Liputan6.com, Jakarta - Kota Jakarta naik empat peringkat sebagai kota global yang berakar kuat pada sejarah, budaya dan inovasi. Hal ini merupakan kado istimewa jelang hari jadinya ke 500 pada 2027 mendatang.
Selain itu, Jakarta punya target masuk Top 20 Kota Global pada 2045. Kepala Bidang Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta, Budya Pryanto Putra, mengatakan, prestasi ini dicapai karena Jakarta tetap mempertahankan identitas sebagai pusat kebudayaan dan perekonomian nasional. Ibu Kota juga terus berupaya menarik lebih banyak wisatawan, investor, serta talenta profesional internasional.
Budya mengungkap, kota Jakarta saat ini menempati peringkat ke-74 dalam Global City Index 2024, mempertahankan posisi tahun sebelumnya. Menariknya, dari lima kategori penilaian dalam indeks tersebut, indikator cultural experience jadi satu-satunya aspek yang menunjukkan peningkatan.
"Dalam lima tahun terakhir, skor pengalaman budaya Jakarta naik empat peringkat. Ini menunjukkan tren positif yang patut kita apresiasi," terangnya di pembukaan acara Jakarta Marketing Week 2025 di Jakarta Selatan, Rabu, 21 Mei 2025.
Transportasi Umum di Jakarta
Dari sisi ekonomi, lanjut Budya, memang terdapat tantangan, termasuk dinamika stabilitas politik, namun indikator budaya justru menguat. "Ini jadi sinyal positif bahwa budaya adalah fondasi yang perlu terus dijaga dan diperkuat ke depan," kata dia.
Faktor-faktor lainnya yang bisa membuat posisi Jakarta makin menanjak adalah transportasi umum yang disebut semakin beragam dan mudah diakses. Salah satu ciri kota yang maju adalah mempunyai sistem trannsportasi umum yang lengkap, terintegrasi, dan terjangkau.
"Jakarta punya semua itu. Belasan atau puluhan tahun lalu mungkin tidak bisa terbayangkan, tapi sekarang kota ini punya alternatif transportasi umum yang termasuk lengkap dan bisa diandalkan. Kini sudah ada MRT, LRT, Transjakarta, dan commuter line yang tersebar di hampir semua kawasan di Jakarta," kata Group CEO MCorp, Taufik.
"Soal target masuk Top 20 Kota Global di 2045 mungkin bisa saja tercapai karena sudah banyak kemajuan di berbagai bidang. Tapi, ada satu hal yang masih jadi pertanyaan, apakah warganya sudah siap?" lanjutnya.
Disiplin Warga Jakarta
Taufik menambahkan, warga Jakarta sudah cukup disiplin di tempat-tempat tertentu, terutama yang memiliki kamera pengawas dan memberi sanksi bila ada yang melanggar. Namun bila tanpa pengawasan,
"Itu hanya salah satu contoh. Apakah kita sudah bisa displin seperti tidak membuang sampah sembarangan atau merusak fasilitas umum. Mudah-muudahan kesadaran itu bisa dilakukan dan jadi bagian dari budaya kita," tuturnya.
Di kesempatan yang sama, perwakilan Abang None Jakarta, Bang Tyo dan None Kiki, membagikan pandangannya tentang peran anak muda dalam membentuk wajah kota yang beragam, terbuka, dan inklusif.
"Sebagai Abang None Jakarta, kami bisa terlibat di kegiatan pariwisata Jakarta maupun di global. Hal ini karena Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) sering membawa kami ke acara global di Berlin, bahkan New York," ungkapnya.
Tema Jakarta Marketing Week 2025
Momen itu membuat Abang None Jakarta jadi perantara untuk lebih mengenalkan budaya Jakarta. Salah satu bentuknya adalah membawakan sesi "Langkah Abang None Jakarta, Generasi Penerus Bangsa" dalam Partnership Day di rangkaian Jakarta Marketing Week.
Sementara itu, Jakarta Marketing Week 2025 (JakMW 2025 ) menghadirkan lebih dari 50 sesi talkshow, seminar, hiburan, dan pertemuan strategis berskala nasional dan internasional. Acara yang dibuka secara resmi oleh Hermawan Kartajaya bersama perwakilan Pemprov DKI Jakarta ini rencananya akan ditutup Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, serta penampilan spesial dari G-Pluck The Beatles Night pada Minggu, 25 Mei 2025.
Acara ini terbuka untuk umum dan bebas biaya. JakMW 2025 mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir, berbagi gagasan, dan membentuk masa depan Indonesia secara kolektif. Mengusung tema "Global City for Impact," JakMW 2025 mengajak berbagai pemangku kepentingan untuk memandang kota Jakarta sebagai kota global yang berdampak berkelanjutan bagi dunia.