Drone Jatuh Lagi di Bandara Internasional Dubai, 4 Warga Asing Terluka

4 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pihak berwenang Dubai mengonfirmasi bahwa dua drone jatuh di sekitar Bandara Internasional Dubai (DXB) pada Rabu (11/3/2026) pagi. Insiden itu melukai empat warga asing, dua warga negara Ghana dan satu warga negara Bangladesh mengalami luka ringan, sementara satu warga negara India mengalami cedera sedang.

Meski begitu, lalu lintas udara beroperasi seperti biasa, lapor Gulf News, dikutip hari ini. Bandara Dubai, yang mengoperasikan DXB dan DWC, melanjutkan operasi sebagian mulai 7 Maret 2026 setelah gangguan singkat. Para calon penumpang diminta untuk tidak datang ke bandara kecuali mereka telah dihubungi oleh maskapai penerbangan mereka bahwa penerbangan mereka telah dikonfirmasi, karena jadwal terus berubah.

Insiden serupa juga pernah terjadi di Bandara Internasional Dubai pada 1 Maret 2026. Akibat jatuhnya drone, sebuah ruang tunggu di DXB mengalami kerusakan ringan. Sementara, empat staf terluka.

"Empat staf mengalami cedera dan segera mendapatkan perawatan medis. Karena rencana darurat yang telah disiapkan, sebagian besar terminal telah dikosongkan dari penumpang sebelumnya," kata pihak bandara dalam pernyataan sebelumnya.

Tahun lalu, DXB menyambut 95,2 juta tamu, naik 3,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandai tahun tersibuk dalam sejarah bandara dan lalu lintas penumpang internasional tahunan tertinggi yang pernah tercatat oleh bandara mana pun. Desember adalah bulan tersibuk dalam sejarah DXB, dengan 8,7 juta tamu, naik 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kuartal keempat juga merupakan kuartal tersibuk yang pernah ada, dengan 25,1 juta tamu, peningkatan 5,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024. Total pergerakan penerbangan mencapai 118.000 pada kuartal keempat, naik 5 persen, sehingga total tahunan menjadi 454.800, peningkatan 3,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dubai Rilis Panduan Keselamatan Publik

Terpisah, Kantor Media Pemerintah Dubai menerbitkan panduan keselamatan publik, yang menegaskan kembali bahwa Pusat Informasi Darurat (Irate) aman dan terus beroperasi dengan kapasitas penuh, sambil memberikan panduan pencegahan tentang bagaimana warga dan pengunjung harus merespons jika peringatan darurat dikeluarkan.

Panduan ini dirancang untuk mendukung respons yang tenang dan aman jika individu menerima peringatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri di ponsel mereka. Berdasarkan panduan tersebut, siapa pun yang menerima peringatan saat berada di luar ruangan disarankan untuk tetap tenang dan segera masuk ke dalam ruangan, memasuki gedung terdekat.

Mereka yang mengemudi diimbau untuk melanjutkan perjalanan dengan aman ke lokasi dalam ruangan terdekat, sambil menghindari area terbuka, jendela, dan balkon. Pihak berwenang juga menyarankan orang-orang untuk menjauhi dinding luar dan panel kaca.

Panduan Keselamatan bagi Warga di Dalam Gedung

Otoritas Dubai juga mengimbau warga hanya mengikuti pembaruan resmi dan mengandalkan informasi terverifikasi yang dikeluarkan oleh otoritas pemerintah, sambil menghindari penyebaran pesan, rekaman suara, atau video yang tidak terverifikasi yang beredar di media sosial.

Panduan itu juga menginstruksikan untuk mereka yang berada di dalam gedung, termasuk rumah dan kantor. Individu disarankan untuk menjauhi area terbuka, balkon, dan jendela, dan bergerak lebih jauh ke dalam gedung sambil menunggu pesan resmi "aman".

Pihak berwenang menyarankan untuk mendengarkan pengumuman yang disampaikan melalui sistem pengeras suara gedung atau instruksi keamanan dan menghindari penggunaan lift kecuali diinstruksikan sebaliknya. Masyarakat juga disarankan untuk menjauhi pembatas kaca dan permukaan kaca yang besar.

Kantor Media menekankan bahwa setiap individu harus tetap berada di tempat hingga menerima pemberitahuan dari Kementerian Dalam Negeri yang mengonfirmasi bahwa situasi bahaya telah berakhir, setelah itu aktivitas normal dapat dilanjutkan dengan tenang.

UEA Buka Koridor Udara Aman

Sementara, Uni Emirat Arab (UEA) sejak pekan lalu membuka koridor udara aman di tengah perang Iran vs Israel dan AS. Koridor itu memungkinkan pesawat untuk melakukan perjalanan melewati wilayah udara yang dinilai otoritas penerbangan cukup aman untuk menjalankan operasi penerbangan terbatas.

Sistem itu telah diaktifkan di seluruh Teluk setelah keputusan terkoordinasi oleh otoritas penerbangan regional untuk menjaga agar perjalanan udara penting tetap berjalan sambil mempertahankan kontrol keselamatan yang ketat. Selama konferensi pers pemerintah, Menteri Ekonomi dan Pariwisata UEA Abdulla bin Touq Al Marri mengatakan pembukaan jalur itu juga telah dikoordinasikan dengan negara-negara tetangga.

"Kapasitas saat ini, berdasarkan rute darurat yang tersedia, adalah 48 penerbangan per jam dengan kemungkinan peningkatan angka ini di kemudian hari, sesuai dengan perkembangan dan peringkat serta langkah-langkah keamanan terbaru," kata menteri dalam jumpa pers pada Selasa, 3 Maret 2026.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |