Kasus Pencurian di Pesawat Terjadi di Penerbangan Menuju Jakarta, Pria China Diadili di Singapura

6 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kasus pencurian di pesawat kembali melibatkan warga negara China. Aksi tersebut terjadi dalam pesawat yang sedang terbang dari Singapura menuju Jakarta pada 2 Oktober 2025.

Dalam siaran pers yang diterbitkan Kepolisian Singapura, Selasa, 10 Maret 2026, polisi mendapat laporan tersebut sekitar pukul 18.20. Investigasi awal mengungkapkan bahwa pria tersebut meninggalkan kursinya, berjalan beberapa baris ke depan, dan diduga mengambil tas korban yang disimpan di kompartemen atas pesawat.

Menurut polisi, pria China itu diduga membawa tas tersebut kembali ke tempat duduknya, menggeledah isi tas, dan mengambil uang tunai sebesar 750 dolar Singapura (sekitar Rp9,9 juta), dan tiga kartu bank dari dompet korban sebelum mengembalikan tas tersebut ke tempat asalnya. Aksinya ternyata dipantau seorang awak kabin bernama Muhammad Fariz bin Johari.

Pramugara itu kemudian meminta korban memeriksa barang-barangnya. Setelah diperiksa, ia mendapati barang-barang miliknya telah hilang. Awak kabin itu lalu melaporkan kasus tersebut kepada kapten penerbangan sebelum dilaporkan kepada pihak berwenang Indonesia.

Sebelum pesawat mendarat di Jakarta, uang tunai dan kartu-kartu yang hilang ditemukan di dalam pesawat dan dikembalikan kepada korban. Tapi, pria China itu ditolak masuk Indonesia dan diperintahkan kembali ke Singapura. Polisi bandara kemudian menangkap pria tersebut sesaat setelah pesawat mendarat di Bandara Changi dengan menyita mata uang asing dan beberapa ponsel miliknya sebagai barang bukti.

Ancaman Hukum bagi Pencuri di Pesawat

Pria China berusia 50 tahun itu kemudian mulai diadili di pengadilan Singapura pada 11 Maret 2026. Ia didakwa dengan tindak pidana pencurian berdasarkan Pasal 379 KUHP 1871, dibaca bersama dengan Pasal 3 ayat (1) Undang-Undang Konvensi Tokyo 1971. Ancaman pidananya meliputi penjara hingga tiga tahun, denda, atau keduanya.

Polisi Singapura menegaskan tidak akan menoleransi setiap kasus pencurian di dalam pesawat dan akan melakukan segala upaya untuk menangkap pelaku tersebut, yang akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Kepolisian juga ingin mengingatkan masyarakat untuk melindungi diri dari menjadi korban kejahatan di dalam pesawat.

Masyarakat disarankan untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan kejahatan berikut:

  • Selalu simpan uang tunai atau barang berharga Anda di dekat Anda, jangan meletakkannya di dalam kompartemen bagasi di atas kepala;
  • Waspadai dan perhatikan penumpang yang terlihat membuka kompartemen di atas kepala dan mengambil bagasi atau menggeledahnya selama penerbangan; dan
  • Segera beri tahu awak kabin tentang perilaku mencurigakan tersebut.

Awak Kabin Diberi Penghargaan

Atas jasanya membongkar kasus pencurian tersebut, awak kabin bernama Fariz itu diganjar Penghargaan Kepedulian Masyarakat yang diserahkan langsung oleh Asisten Komisaris (AC) Polisi M. Malathi, Komandan Divisi Polisi Bandara. Itu merupakan bentuk pengakuan atas kewaspadaannya dalam mendeteksi pencurian. 

Malathi memuji anggota awak kabin atas kewaspadaan dan tindakan cepatnya dalam melaporkan perilaku mencurigakan selama penerbangan. Kewaspadaan seperti itu oleh staf maskapai penerbangan dan masyarakat berperan penting dalam mencegah kejahatan dan membantu pihak berwenang dalam mendeteksi pencurian di dalam pesawat dengan cepat.

Kasus pencurian di pesawat disorot sejumlah negara di Asia sejak beberapa tahun terakhir karena ada kecenderungan meningkat setiap tahunnya. Otoritas Hong Kong mencatat 169 kasus pencurian di pesawat terjadi dalam sepuluh bulan pertama pada 2024. Sekitar 70 persen terjadi pada rute penerbangan regional dari Thailand, Vietnam, Malaysia, dan India.

Target utamanya adalah penumpang yang sering tertidur di kabin yang remang-remang. Pencuri mengincar uang tunai, perhiasan, dan barang-barang mewah yang tersimpan di bagasi kabin.

Ancaman Thailand pada Pencuri di Pesawat

Mengutip The Thaiger, Sabtu, 15 Februari 2025, Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Sorawong Thienthong menyerukan agar maskapai meningkatkan inspeksi kabin dan memperingatkan penumpang untuk melindungi barang-barang mereka. Beberapa maskapai juga memperketat langkah-langkah pengamanan sebagai tanggapan atas risiko pencurian yang meningkat.

Meskipun tren yang mengkhawatirkan, Sorawong tetap yakin bahwa hal itu tidak akan berdampak pada pasar pariwisata internasional Thailand. "Saya tidak berpikir insiden pencurian di pesawat akan memengaruhi pasar turis internasional di Thailand."

Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) Thapanee Kiatphaibool menyebut bahwa pencurian di pesawat bukanlah masalah baru, dengan kasus serupa menjadi berita utama secara global. Dia mendesak penumpang dan staf maskapai untuk tetap waspada, menambahkan bahwa para pelanggar harus menghadapi konsekuensi hukum, termasuk pencabutan visa atau pencekalan.

Sisdivachr Cheewarattanaporn, Presiden Asosiasi Agen Perjalanan Thailand (ATTA), memeringatkan bahwa kejahatan semacam itu merusak reputasi negara asal pelaku, yang menyebabkan peningkatan pengawasan terhadap pelancongnya. Namun, dia meyakinkan bahwa peningkatan kasus pencurian tidak menghalangi para turis, yang malah lebih berhati-hati.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |