan tahu sisa, seperti tahu pong atau ampas tahu, menjadi keripik renyah merupakan langkah progresif dalam pengelolaan bahan pangan. Proses ini tidak hanya menghasilkan produk makanan baru, tetapi juga mendukung praktik keberlanjutan. Ini adalah upaya cerdas untuk memaksimalkan potensi bahan baku yang ada.
Tahu sendiri merupakan sumber protein nabati yang kaya gizi, mengandung serat, karbohidrat, dan mineral penting. Dengan mengolahnya menjadi keripik, kita tidak hanya mendapatkan camilan lezat, tetapi juga tetap memperoleh manfaat gizi dari tahu. Inovasi ini membuka peluang baru dalam dunia kuliner dan ekonomi kreatif, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber pada Senin (9/2/2026).
1. Persiapan Tahu Sisa
Berbagai jenis tahu sisa dapat dimanfaatkan, mulai dari tahu pong yang dibelah dan dikeluarkan isinya, hingga tahu putih yang diiris tipis. Bahkan, ampas tahu dari limbah produksi juga bisa diolah setelah dicuci bersih dan ditiriskan. Pemilihan tahu yang segar, berwarna putih bersih, tidak berlendir, dan bebas bau menyengat sangat penting untuk kualitas keripik.
Hindari tahu yang kusam, berair berlebihan, atau berbau asam karena dapat memengaruhi rasa akhir keripik. Pencucian tahu di bawah air mengalir membantu menghilangkan sisa air rendaman atau kotoran yang menempel. Proses perebusan tahu dalam air mendidih selama sekitar tiga menit juga sangat dianjurkan untuk menghentikan fermentasi dan menghilangkan bau asam atau pahit.
Perebusan ini dapat diulang hingga dua kali untuk memastikan tahu benar-benar bersih dan siap diolah. Langkah persiapan ini krusial untuk memastikan keripik tahu sisa memiliki kualitas terbaik. Dengan begitu, cita rasa keripik yang dihasilkan akan lebih gurih dan nikmat.
2. Formulasi Adonan Keripik
Kerenyahan dan cita rasa keripik tahu sisa sangat ditentukan oleh formulasi adonan yang tepat. Tepung bumbu instan serbaguna bisa menjadi pilihan praktis sebagai pelapis. Alternatif lain adalah menggunakan campuran tepung terigu serbaguna, tepung tapioka, dan tepung beras untuk menciptakan tekstur yang diinginkan. Kombinasi tepung ini akan memberikan hasil keripik yang renyah dan tidak mudah lembek.
Penambahan bumbu dasar seperti garam, kaldu bubuk, bawang putih bubuk, dan merica bubuk akan memperkaya rasa keripik. Beberapa resep juga menyarankan penggunaan bumbu halus dari bawang putih, garam, dan ketumbar bubuk, bahkan menambahkan daun jeruk untuk aroma yang lebih segar. Bumbu-bumbu ini akan meresap sempurna ke dalam tahu.
Khusus untuk adonan ampas tahu, bumbu halus dapat dicampurkan langsung dengan ampas tahu dan tepung tapioka hingga membentuk adonan yang bisa dibentuk. Penggunaan tepung bumbu crispy juga merupakan cara mudah untuk melapisi tahu pong agar menghasilkan keripik yang renyah maksimal.
3. Proses Pembentukan dan Pengeringan
Tahu putih dapat diiris tipis setelah dipotong kotak, sementara tahu pong yang sudah dikeluarkan isinya bisa dibalik agar bagian kasarnya berada di luar. Untuk adonan tahu yang sudah dicampur bumbu dan tepung, dapat dibulatkan dengan ukuran sedang, lalu dikukus selama 10 hingga 15 menit. Proses pengukusan ini membantu memadatkan adonan sebelum dibentuk lebih lanjut.
Setelah dikukus, adonan kemudian dipipihkan menggunakan gilingan hingga mencapai ketebalan yang diinginkan. Adonan yang sudah pipih ini selanjutnya dijemur hingga kering, yang biasanya memerlukan waktu sekitar dua hari tergantung kondisi cuaca. Penjemuran alami ini penting untuk mengurangi kadar air secara signifikan.
Selain penjemuran, pengeringan juga bisa dilakukan dengan memanggang di oven pada suhu 180-200 derajat Celsius selama 30-45 menit, menawarkan metode yang lebih cepat dan terkontrol. Penggunaan air fryer juga menjadi pilihan modern untuk mengeringkan keripik tanpa minyak, menghasilkan tekstur renyah yang serupa. Metode pengeringan yang tepat akan memastikan keripik tidak lembek saat digoreng.
4. Teknik Penggorengan untuk Kerenyahan Optimal
Panaskan minyak goreng dalam wajan dengan api sedang sebelum memasukkan irisan tahu yang sudah dilumuri tepung. Goreng tahu hingga matang sempurna dan berwarna kuning kecoklatan, memastikan setiap sisi keripik matang merata. Proses penggorengan dengan api sedang ini penting agar keripik tidak gosong di luar namun belum renyah di dalam.
Untuk keripik tahu yang digoreng, tahu bisa digoreng hingga berkulit, kemudian dipotong dan dibalik sebelum digoreng kembali hingga benar-benar kering. Menggoreng dengan api kecil sambil terus dibolak-balik juga merupakan kunci untuk mendapatkan keripik yang renyah maksimal dan tahan lama. Kesabaran dalam menggoreng akan membuahkan hasil yang memuaskan.
Faktor penggorengan secara keseluruhan sangat memengaruhi kerenyahan dan ketahanan tekstur keripik dalam jangka waktu tertentu. Setelah matang, segera angkat keripik dan tiriskan dari minyak berlebih, lalu biarkan dingin sebelum disimpan. Penirisan yang baik akan mencegah keripik menjadi berminyak dan lembek.
5. Penyelesaian Akhir dan Penyimpanan
Setelah keripik dingin, berbagai bumbu bubuk rasa-rasa dapat ditaburkan untuk menambah variasi cita rasa, seperti bubuk cabai atau saus sambal kering. Penggunaan bubuk cabai atau bumbu tabur rasa barbeque juga bisa menjadi pilihan untuk memberikan sensasi pedas atau gurih yang berbeda. Kreativitas dalam membumbui akan membuat keripik semakin menarik.
Untuk penyimpanan, pastikan keripik disimpan dalam wadah kedap udara yang bersih dan kering guna menjaga kerenyahannya. Jika menggunakan kemasan keripik yang sudah dibuka, tutup rapat dengan mengeluarkan udara sebanyak mungkin, lalu gulung kemasan dan jepit atau ikat dengan karet. Hal ini mencegah udara masuk dan membuat keripik melempem.
Menyimpan keripik di dalam freezer juga merupakan metode efektif untuk menjaga kerenyahan dan memperpanjang daya tahannya, karena kandungan air dalam keripik sudah minimal. Penting untuk menghindari penyimpanan keripik di tempat yang lembap, sebab udara dan kelembapan adalah musuh utama kerenyahan keripik. Dengan penyimpanan yang benar, keripik tahu sisa dapat dinikmati dalam waktu yang lebih lama.
Pertanyaan dan Jawaban
1. Apa yang dimaksud dengan keripik dari sisa tahu?
Keripik dari sisa tahu adalah camilan renyah yang dibuat dari sisa olahan tahu, seperti tahu pong atau ampas tahu, yang diolah kembali agar tidak terbuang dan memiliki nilai guna.
2. Mengapa sisa tahu layak diolah menjadi keripik?
Karena sisa tahu masih mengandung nutrisi yang baik serta berpotensi menjadi produk bernilai ekonomi, sehingga membantu mengurangi limbah pangan dan mendukung keberlanjutan.
3. Apa manfaat utama dari pemanfaatan sisa tahu?
Pemanfaatan sisa tahu dapat mengurangi limbah, menciptakan produk baru, mendukung praktik ramah lingkungan, serta membuka peluang usaha di bidang kuliner.
4. Kandungan gizi apa saja yang terdapat pada tahu?
Tahu mengandung protein nabati, serat, karbohidrat, serta berbagai mineral penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
5. Siapa saja yang dapat memanfaatkan inovasi keripik dari sisa tahu?
Inovasi ini dapat dimanfaatkan oleh rumah tangga, pelaku UMKM, hingga industri tahu sebagai solusi pengelolaan limbah sekaligus peluang usaha.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496575/original/038598300_1770551509-Launching_Lunar_2026_Wilsen_Willim_Pendopo__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496982/original/035941900_1770612065-gambar__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4855601/original/066542300_1717677697-000_34UG9G6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423347/original/048327400_1764059465-Kue_Lidah_Kucing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496710/original/079669900_1770595759-063_2260473479.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497420/original/050385700_1770628328-Gemini_Generated_Image_w59okpw59okpw59o.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497500/original/076610700_1770632550-_kopijoslikman.._angkringankopijos__kopijos__kopijolikman__angkringankopijoslikman__angkringanjo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495625/original/058386400_1770381803-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_16.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496870/original/021785700_1770607879-gambar__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497267/original/032540900_1770622971-membersihkan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383223/original/067829900_1760659785-tahu_telur_bumbu_bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497239/original/011489700_1770621789-063_2260608226.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496896/original/057677100_1770609023-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496757/original/003258200_1770602392-cristina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496984/original/028504400_1770612073-Laksa_Tanpa_Perlu_ke_Singapura_Ini_Versi_Praktis_yang_Lagi_Dicari_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4568525/original/097824200_1694168543-WhatsApp_Image_2023-09-08_at_17.06.34.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496770/original/046895000_1770602911-pekey_kacang_hijau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496309/original/080706800_1770526301-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_15.46.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496726/original/024545900_1770597704-turis_indonesia_kecelakaan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496707/original/060028500_1770593485-abdul_mateen.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387070/original/097383000_1761030793-seblak2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384652/original/007400700_1760812239-Tzuyu_TWICE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384080/original/091032400_1760743856-Pelaku_Joki_Toefl_di_Jember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387429/original/053987300_1761041546-unnamed__80___2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387068/original/094497700_1761030404-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383334/original/061525500_1760671825-huang_zitao_nikah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)