Kabar Terkini Punch Si Bayi Monyet Viral, Dapat Teman dan Mulai Abaikan Boneka Orang Utan

11 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Punch si bayi monyet viral kini semakin besar. Tubuhnya disebut tidak muat lagi di boneka orang utan yang jadi pelariannya saat ditolak induknya dan kawanan kera lainnya.

Penghuni Kebun Binatang Ichikawa di Prefektur Chiba, Jepang, itu kini semakin jarang menggunakan boneka tersebut. Ia sudah mulai punya teman. Pada satu hari, Punch terlihat memanjat punggung kera lain, duduk bersama kera dewasa, dan terkadang dirawat atau dipeluk.

"Senang melihatnya tumbuh, dan saya merasa lega," kata Sanae Izumi, seorang penggemar Punch berusia 61 tahun dari Osaka yang datang ke kebun binatang karena khawatir dengan bayi kera itu, dikutip dari AP, Jumat (6/3/2026). "Dia menggemaskan!"

Punch ditinggalkan induknya setelah lahir, kemungkinan karena kelelahan. Penjaga kebun binatang merawatnya dan memberinya boneka orang utan itu untuk melatihnya berpegangan, kemampuan yang dibutuhkan kera baru lahir untuk bertahan hidup.

"Membantu Punch mempelajari aturan masyarakat monyet dan diterima sebagai anggota adalah tugas terpenting kami," kata Kosuke Kano, seorang penjaga kebun binatang berusia 24 tahun.

Punch yang kini lebih sering menghindari mainannya dinilai sebagai hal yang baik. "Ketika dia sudah tidak lagi menggunakan mainan boneka itu, hal itu akan mendorong kemandiriannya, dan itulah yang kami harapkan," kata Direktur Kebun Binatang Shigekazu Mizushina.

Punch masih tidur dengan mainannya setiap malam, tetapi Mizushina mengatakan hal selanjutnya yang ingin dilihat para penjaga adalah Punch tidur bersama monyet-monyet lain.

Boneka Orang Utan IKEA Ludes Terjual di AS

Punch menjadi sangat populer setelah gambar dirinya dan mainannya muncul di internet bulan lalu. Pengunjung berbondong-bondong datang sehingga kebun binatang harus menetapkan aturan agar pengunjung tenang dan membatasi waktu melihat Punch hingga 10 menit untuk mengurangi stres bagi lebih dari 50 monyet lainnya.

Tak hanya kebun binatang yang kebanjiran pengujung, IKEA pun kecipratan rezeki nomplok. Pasalnya, mereka lah yang memproduksi boneka orang utan yang dipeluk Punch. Perusahaan yang memproduksi boneka bernama resmi Djungelskog itu menyampaikan bahwa pihaknya melihat minat yang 'belum pernah terjadi sebelumnya' dan penjualan yang 'jauh lebih tinggi dari biasanya.'

"Akibatnya, produk tersebut saat ini kehabisan stok di beberapa pasar, termasuk Jepang dan Amerika Serikat," kata Ingka Group, perusahaan induk yang mengendalikan sebagian besar toko IKEA, pada AFP, dikutip Rabu, 25 Februari 2026.

Laporan senada juga disampaikan USA Today. Menurut publikasi tersebut, IKEA sebelumnya mengunggah foto Punch yang memeluk boneka orangutan dengan keterangan, "Kita SEMUA adalah keluarga Punch sekarang."

Ramai Jual Beli Boneka Orang Utan di eBay

Sebelum insiden Punch ditolak kawasan monyet terjadi, toko furnitur asal Swedia tersebut menyumbangkan boneka binatang mereka untuk Punch dan hewan-hewan lain di kebun binatang tersebut. Itu terlihat dari unggahan Wali Kota Ichikawa, Ko Tanaka, pada 17 Februari 2026, di X yang berfoto bersama Presiden IKEA Jepang, Petra Färe.

Tak lama setelah itu, boneka seharga 19,99 dolar AS (sekitar Rp 335 ribu) tersebut laris manis. IKEA bahkan tak lagi menyediakan boneka itu di laman daringnya.

Karena mainan tersebut kini tidak lagi tersedia secara online, para penjual kembali menaikkan harganya. USA Today menemukan beberapa iklan mainan tersebut di eBay dengan harga yang naik berkali-kali lipat. Beberapa iklan dimulai dari 100 dolar AS hingga mencapai 384 dolar AS. Meski harganya tak masuk akal, iklan penawaran boneka orang utan seharga 100 dolar AS tetap menarik peminat hingga laku terjual. 

Kisah Punch Disorot PETA

Situasi serupa juga terjadi di Australia. Menurut eBay Australia, iklan Djungelskog meningkat sebesar 650 persen antara Januari dan Februari tahun ini, dan telah dijual dengan harga antara 33─175 dolar Australia, mengutip The Guardian.

Seorang juru bicara IKEA Australia mengatakan terjadi peningkatan penjualan Djungelskog lebih dari 200 persen dalam seminggu terakhir, dengan lebih dari 990 unit terjual di seluruh toko di Australia dan secara online.

"Seiring perhatian global terus meningkat seputar kisah luar biasa Punch, boneka orang utan ikonis kami kini mengalami permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata mereka. "Para penggemar harus segera membelinya karena terjual dengan cepat."

Kisah Punch yang ditinggalkan induk dan ditolak monyet lainnya itu juga menarik perhatian lembaga advokasi hak hewan, People for the Ethical Treatment of Animals (PETA). Kritik pedas ditujukan kepada kebun binatang.

"Kebun binatang bukanlah suaka—itu adalah tempat di mana hewan dikurung, dirampas otonominya, dan ditolak lingkungan kompleks dan kehidupan sosial yang akan mereka miliki di alam liar," kata Direktur PETA Asia, Jason Baker, dalam sebuah pernyataan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |