Liputan6.com, Jakarta - Sebagai satwa endemik Sungai Mahakam, perlindungan negara atas keberadaan Pesut Mahakam yang bernama latin Orcaella brevirostris belum memadai. Buktinya, menurut data pemantauan terbaru hingga Februari 2026, hanya tersisa sekitar 66 ekor mamalia air tawar itu di sungai terbesar di Kalimantan Timur.
"Kondisi pesut kita sangat memprihatinkan karena populasinya kini hanya tinggal sekitar 66 ekor saja," ujar Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, usai meninjau lapangan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke kawasan konservasi pesut di Kabupaten Kutai Kartanegara, dikutip dari Antara, Senin (9/2/2026).
Rasio menjelaskan bahwa penurunan populasi pesut dipicu kerusakan habitat yang masif akibat tumpang tindihnya aktivitas manusia dan industri. Beberapa ancaman utama yang diidentifikasi meliputi alih fungsi lahan dan pembukaan lahan di area hulu, aktivitas pertambangan batu bara yang berdampak pada kualitas air dan padatnya lalu lintas transportasi sungai, terutama tongkang batu bara yang diduga mengganggu navigasi dan habitat kritis pesut.
"Kita harus mengantisipasi berbagai ancaman ini secara komprehensif, baik yang bersumber dari kegiatan korporasi maupun aktivitas masyarakat di sepanjang aliran Sungai Mahakam," ujar pria yang akrab disapa Roy itu.
KLH menekankan bahwa penyelamatan pesut memerlukan kolaborasi lintas sektor bersama KKP, pemerintah daerah, dan otoritas transportasi. Tujuannya adalah memastikan aktivitas ekonomi di sungai tetap berjalan tanpa mengorbankan ekosistem pesut.
Pemerintah juga berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti merusak habitat satwa ini. "Namun di sisi lain, tetap mendorong kerja sama agar kegiatan ekonomi tidak mengganggu habitat kritis pesut," imbuhnya.
Pesut Mahakam Berstatus Kritis
Untuk menyelamatkan pesut yang kini berstatus kritis (critically endangered), pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menetapkan Desa Muhuran di Kecamatan Kota Bangun dan Desa Sabintulung di Kecamatan Muara Kaman sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam. Dengan begitu, total sudah tiga desa yang ditetapkan sebagai desa konservasi, termasuk Desa Pela.
"Pesut Mahakam bukan hanya satwa dilindungi, tetapi juga indikator kesehatan ekosistem Sungai Mahakam. Karena itu, pelestarian habitatnya harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, serta masyarakat lokal," kata Roy saat membacakan pidato Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faiso Nurofiq, Sabtu, 7 Februari 2026, dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Minggu, 8 Februari 2026.
Kawasan Danau dan Sungai Mahakam merupakan ekosistem penting yang tidak hanya menjadi habitat pesut, tetapi juga berbagai spesies lain seperti bekantan, berang-berang, bangau, dan satwa air lainnya. Sungai itu juga berperan strategis dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Kembangkan Biodiversity Credit
Hanif menekankan bahwa seluruh aktivitas di kawasan Sungai Mahakam, baik perikanan, transportasi air, perkebunan, pertambangan, pariwisata, maupun kegiatan lainnya, harus dikelola secara bertanggung jawab agar tidak merusak habitat Pesut Mahakam. Ia juga mendorong penguatan pengelolaan sampah dan limbah di kawasan Sungai dan Danau Mahakam guna mencegah pencemaran perairan dan menjaga kualitas habitat satwa.
KLH mendorong masyarakat melaporkan bila menemukan aksi pencemaran atau perusakan lingkungan untuk ditindaklanjuti melalui mekanisme penegakan hukum. Instrumen lain yang tengah disiapkan pemerintah untuk menyelamatkan fauna dan satwa yang ada adalah dengan mengembangkan biodiversity credit yang berintegritas dan berpihak pada masyarakat lokal.
Pemerintah berharap Kawasan Konservasi Pesut Mahakam dapat menjadi contoh pengelolaan keanekaragaman hayati berkelanjutan dengan manfaat alam dan lingkungan hidup yang adil dan seimbang (fair and equitable benefits), serta menjadi model kolaborasi lintas sektor dalam menjaga lingkungan hidup.
2 Pesut Mahakam Dilaporkan Mati Diduga karena Tongkang
Pada November 2025, Yayasan Rare Aquatic Spesies of Indonesia (RASI) melaporkan dua ekor pesut mahakam mati di perairan anak Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. RASI juga memantau lonjakan lalu lintas 13 tongkang batubara per jam di kawasan tersebut dalam dua hari terakhir yang diduga meningkatkan risiko keselamatan pesut mahakam.
Spesimen hewan terancam punah itu kini tengah diperiksa jaringan di Laboratorium Universitas Mulawarman Samarinda untuk memastikan penyebab kematiannya. Berdasarkan catatan RASI, diperkirakan hanya tersisa 60 ekor pesut mahakam di habitat aslinya kini.
Terkait laporan tersebut, Deputi Penegakkan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup menyelidiki tiga perusahaan batubara yang beroperasi di sekitar kawasan konservasi perairan habitat pesut mahakam di Kabupaten Kutai Kartanegara. Ketiganya adalah PT Indo Pancadasa Agrotama, PT Graha Benua Etam, dan PT Muji Lines.
Dari hasil pengawasan, ditemukan kegiatan ship-to-ship (STS) transfer batubara oleh PT Muji Lines tidak memiliki kelengkapan dokumen lingkungan serta izin pemanfaatan ruang untuk lokasi penempatan/penambatan Coal Transhipment Barge (CTB). Tim Gakkum juga menemukan kualitas baku mutu air di sekitar perusahaan beroperasi melebihi baku mutu yang ditetapkan.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496575/original/038598300_1770551509-Launching_Lunar_2026_Wilsen_Willim_Pendopo__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496982/original/035941900_1770612065-gambar__19_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496840/original/053966700_1770606305-gambar__14_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4855601/original/066542300_1717677697-000_34UG9G6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5423347/original/048327400_1764059465-Kue_Lidah_Kucing.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496710/original/079669900_1770595759-063_2260473479.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497420/original/050385700_1770628328-Gemini_Generated_Image_w59okpw59okpw59o.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497500/original/076610700_1770632550-_kopijoslikman.._angkringankopijos__kopijos__kopijolikman__angkringankopijoslikman__angkringanjo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495625/original/058386400_1770381803-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_16.31.55.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496870/original/021785700_1770607879-gambar__15_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497267/original/032540900_1770622971-membersihkan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383223/original/067829900_1760659785-tahu_telur_bumbu_bali.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497239/original/011489700_1770621789-063_2260608226.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496896/original/057677100_1770609023-unnamed__17_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496757/original/003258200_1770602392-cristina.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496984/original/028504400_1770612073-Laksa_Tanpa_Perlu_ke_Singapura_Ini_Versi_Praktis_yang_Lagi_Dicari_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496770/original/046895000_1770602911-pekey_kacang_hijau.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496309/original/080706800_1770526301-WhatsApp_Image_2026-02-06_at_15.46.28.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496726/original/024545900_1770597704-turis_indonesia_kecelakaan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496707/original/060028500_1770593485-abdul_mateen.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5378660/original/056383000_1760269796-WhatsApp_Image_2025-10-12_at_09.28.26.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3558580/original/014125500_1630551817-29cccc00ef6aae3e8e27a0e76869f777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387070/original/097383000_1761030793-seblak2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384652/original/007400700_1760812239-Tzuyu_TWICE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384080/original/091032400_1760743856-Pelaku_Joki_Toefl_di_Jember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387429/original/053987300_1761041546-unnamed__80___2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387068/original/094497700_1761030404-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383334/original/061525500_1760671825-huang_zitao_nikah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)