Liputan6.com, Jakarta - Para arkeolog di Pompeii, Italia, baru-baru ini mengidentifikasi pesan cinta berusia 2.000 tahun yang tersembunyi di dinding-dinding bangunan. Pesan-pesan cinta itu bisa terungkap berkat teknologi canggih selama proyek penelitian bertajuk Bruits de colouir (Rumor) yang berlangsung antara 2022--2025, tetapi baru disampaikan pada Januari 2026.
Grafiti berisi berbagai pesan cinta itu terletak di koridor yang menghubungkan distrik teater ke Via Stabiana di Taman Arkeologi Pompeii. Salah satunya merujuk pada seorang wanita bernama Erato, diikuti oleh kata 'mencintai' - meskipun subjek yang dimaksud belum jelas.
Ada juga pesan yang berbunyi, "Aku sedang terburu-buru; hati-hati, Sava-ku, pastikan kau mencintaiku!"
"Miccio-cio-cio, ayahmu pecah perutnya saat buang air besar; lihatlah dia, Miccio!"
"Methe, (budak) Cominia, Atella, mencintai Cresto di dalam hatinya. Semoga Venus Pompeii berpihak kepada mereka berdua dan semoga mereka selalu hidup harmonis," bunyi pesan lain dari grafiti di tembok yang digali lebih dari 230 tahun yang lalu.
Dinding itu dilewati jutaan pengunjung setiap tahun sehingga arkeolog tidak berharap ada informasi baru atau cerita lebih lanjut yang bisa diungkap. Faktanya, dengan metodologi mutakhir, hampir 300 prasasti muncul, termasuk beberapa yang telah lama diketahui (200) dan yang baru diidentifikasi (79), termasuk gambar gladiator di dinding.
Mengutip rilis pompeiisites.org, Minggu, 22 Februari 2026, hasil riset yang digagas oleh Louis Autin dan Éloïse Letellier-Taillefer dari Sorbonne dan Marie-Adeline Le Guennec dari Universitas Québec di Montreal, bekerja sama dengan Taman Arkeologi Pompeii kemudian dipublikasikan dalam Jurnal Elektronik Penggalian Pompeii. Hal ini menghasilkan reinterpretasi komprehensif dari sejumlah besar bukti grafiti di koridor ini, menggunakan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan epigrafi, arkeologi, filologi, dan humaniora digital.
Metodologi yang Digunakan untuk Mengungkap Pesan Cinta
Metodologi yang digunakan memanfaatkan grid virtual, mendokumentasikan hubungan spasial dan tematik antar prasasti. Terakhir, metodologi ini menawarkan cakupan lengkap melalui Reflectance Transformation Imaging (RTI), yakni teknik fotografi berbantuan komputer yang menangkap serangkaian gambar objek yang diterangi dari berbagai arah, dari kedua dinding koridor.
Instrumen-instrumen ini merevolusi analisis teks dan gambar, sekaligus memastikan pelestarian digital dari koleksi bukti yang, pada dasarnya, sangat rapuh. "Teknologi adalah kunci yang memberikan cahaya baru pada dunia kuno dan kita perlu menginformasikan kepada publik tentang penemuan-penemuan baru ini," kata Gabriel Zuchtriegel, Direktur Taman Pompeii.
"Kami sedang mengerjakan proyek yang dirancang untuk melindungi dan meningkatkan pemahaman tentang dunia kuno dari grafiti tersebut, yang jumlahnya lebih dari 10.000 di seluruh Pompeii; warisan yang sangat besar. Hanya penggunaan teknologi yang dapat menjamin masa depan bagi semua kenangan kehidupan yang dijalani di Pompeii ini."
Rencana Penggunaan Teknologi Canggih dan Perlindungan Kawasan Konservasi
Zuchtriegel menyatakan pihaknya saat ini sedang mengembangkan platform 3D yang menggabungkan fotogrametri, data RTI, dan metadata epigrafis akan menghasilkan instrumen baru untuk visualisasi dan anotasi prasasti secara bersamaan. Tujuannya agar bisa menganalisis grafiti tersebut lebih lanjut.
Pihaknya juga sedang merancang sistem atap untuk koridor yang akan melindungi plester tempat prasasti itu dibuat untuk memastikan pengalaman tur yang lebih baik bagi para pengunjung di masa mendatang. Kompleks prasasti penting dari Pompeii terkonsentrasi di satu area dan ditemukan pada 1794.
Untuk mengendalikan overtourism, Taman Arkeologi Pompeii membatasi jumlah turis yang dapat mengunjungi situs terkenal di Italia tersebut, hanya 20 ribu orang per hari. Pengaturan juga meliputi pembagian slot waktu berbeda selama puncak musim panas. Pejabat mengatakan bahwa mereka juga bakal memberlakukan tiket personal yang berisi nama lengkap pengunjung mulai 15 November 2024.
Pengendalian Jumlah Pengunjung di Pompeii
Pembatasan ini dilakukan setelah lebih dari 36.000 orang mengunjungi Pompeii dalam satu hari pada Minggu gratis bulan sebelumnya, seperti dilaporkan Sky News. Zuchtriegel mengatakan bahwa pengunjung ke situs arkeologi utama sekarang rata-rata melebihi 15.000 hingga 20.000 setiap hari, dan batas harian baru akan mencegah jumlah kunjungan turis meningkat tidak terkendali.
"Kami sedang mengerjakan serangkaian proyek untuk mengurangi tekanan manusia di situs ini, yang dapat menimbulkan risiko baik bagi pengunjung maupun warisan yang sangat unik dan rapuh ini," kata Zuchtriegel, dikutip dari laman news.com.au, Senin, 11 November 2024.
Mereka juga menyiapkan skema menarik wisatawan ke situs kuno lainnya yang terhubung dengan Pompeii, seperti Stabiae, Oplontis, dan Boscoreale, dengan layanan bus antar-jemput gratis. Langkah-langkah untuk mengelola arus dan keselamatan serta personalisasi kunjungan adalah bagian dari strategi bertajuk Greater Pompeii.
"Kami menargetkan pariwisata yang lambat, berkelanjutan, menyenangkan, dan tidak massal, dan terutama tersebar luas di seluruh wilayah sekitar situs UNESCO, yang penuh dengan permata budaya untuk ditemukan," kata Zuchtriegel lagi.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5510937/original/085753700_1771844665-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_11.38.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511017/original/062525300_1771855074-andrew.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510733/original/053916700_1771837198-Gemini_Generated_Image_vtpiyuvtpiyuvtpi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484733/original/035361900_1769483129-banane_baru_digoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510367/original/068622000_1771826943-WhatsApp_Image_2026-02-22_at_13.37.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510596/original/003932100_1771832535-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510887/original/095725800_1771842183-Gemini_Generated_Image_jy8pc7jy8pc7jy8p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5044837/original/084570700_1733891267-Desain_tanpa_judul_-_2024-12-11T110951.443.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472482/original/096114800_1768367502-Gemini_Generated_Image_qf2l7qqf2l7qqf2l.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510802/original/095243300_1771839977-Buka_Puasa_Anak_Kos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510602/original/013628000_1771832564-butter_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500637/original/009964000_1770872557-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723091/original/022901400_1705917470-000_34G49R7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468196/original/011764900_1767943552-Es_Teko.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/848281/original/010816800_1428658095-063308100_1426002952-rumah_di_maria_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/975038/original/008493200_1441187509-1_jogjareview_net.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510585/original/041863400_1771832467-cropped-051ecd4f-9ab2-4a61-b20c-16306893845d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510403/original/008108600_1771827704-Untitled_design__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510491/original/076999700_1771829931-coffeenatics.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510238/original/099026900_1771823188-Untitled_design__11_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404922/original/033017100_1762419560-Depositphotos_609549356_L.jpg)