Apakah Kurma Perlu Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Penjelasan Lengkap Faktanya

1 hour ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Kurma, buah manis yang kaya manfaat, seringkali langsung disantap setelah dibeli. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah kurma perlu dicuci sebelum dimakan? Banyak yang beranggapan kurma kering tidak memerlukan pencucian, padahal anjuran untuk membersihkannya sangatlah kuat demi menjaga keamanan dan kebersihan pangan.

Otoritas Pangan dan Obat Arab Saudi (Saudi Food and Drug Authority - SFDA) secara eksplisit merekomendasikan pencucian kurma dengan air mengalir sebelum dikonsumsi, terutama untuk kurma curah atau tanpa kemasan tertutup rapat. Anjuran ini bertujuan untuk menghilangkan potensi kontaminan yang mungkin menempel pada permukaan buah.

Proses pencucian ini menjadi langkah krusial untuk memastikan kurma yang disantap bebas dari debu, residu, hingga mikroorganisme berbahaya. Dengan memahami pentingnya dan cara mencuci kurma yang benar, Anda dapat menikmati manfaat buah ini tanpa khawatir akan risiko kesehatan yang tidak diinginkan. Berikut informasi selengkapnya, dirangkum Liputan6.com pada Jumat (13/3/2026). 

Mengapa Kurma Sebaiknya Dicuci?

Kurma tumbuh di pohon dan dipetik saat matang, sehingga debu dan kotoran alami dapat menumpuk pada kulitnya selama proses ini. Selain itu, proses penjemuran, penyortiran, pengemasan, dan distribusi yang panjang juga berpotensi menyebabkan partikel kecil menempel pada permukaan kurma. Kurma yang dijemur di tempat terbuka sangat rentan terpapar debu dan pasir dari lingkungan sekitar.

Penggunaan pestisida dalam pertanian untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit adalah hal umum. Residu pestisida dan bahan kimia ini berpotensi menempel pada permukaan kurma. Mencuci kurma dapat membantu mengurangi konsentrasi residu tersebut, bahkan SFDA merekomendasikan pencucian untuk meminimalisir sisa pestisida. Paparan pestisida berlebih berisiko menyebabkan gangguan saraf, masalah pernapasan, hingga penyakit kronis pada tubuh.

Kurma berpotensi terkontaminasi oleh berbagai mikroorganisme seperti ragi dan jamur selama proses penanganan dan pengemasan. Bakteri juga dapat menumpuk di permukaan buah dari tangan pekerja yang memetik dan menyortir. Buah di pohon pun dapat terkontaminasi oleh debu, kotoran burung, atau hama. Oleh karena itu, mencuci kurma dapat membantu menurunkan risiko kontaminasi mikroorganisme ini secara signifikan.

Sejak panen hingga sampai ke tangan konsumen, kurma melewati serangkaian proses panjang termasuk penjemuran, penyortiran, pengemasan, hingga distribusi. Perjalanan panjang, terutama untuk kurma impor, dapat membuat buah terpapar berbagai kotoran dan kontaminan selama perjalanan.

Panduan Mencuci Kurma yang Tepat

Sebelum mencuci, periksa kurma dan pisahkan yang tampak rusak, terlalu lembek, berjamur atau berbau asam karena tidak layak konsumsi. Letakkan kurma di dalam saringan dan bilas di bawah air mengalir (air bersih atau air matang) selama sekitar 10-20 detik, pastikan air mencapai semua sisi. Beberapa sumber merekomendasikan air dingin, sementara SFDA juga menyarankan air panas untuk membantu mengurangi residu.

Penting untuk tidak merendam kurma langsung dalam air karena dapat membuatnya terlalu basah, mudah rusak, atau kehilangan sebagian nutrisinya. Jika diperlukan, gosok permukaan kurma dengan lembut untuk menghilangkan debu atau kotoran yang menempel, namun hindari menggosok terlalu keras, terutama pada jenis kurma yang lembut.

Dianjurkan untuk membelah kurma, mengeluarkan bijinya, dan mencucinya di bawah air mengalir untuk membersihkan bagian dalam dan memastikan tidak ada serangga tersembunyi. Setelah dicuci, segera keringkan kurma menggunakan tisu dapur atau kain bersih hingga benar-benar kering sebelum dimakan atau disimpan. Pengeringan yang menyeluruh sangat penting untuk mencegah pertumbuhan jamur atau pembusukan.

Jangan pernah mencuci kurma dengan alkohol, disinfektan yang mengandung klorin, atau deterjen umum. Kurma dapat menyerap bau dan bahan kimia tersebut, yang tentu saja tidak aman untuk dikonsumsi dan dapat merusak kualitas buah.

Manfaat dan Tanda Kurma Tak Layak Konsumsi

Mencuci kurma tidak hanya tentang kebersihan, tetapi juga dapat menghilangkan lapisan lengket alami dari gula yang keluar, membuat kurma lebih nyaman dipegang dan dinikmati. Lebih dari itu, pencucian adalah langkah penting untuk memastikan kurma bersih, aman, dan siap dikonsumsi, sehingga meningkatkan keamanan pangan secara keseluruhan.

Jika Anda melihat bercak hitam, putih, atau kehijauan yang tidak merata dan tidak alami pada permukaan kurma, ini menandakan kurma sudah tidak layak dikonsumsi. Kurma yang masih layak konsumsi memiliki tekstur kenyal dan padat saat disentuh. Sebaliknya, kurma yang terlalu lembek, berair, atau mengeluarkan cairan adalah sinyal jelas pembusukan dan harus dihindari.

Kurma yang sudah tidak segar mungkin akan berbau asam atau tidak sedap. Jika Anda mencicipi kurma dan menemukan rasa pahit, asam, atau rasa lain yang tidak seperti biasanya, segera buang karena ini adalah indikator kuat penurunan kualitas atau proses pembusukan. Mengonsumsi kurma dengan rasa yang berubah dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Kurma, terutama jenis organik atau yang sudah disimpan lama, rentan disinggahi serangga seperti kutu, ulat kecil, laba-laba, atau cacing yang seringkali tidak terlihat dari luar. Sangat disarankan untuk selalu membelah kurma sebelum mengonsumsinya untuk memastikan tidak ada hama di dalamnya. Jika ditemukan serbuk cokelat seperti pasir atau bintik-bintik kecil berwarna cokelat, itu adalah kotoran serangga atau tanda keberadaan hama, dan kurma tersebut tidak aman dimakan.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Apakah kurma berjamur masih bisa dimakan jika bagian jamurnya dibuang?

Tidak disarankan. Jamur dapat menyebarkan spora dan racun yang tidak terlihat ke seluruh bagian buah, meskipun hanya tampak di permukaan. Mengonsumsi kurma berjamur berisiko menyebabkan gangguan pencernaan atau keracunan makanan.

2. Bagaimana cara membedakan jamur dan kristal gula pada kurma?

Kristal gula biasanya berbentuk bintik putih keras, terasa kasar, dan bisa larut saat dipanaskan. Sementara itu, jamur bertekstur lembut, berbulu, berwarna putih keabu-abuan atau kehijauan, dan sering disertai bau tidak sedap.

3. Berapa lama kurma bisa disimpan agar tetap segar?

Kurma dapat bertahan beberapa bulan pada suhu ruang jika disimpan dalam wadah tertutup rapat dan kering. Jika disimpan di dalam kulkas dengan kondisi kedap udara, kurma bisa bertahan hingga satu tahun atau lebih.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |