Cara Memasak Nasi ala Orang Desa, Hasilnya Lebih Enak dan Tahan Lama

2 hours ago 4
  • Kenapa cara memasak nasi ala orang desa lebih enak?
  • Apa fungsi menanak sebelum mengukus nasi?
  • Berapa lama waktu memasak nasi dengan cara ini?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Memasak nasi dengan cara tradisional ala orang desa masih menjadi pilihan banyak orang karena menghasilkan tekstur dan rasa yang khas. Dibandingkan metode modern, cara memasak nasi ini melalui proses yang lebih panjang, namun justru itulah yang membuat hasilnya terasa lebih pulen dan tidak mudah basi. Teknik ini juga sudah digunakan turun-temurun dan terbukti mampu menjaga kualitas nasi lebih lama meski tanpa alat listrik. 

Cara memasak nasi ala orang desa dilakukan dengan metode tanak dan kukus yang memadukan dua tahap penting. Proses ini dimulai dari beras mentah hingga menjadi nasi matang dengan bantuan api dan uap panas. Selain menghasilkan nasi yang lebih enak, cara ini juga memberikan aroma khas yang sulit didapat dari rice cooker. Teknik yang tepat membuat nasi bisa matang sempurna tanpa lembek. Liputan6 mewawancarai Warsiti (65), ibu rumah tangga asal Kabupaten Bojonegoro yang setiap hari memasak nasi ala orang desa meski sudah memiliki magic com di rumahnya. 

1. Cara Menyiapkan Beras 

Langkah awal dalam cara memasak nasi ala orang desa dimulai dari memilih dan menyiapkan beras yang masih kering. Pastikan beras dalam kondisi baik, tidak berkutu, dan tidak berbau apek. Pemilihan beras sangat berpengaruh pada hasil akhir nasi yang akan dimasak. Beras yang berkualitas akan menghasilkan nasi yang lebih pulen dan tidak mudah hancur.

“Ini beras panenan sendiri, bagus toh. Orang sini (desa, red) mesti nanam benih padi yang bagus-bagus soalnya memang buat dimakan sendiri juga,” tutur Warsiti saat ditemui Liputan6 di kediamannya pada Rabu (29/4/2026). 

Selain itu, penting juga untuk menakar jumlah beras sesuai kebutuhan. Cara memasak nasi yang tepat dimulai dari perencanaan takaran yang pas agar tidak terbuang sia-sia. Gunakan wadah bersih untuk menampung beras sebelum dicuci. Tahapan ini sering dianggap sepele, padahal sangat menentukan kualitas nasi yang dihasilkan.

2. Cara Mencuci Beras hingga Bersih

Setelah beras disiapkan, langkah berikutnya dalam cara memasak nasi adalah mencuci beras. Beras dicuci dengan air bersih hingga beberapa kali sampai airnya tidak terlalu keruh. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran, debu, dan sisa pati berlebih.

Saat mencuci, hindari menggosok beras terlalu keras agar tidak merusak butiran. Cara memasak nasi yang baik tetap menjaga bentuk beras agar hasilnya tidak hancur. Setelah dicuci, tiriskan beras sejenak sebelum masuk ke tahap berikutnya. Proses ini membantu mengontrol kadar air saat penanakan.

“Kalau beras beli kemasan kan udah bersih, kalau beras sini harus ditapeni (menampi, red) karena banyak las (sisa kulit padi, red). Kalau enggak ditapeni ya nyucinya lama enggak bersih-bersih. Kalau ditapeni paling tiga kali udah bisa bersih,” jelas perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu.

3. Cara Menanak Beras hingga Setengah Matang

Beras yang sudah dicuci kemudian dimasukkan ke dalam panci dan diberi air secukupnya. Tahap ini merupakan inti awal dalam cara memasak nasi ala orang desa yang disebut dengan menanak. Beras direbus di atas kompor hingga airnya menyusut dan terserap sebagian. Pada kondisi ini, beras akan mulai mengembang namun belum sepenuhnya matang.

Selama proses menanak, gunakan api sedang agar panas merata. Cara memasak nasi dengan api yang terlalu besar bisa membuat bagian bawah gosong sementara bagian atas masih mentah. Aduk sesekali untuk memastikan beras matang merata. Setelah air hampir habis, angkat beras untuk masuk ke tahap pengukusan.

“Kami di sini menyebutnya ‘ngaru’, ya itu masak beras sampai setengah mateng dan harus sering diaduk biar yang bawah enggak nempel di panci atau gosong,” ungkap ibu empat anak itu.

4. Cara Menyiapkan Dandang untuk Proses Kukus

Sambil menunggu beras setengah matang, siapkan dandang sebagai alat kukus. Isi bagian bawah dandang dengan air secukupnya, lalu panaskan hingga mendidih. Dalam cara memasak nasi tradisional, tanda dandang siap digunakan adalah munculnya uap panas yang kuat dan bunyi “kemrengseng”. Ini menandakan suhu sudah cukup untuk mengukus nasi.

Pastikan air dalam dandang tidak terlalu sedikit agar tidak cepat habis saat proses berlangsung. Cara memasak nasi yang benar harus menjaga kestabilan uap panas. Gunakan saringan atau kukusan di bagian atas untuk menampung beras. 

“Airnya gak boleh kurang atau kebanyakan karena memengaruhi kualitas nasi. Kalau kurang nanti bisa-bisa airnya udah habis, nasi belum matang. Kalau kelebihan juga enggak mau, nanti airnya bisa naik melebihi saringan lalu kena nasi hasilnya lembek dan cepet basi,” terang Warsiti.

5. Cara Mengukus Nasi hingga Matang dan Pulen

Beras yang sudah ditanak kemudian dipindahkan ke dalam kukusan di atas dandang. Tahap ini adalah penentu utama dalam cara memasak nasi ala orang desa. Tutup dandang rapat agar uap panas tidak keluar dan nasi bisa matang sempurna. Proses pengukusan biasanya berlangsung sekitar 20–30 menit.

Selama proses ini, nasi bisa diaduk sesekali agar matang merata. Cara memasak nasi dengan teknik kukus membuat tekstur nasi lebih pulen dan tidak lembek. Setelah matang, diamkan nasi beberapa menit sebelum disajikan. Hasilnya, nasi akan lebih tahan lama dan memiliki aroma khas yang menggugah selera.

“Kalau mau anget terus ya setelah nasi matang bisa dipindah di magic com, tapi kalau yang suka nasi dingin ya cukup dipindah ke wadah biasa aja. Itu seharian awet enggak basi kok,” tandas Warsiti.

Pertanyaan Seputar Cara Memasak Nasi ala Orang Desa

1. Kenapa cara memasak nasi ala orang desa lebih enak?

Berkat menggunakan metode tanak dan kukus yang membuat nasi matang merata, pulen, dan memiliki aroma khas.

2. Apa fungsi menanak sebelum mengukus nasi?

Menanak membantu beras menyerap air lebih dulu sehingga saat dikukus bisa matang sempurna tanpa lembek.

3. Berapa lama waktu memasak nasi dengan cara ini?

Sekitar 40–60 menit, tergantung jumlah beras dan intensitas api.

4. Apakah nasi kukus lebih tahan lama?

Ya, karena kadar airnya lebih stabil sehingga nasi tidak cepat basi.

5. Apakah bisa tanpa dandang?

Bisa, tetapi hasilnya tidak akan sebaik jika menggunakan dandang karena uap panas tidak maksimal.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |