Penumpang Pesawat Diturunkan Petugas Keamanan Bandara Usai Putar Video dengan Suara Keras

4 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Seorang penumpang pesawat diturunkan paksa dari penerbangannya karena memutar video dengan keras di ponselnya. Itu tindakan paling keras yang diambil awak kabin setelah ia menolak mendengarkan permintaan berulang pramugari agar menggunakan headphone, bahkan mengamuk

Videonya saat diturunkan paksa petugas menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, perempuan itu terdengar berteriak, "Saya memutar video selama 30 detik dengan volume 50 persen, dan itulah alasan kalian mengusir saya."

Seorang pramugari kemudian terlihat berusaha keras menenangkannya, tetapi konfrontasi dengan cepat meningkat. "Silakan panggil polisi, apa-apaan ini," teriaknya lagi, dikutip dari news.com.au, Selasa (10/3/2026). "Saya berhenti setelah peringatan kedua. Saya sudah berhenti."

Rekaman kemudian beralih ke petugas keamanan yang menghadapi wanita itu saat dia terus berteriak kepada mereka di dalam kabin pesawat. "Dengar. Bukankah ini Amerika yang menjunjung kebebasan berbicara atau kita bersikap kurang ajar kepada semua orang?" tanyanya kepada salah satu petugas.

Saat petugas berusaha mengantarnya keluar dari pesawat, dia terus berteriak dan melambaikan tangannya, bahkan meraih lengan salah satu petugas. "Apakah saya tidak boleh mengungkapkan perasaan saya?" tanyanya.

Seorang petugas menjawab dengan tenang, "Apakah Anda tidak boleh mengungkapkan perasaan Anda di sana?" Akhirnya mereka membujuknya untuk mengumpulkan barang-barangnya dan mulai mengantarnya keluar dari pesawat.

Masih marah, dia kembali mengeluarkan unek-uneknya. "Terima kasih telah merekam saya, saya memutar video selama 30 detik sialan itu," sambil mengacungkan jarinya saat pergi.

Penumpang Lain Tepuk Tangan

Saat dia digiring menyusuri lorong, penumpang lain terdengar bersorak dan bertepuk tangan, beberapa bahkan berterima kasih kepada petugas. Pada satu titik, wanita itu tampak mengejek tepuk tangan dengan ikut bertepuk tangan secara sarkastis.

Orang yang mengunggah video tersebut secara online mengatakan insiden tersebut terjadi di penerbangan American Airlines dari Miami ke Tampa pada 26 Februari 2026. Dia mengklaim penumpang wanita itu 'mabuk'.

"Seorang wanita mabuk di penerbangan American Airlines dari Miami ke Tampa menolak menggunakan headphone dan memutar video dari ponselnya dengan keras," demikian bunyi keterangan foto tersebut.

"Para pramugari dengan sopan memintanya untuk menggunakan headphone bahkan sebelum kami meninggalkan gerbang, dan wanita itu langsung marah, bersikap kasar, dan agresif. Dia berteriak dan mengumpat kepada karyawan dan penumpang lain. Semua itu berlanjut hingga akhirnya petugas penegak hukum datang dan untungnya mengeluarkannya," sambungnya.

Kasus Penumpang Lain Ditahan Polisi karena Tak Sopan pada Pramugari

Pengunggah video itu juga tak lupa memuji sikap awak kabin American Airlines yang dinilainya menangani hal itu dengan 'sangat baik dan bersikap hormat sepanjang waktu'. "Sungguh situasi yang liar. Seumur hidup saya tidak pernah menyangka akan menyaksikan hal seperti ini," sambungnya.

Kasus penumpang yang berbicara kasar dan dikeluarkan dari penerbangan semakin umum terjadi. Awal bulan ini, seorang penumpang berkewarganegaraan Inggris berusia 58 tahun ditangkap polisi ketika pesawatnya mendarat di Taiwan setelah ia diduga menampar pantat seorang pramugari selama perjalanan.

Dalam rekaman video yang diambil di dalam pesawat, pria itu terdengar meminta maaf dengan terbata-bata kepada awak kabin saat ia diseret keluar dari pesawat oleh pihak berwenang.

"Saya minta maaf, saya menyesal," katanya. "Saya menyentuh pantatmu, sialan."

Saksi mata mengklaim dia menghisap vape di dalam pesawat dan meneriakkan kata-kata kasar kepada penumpang dan staf lainnya. Perilaku yang diduga dilakukannya terjadi di depan istrinya, yang awalnya mencoba membelanya di hadapan penumpang yang marah. Dia akhirnya ditahan polisi dan dilaporkan akan didenda karena menggunakan vape di dalam pesawat.

Penumpang Iseng Pasang Kata Bom Jadi Password Wifi

Beda lagi cerita penumpang yang diduga iseng memasang nama wifi 'ancaman bom' saat menumpang pesawat Turkish Airlines. Pilot pun langsung memutuskan mendarat darurat di tengah penerbangan dari Istanbul ke Barcelona, Spanyol, pada Kamis, 15 Januari 2026.

Menurut FlightAware, dikutip dari People, penerbangan Turkish Airlines 1853 berangkat sesaat sebelum pukul 9 pagi waktu setempat. Saat Airbus A321 mendekati Bandara El Prat Barcelona, pesawat tersebut berputar dua kali di lepas pantai timur Spanyol. 

Menurut unggahan X Wakil Presiden Komunikasi Senior Turkish Airlines, Yahya Üstün, saat pesawat mendekati tujuan akhirnya, "Terdeteksi bahwa seorang penumpang telah memasang titik akses internet dalam penerbangan dan mengkonfigurasi nama jaringannya untuk menyertakan ancaman bom."

Ustun tersebut mengatakan awak kabin kemudian memulai "prosedur yang diperlukan" sesuai dengan "protokol keselamatan penerbangan." Melansir Euronews, Jumat, 16 Januari 2026, setelah melaporkan ada ancaman bom, pesawat penumpang itu langsung dikawal oleh dua jet tempur, satu Spanyol dan satu Prancis.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |