Gaya Chic Melania Trump di Markas PBB, Bicara Perdamaian Dunia Setelah AS Serang Iran

7 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Melania Trump tiba di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin, 2 Maret 2026, untuk mencetak sejarah sebagai Ibu Negara petahana pertama yang memimpin pertemuan di Dewan Keamanan PBB.

Melansir Daily Mail, Selasa (3/3/2026), perempuan berusia 55 tahun itu tampil chic mengenakan setelan wol abu-abu gelap, yang tampaknya rilisan Dior. Setelan itu menampilkan blazer tiga kancing berpotongan rapi dengan saku dan rok pensil senada yang panjangnya tepat di bawah lutut.

Ibu Negara tampak muram dan serius dalam balutan busana yang pas di tubuhnya, mengencangkan ikat pinggang kulit hitam bergesper perak. Dia memadukan setelan itu dengan sepatu hak tinggi runcing berwarna hitam, yang tampaknya bermerek Louboutin, dan membiarkan rambutnya terurai dengan ikal lembut di bahunya.

Melania memilih warna kuku merah muda pucat dan riasan mata yang lebih gelap. Ibu Negara tiba di markas besar PBB di New York dan berpose untuk foto bersama para pemimpin lainnya pada Senin, bersama Duta Besar AS untuk PBB, Mike Waltz. 

Di kesempatan itu, Ibu Negara berfokus pada anak-anak dalam konflik, salah satu isu andalannya, dan mengakui bahwa ia melakukannya dalam "masa-masa sulit" karena Amerika Serikat (AS) telah bergabung dengan Israel dalam menyerang Iran, lapor NPR.

"Amerika Serikat berdiri bersama semua anak-anak di seluruh dunia," katanya, berbicara secara umum dan tidak secara khusus tentang perang baru di Timur Tengah. "Saya berharap perdamaian akan segera menjadi milik kalian."

Surat Perdamaian

Melania sangat mendukung agar semua anak terhubung dengan kecerdasan buatan alias AI untuk membantu mereka mempelajari kepercayaan, adat istiadat, dan sejarah bangsa lain. "AI mendemokratisasi pengetahuan yang dulunya terbatas pada perpustakaan universitas," katanya.

Dengan menghubungkan pengetahuan dan perdamaian, ia mendesak para anggota Dewan Keamanan untuk "menjaga pembelajaran." "Kedamaian abadi akan tercapai ketika pengetahuan dan pemahaman dihargai sepenuhnya di semua masyarakat kita," katanya.

Sementara Melania berbicara tentang perlunya melindungi anak-anak dan akses mereka terhadap pendidikan dan teknologi di daerah konflik, pemerintahan suaminya justru memangkas pendanaan untuk sejumlah badan PBB dan organisasi internasional lain yang menangani masalah-masalah ini.

Ia sebelumnya telah berbicara tentang dampak perang terhadap anak-anak, terutama dengan menulis "surat perdamaian" pribadi pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Surat untuk Putin

Di dalamnya, Melania menyebut "sudah saatnya" melindungi anak-anak di dunia selama pertemuan puncak perdamaian suaminya dengan pemimpin Rusia tersebut pada Agustus tahun lalu. "Setiap anak memiliki mimpi-mimpi tenang yang sama di dalam hatinya, baik yang lahir di pedesaan terpencil atau di pusat kota," katanya dalam surat itu.

"Mereka memimpikan cinta, kesempatan, dan keselamatan diri," tambahnya, seraya menyerukan agar Putin "secara pribadi mengembalikan tawa merdu" anak-anak Ukraina. Presiden AS dan Ibu Negara mengunjungi PBB September 2025, di mana mereka menghadapi serangkaian peristiwa yang kurang menyenangkan.

Masalah bermula ketika keduanya menaiki eskalator yang berhenti begitu mereka naik. Teleprompter juga berhenti berfungsi selama pidato Trump. "Yang saya dapatkan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa hanyalah eskalator yang berhenti di tengah jalan," canda Trump saat itu, menambahkan, "Jika Ibu negara tidak dalam kondisi prima, dia pasti akan jatuh."

Penampilan Mencolok

Penampilan Melania yang lebih kalem ini muncul hanya seminggu setelah ia mengenakan celana panjang berwarna perak metalik seharga 2.395 dolar AS (sekitar Rp 40,5 juta) dari Dolce & Gabbana, salah satu desainer favoritnya, ke acara Governors Dinner.

Ibu Negara memadukan celana tersebut dengan blus lengan panjang berwarna hitam berkerah dasi dari merek yang sama, yang dijual seharga 2.245 dolar AS (sekitar Rp 38 juta). Melania menambahkan sepatu hak tinggi Christian Louboutin berwarna perak metalik dan sepasang anting berlian besar untuk menyempurnakan penampilannya.

Celana mencolok itu memicu perdebatan sengit di antara orang-orang, dengan sebagian menganggapnya sebagai pakaian yang "tidak pantas" untuk acara formal yang diadakan di Washington, DC. Menurut Vogue, acara dengan kode berpakaian black-tie biasanya mengharuskan perempuan mengenakan gaun panjang hingga lantai.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |