Cara Mengolah Ikan Agar Tidak Asin dan Amis, Teknik Sederhana yang Bisa Mengubah Rasa

1 day ago 8
  • Apakah ikan asin harus direndam sebelum dimasak?
  • Berapa lama ikan sebaiknya direndam?
  • Mengapa ikan memiliki bau amis?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Mengolah ikan menjadi hidangan yang lezat sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi banyak orang masih menghadapi dua masalah utama saat memasaknya, yaitu rasa ikan yang terlalu asin serta bau amis yang cukup menyengat. Kondisi ini sering terjadi terutama ketika menggunakan ikan laut atau ikan yang telah melalui proses pengawetan, seperti ikan asin, sehingga jika tidak ditangani dengan benar rasa hidangan menjadi kurang seimbang dan kurang menggugah selera saat disajikan kepada keluarga.

Selain itu, bau amis pada ikan juga bisa muncul karena proses penanganan yang kurang tepat sebelum dimasak, misalnya ikan tidak dicuci dengan benar atau tidak melalui tahap perendaman yang cukup. Hal ini juga diakui oleh seorang praktisi kuliner dari Gresik bernama Fia (52) yang telah lama mengolah berbagai hidangan berbahan ikan asin. Ia menjelaskan bahwa teknik pengolahan awal sangat menentukan kualitas rasa masakan.

Merendam Ikan dengan Air Bersih

Salah satu cara paling sederhana yang sering digunakan untuk mengurangi rasa asin pada ikan adalah dengan merendamnya terlebih dahulu menggunakan air bersih sebelum dimasak. Metode ini cukup efektif karena air mampu melarutkan sebagian kandungan garam yang menempel pada permukaan serta yang terserap ke dalam daging ikan, sehingga rasa asin yang berlebihan dapat berkurang secara bertahap dan hasil masakan menjadi lebih seimbang.

Proses perendaman biasanya dilakukan selama kurang lebih 15 hingga 30 menit tergantung pada jenis ikan yang digunakan, terutama jika ikan tersebut merupakan ikan asin yang kadar garamnya cukup tinggi akibat proses pengawetan. Dalam proses ini, air rendaman dapat diganti satu atau dua kali agar proses pelarutan garam menjadi lebih maksimal dan menghasilkan ikan yang rasanya tidak terlalu tajam ketika dimasak menjadi lauk.

Menurut Fia, langkah ini sering dianggap sepele oleh banyak orang, padahal justru sangat penting dalam menjaga keseimbangan rasa masakan berbahan ikan asin. Ia menjelaskan bahwa ikan yang tidak direndam biasanya akan menghasilkan rasa yang terlalu kuat ketika dimasak, sehingga bumbu lain menjadi kalah dominan dan hidangan terasa kurang harmonis saat disantap.

Merendam dengan Air Hangat atau Air Panas

Selain menggunakan air biasa, merendam ikan dengan air hangat juga menjadi salah satu metode yang cukup efektif untuk membantu mengurangi kadar garam yang terlalu tinggi pada ikan asin. Suhu air yang lebih hangat dapat membantu mempercepat proses pelarutan garam yang terserap di dalam daging ikan sehingga rasa asin dapat berkurang dengan lebih cepat dibandingkan dengan air bersuhu normal.

Cara ini juga merupakan teknik yang sering digunakan dalam pengolahan beberapa hidangan tradisional berbahan ikan asin. Dalam wawancara, Fia menjelaskan bahwa proses ini biasanya dilakukan hanya sebentar agar tekstur ikan tetap baik saat dimasak.

“Ikannya harus direndam dulu pakai air hangat sebentar, terus dicuci bersih berkali-kali biar kadar garamnya turun. Habis itu digoreng sampai matang,” jelasnya ketika menceritakan cara menyiapkan ikan asin untuk bahan sambal klotok.

Namun demikian, penting untuk memperhatikan durasi perendaman agar ikan tidak menjadi terlalu lembek. Jika direndam terlalu lama dalam air panas, tekstur daging ikan dapat menjadi rapuh dan mudah hancur ketika dimasak, sehingga sebaiknya cukup dilakukan sekitar 10 hingga 15 menit saja sebelum ikan dibilas kembali dengan air bersih.

Menggunakan Air Perasan Jeruk Nipis atau Lemon

Salah satu cara yang sangat populer untuk mengurangi bau amis pada ikan adalah dengan menggunakan air perasan jeruk yang memiliki kandungan asam alami. Bahan yang paling sering digunakan dalam proses ini adalah Jeruk Nipis karena mudah ditemukan di dapur rumah tangga dan memiliki aroma segar yang mampu membantu menetralisir bau amis pada ikan sebelum dimasak.

Cara penggunaannya cukup sederhana, yaitu dengan memeras jeruk nipis lalu melumurkannya secara merata pada seluruh bagian ikan. Setelah itu, ikan biasanya didiamkan selama kurang lebih 10 hingga 15 menit agar kandungan asamnya dapat bekerja mengurangi senyawa penyebab bau amis yang terdapat pada daging ikan.

Selain menggunakan jeruk nipis, beberapa orang juga memanfaatkan Lemon sebagai alternatif karena memiliki fungsi yang hampir sama dalam membantu menghilangkan aroma amis pada ikan. Kandungan asam alami pada kedua buah tersebut mampu memecah senyawa penyebab bau amis sehingga ikan terasa lebih segar dan siap diolah menjadi berbagai hidangan lezat.

Menggosok Ikan dengan Garam atau Tepung

Cara lain yang cukup efektif untuk mengurangi bau amis pada ikan adalah dengan menggosok permukaan ikan menggunakan sedikit garam atau tepung sebelum dicuci. Metode ini cukup populer di dapur rumah tangga karena lendir pada ikan yang menjadi salah satu penyebab utama bau amis dapat terangkat dengan lebih mudah ketika digosok menggunakan bahan tersebut.

Dalam praktiknya, ikan cukup dilumuri dengan sedikit garam kemudian digosok perlahan pada seluruh bagian permukaan ikan hingga lendirnya mulai terangkat. Setelah itu, ikan dibilas dengan air bersih hingga tidak ada lagi sisa garam yang menempel agar rasa ikan tidak menjadi terlalu asin ketika dimasak bersama bumbu lainnya.

Selain garam, tepung juga dapat digunakan sebagai alternatif karena teksturnya mampu membantu mengangkat kotoran serta lendir yang menempel pada ikan. Setelah digosok menggunakan tepung, ikan perlu dibilas hingga benar-benar bersih agar tidak ada sisa tepung yang memengaruhi tekstur atau rasa ketika proses memasak berlangsung.

Merendam Ikan dengan Air Asam Jawa

Bahan dapur lain yang juga sering dimanfaatkan untuk mengurangi bau amis pada ikan adalah air rendaman Asam Jawa. Bahan ini memiliki rasa asam yang cukup kuat sehingga mampu membantu menetralisir aroma amis yang sering muncul pada ikan, terutama ikan laut yang memiliki aroma lebih tajam dibandingkan ikan air tawar.

Untuk menggunakannya, asam jawa cukup dilarutkan dengan sedikit air hingga menghasilkan larutan yang tidak terlalu pekat. Ikan kemudian direndam dalam larutan tersebut selama sekitar 10 menit agar aroma amis pada daging ikan dapat berkurang secara perlahan sebelum dimasak.

Metode ini cukup sering digunakan dalam berbagai masakan tradisional karena selain mengurangi bau amis, asam jawa juga dapat memberikan rasa segar yang khas pada hidangan berbahan ikan. Kombinasi rasa asam ringan dari bahan ini membuat masakan terasa lebih seimbang dan tidak terlalu tajam di lidah.

Menggunakan Jahe atau Rempah-rempah

Rempah-rempah juga memiliki peran penting dalam membantu menghilangkan bau amis pada ikan sekaligus memberikan aroma yang lebih sedap pada masakan. Beberapa rempah yang sering digunakan dalam proses ini antara lain Jahe, Kunyit, dan Bawang Putih karena memiliki aroma kuat yang mampu menetralkan bau amis pada ikan.

Rempah-rempah tersebut biasanya dihaluskan terlebih dahulu lalu dilumurkan pada ikan sebelum dimasak agar bumbu dapat meresap dengan lebih baik ke dalam daging ikan. Setelah dilumuri bumbu, ikan biasanya didiamkan beberapa menit sebelum dimasak agar aromanya semakin meresap.

Penggunaan bumbu juga sangat penting dalam berbagai masakan berbahan ikan asin. Dalam pengalamannya membuat sambal klotok khas Gresik, Fia menjelaskan bahwa kombinasi bumbu yang kuat dapat membantu menyeimbangkan aroma ikan. “Yang bikin orang ketagihan itu ya karena perpaduan pedas cabai sama aroma ikannya yang kuat sekali, apalagi kalau bumbunya berani dan ikannya ndak amis,” ujarnya.

Menggoreng dengan Minyak yang Benar-benar Panas

Teknik memasak juga memiliki pengaruh besar terhadap hasil akhir olahan ikan, terutama ketika ikan dimasak dengan cara digoreng. Salah satu hal yang penting diperhatikan adalah memastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum ikan dimasukkan ke dalam wajan agar permukaan ikan dapat matang dengan cepat.

Minyak yang panas membantu mengunci tekstur ikan sehingga bagian luarnya menjadi renyah sementara bagian dalamnya tetap lembut. Selain itu, suhu minyak yang cukup tinggi juga membantu mengurangi aroma amis yang terkadang muncul selama proses memasak berlangsung.

Setelah ikan digoreng hingga matang, ikan bisa langsung diolah menjadi berbagai hidangan lain, seperti sambal atau lauk kering. Fia menjelaskan bahwa dalam beberapa masakan, ikan yang sudah digoreng biasanya disuwir terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan bumbu. “Habis itu digoreng sampai matang, baru disuwir-suwir kecil sambil dibuang duri-durinya sampai bersih supaya makannya nanti nyaman,” jelasnya.

Pertanyaan dan Jawaban

Apakah ikan asin harus direndam sebelum dimasak?

Ya, ikan asin sebaiknya direndam terlebih dahulu agar kadar garamnya berkurang sehingga rasa masakan tidak terlalu asin.

Berapa lama ikan sebaiknya direndam?

Umumnya sekitar 15 hingga 30 menit, tergantung pada tingkat keasinan ikan yang digunakan.

Mengapa ikan memiliki bau amis?

Bau amis muncul karena adanya senyawa alami yang terbentuk pada ikan setelah ditangkap dan disimpan.

Apakah jeruk nipis bisa menghilangkan bau amis ikan?

Ya, kandungan asam pada jeruk nipis membantu menetralisir senyawa penyebab bau amis pada ikan.

Apakah ikan harus digoreng dengan minyak panas?

Sebaiknya iya, karena minyak panas membantu menjaga tekstur ikan dan mengurangi bau amis saat dimasak.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |